Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    27 April 2026

    DPRD Jombang Selidiki Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso

    27 April 2026

    Telekomunikasi Bangladesh Terancam Kekurangan Solar

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik
    • DPRD Jombang Selidiki Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso
    • Telekomunikasi Bangladesh Terancam Kekurangan Solar
    • Kekerasan di Little Aresha, DIY Evaluasi Izin Daycare dan Siapkan Bantuan Psikologis Korban
    • 5 Jemaah Haji Tiba di Madinah, Trump Perpanjang Gencatan Senjata
    • Senyum di Tengah Kesulitan: 5 Kebiasaan Langka yang Jaga Kebahagiaan
    • Inovasi MBG Kota Malang, SPPG Sajikan Menu Prasmanan
    • Mengenal Sejarah 2 Mei dan Perayaannya
    • Pembatasan Ganjil Genap di Jakarta Dihentikan Saat Hari Buruh
    • Menjelajahi Aceh Selatan: Surga Alam yang Masih Perawan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Dua Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Pertamina Koordinasi Terus Berjalan

    Dua Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Pertamina Koordinasi Terus Berjalan

    adm_imradm_imr27 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Dua Kapal Pertamina International Shipping Tertahan di Teluk Arab

    Dua kapal yang dimiliki oleh Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, telah terjebak di Teluk Arab sejak awal Maret 2026. Kedua kapal ini belum bisa melintasi Selat Hormuz akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan awak kapal, keamanan kapal, serta kelancaran pengiriman muatan.

    Perusahaan terus memantau situasi secara intensif dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa semua aspek kemananan dan operasional tetap terjaga. PIS juga sedang menyusun rencana perjalanan yang aman agar kapal-kapal tersebut dapat segera melanjutkan perjalanannya.

    Perkembangan Terkini di Selat Hormuz

    Pjs. Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menjelaskan bahwa PIS terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz yang sangat dinamis. Ia menyampaikan bahwa perusahaan melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman.

    “Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” ujar Vega. “Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman.”

    Sebelumnya, Iran mengumumkan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka pada Jumat (17/4/2026), setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz terbuka bagi semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut.

    “Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulis Araghchi di X, dilansir CNN, Jumat (17/4/2026).

    Namun, pembukaan jalur tersebut tidak bertahan lama karena konflik antara Iran dan AS kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa blokade laut oleh AS menjadi penyebab utama penutupan jalur strategis tersebut.

    Penutupan Jalur Pelayaran oleh IRGC

    Di mana menurut pihak Iran, hal tersebut sebagai pemicu utama penutupan jalur strategis tersebut. Padahal, sehari sebelumnya, Iran sempat membuka kembali jalur pelayaran global itu secara sementara. Dalam pernyataannya, Angkatan Laut IRGC menegaskan larangan keras bagi kapal-kapal untuk bergerak di kawasan tersebut.

    “Tidak ada kapal yang boleh bergerak dari tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman,” tegas IRGC, mengutip BBC, Minggu (19/4/2026). IRGC juga memperingatkan setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai musuh.

    “Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” tambahnya.

    Kondisi Saat Ini dan Harapan Masa Depan

    Saat ini, situasi di Selat Hormuz masih sangat rentan. Meskipun ada upaya pembukaan jalur pelayaran, ancaman dari konflik yang terus berkembang membuat para pemangku kepentingan tetap waspada. PIS terus memantau situasi dan berusaha mencari solusi terbaik untuk memastikan keselamatan kapal dan awaknya.

    Selain itu, masyarakat dan pelaku bisnis juga mengharapkan adanya kestabilan di wilayah tersebut agar aktivitas perdagangan dan pelayaran dapat kembali normal. Dengan adanya perjanjian gencatan senjata dan komunikasi antar negara, harapan besar dipegang agar jalur vital ini dapat kembali terbuka dalam waktu dekat.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Menteri Keuangan Diingatkan Keras oleh Menlu Malaysia Soal Pajak Kapal di Selat Malaka

    By adm_imr27 April 20261 Views

    29 Serangan Terhadap Kapal Sipil di Teluk Persia-Hormuz

    By adm_imr27 April 20261 Views

    Ketika DXY Melemah, Pantau Prospek Yen, Yuan, dan Franc Swiss

    By adm_imr27 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dari Wonosobo, Seruan Nasional Lawan Hoaks untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    27 April 2026

    DPRD Jombang Selidiki Fakta Baru Kelahiran Bung Karno di Ploso

    27 April 2026

    Telekomunikasi Bangladesh Terancam Kekurangan Solar

    27 April 2026

    Kekerasan di Little Aresha, DIY Evaluasi Izin Daycare dan Siapkan Bantuan Psikologis Korban

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?