Pe Ngupi: Kedai Kopi di Tengah Sawah yang Menawarkan Pengalaman Unik
Di kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersembunyi sebuah kedai kopi bernama Pe Ngupi. Tempat ini perlahan menjadi tempat nongkrong favorit bagi para pecinta kopi dan penikmat alam. Dengan konsep sederhana namun menawan, Pe Ngupi menyuguhkan pemandangan hamparan sawah hijau berundak yang langsung menghadap ke puncak Rinjani di bagian utara.
Pemandangan yang Menenangkan
Berada di ketinggian 550 MDPL, pemandangan hamparan laut dan permukiman warga di bagian timur dan selatan terlihat sangat menarik untuk dinikmati. Kedai ini berdiri di atas lahan milik pribadi, hasil jerih payah merantau sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Konsep yang digunakan adalah bangunan terbuka beratap tanpa dinding, sehingga angin sepoi-sepoi dari sawah dan gemericik air irigasi menjadi musik pengantar yang menenangkan.
Luas kedai ini sekitar empat are. Sebagian dari lahan tersebut digunakan sebagai rumah, parkir, dan tempat duduk para pecinta kopi yang hendak menikmati suasana alam yang masih asri. “Sebagian saya jadikan rumah, parkir, dan tempat duduk para pecinta kopi yang hendak menikmati suasana alam yang masih asri,” kata Satria, pemilik kafe Pe Ngupi.
Menu Andalan yang Menarik Perhatian
Menu andalan di sini adalah kopi robusta dan arabika dengan racikan yang menarik, mulai dari yang hangat hingga es kopi dengan campuran gula aren yang berkualitas. Bukan hanya minuman, berbagai camilan dan makanan lokal juga disediakan untuk menemani seruputan kopi yang dinikmati.
“Ada camilan dan minuman kopi berbagai varian yang kami sediakan,” ucap Satria. Keunikan lain, Pe Ngupi tidak memiliki jam tutup yang pasti. Kedai ini biasanya mulai dibuka pada pukul 15.00 hingga malam hari. “Kalau pengunjung masih ada, kami tetap buka. Paling larut sampai jam 11 malam, ditemani lampu remang-remang dan suara jangkrik,” tambahnya.
Pengalaman yang Tak Terlupakan
Salah satu pengunjung, Mizan (35) asal Kecamatan Selong, Lombok Timur, mengaku sengaja datang untuk kedua kalinya guna menikmati secangkir kopi sambil memandang sawah yang asri. “Saya cobain sunset lagi di sini, langsung lupa waktu. Sawahnya keemasan, Rinjani kelihatan jelas. Minum kopi dingin sambil melihat pemandangan, rasanya meditatif,” katanya sambil tersenyum.
Bagi yang ingin merasakan sensasi ngopi di tengah sawah dengan latar Gunung Rinjani, Pe Ngupi berlokasi sekitar 2 kilometer dari pusat Desa Suela, atau sekitar 30 menit berkendara dari Kota Selong. Akses jalan sudah beraspal mulus, namun tetap terasa jauh dari hiruk-pikuk kota.
Simbol Kebersamaan dan Kehidupan Masyarakat
Kini, Pe Ngupi tak sekadar warung kopi. Ia telah menjadi simbol kebersamaan, tempat petani, pemuda desa, hingga pendaki Rinjani berbagi cerita dalam satu cangkir kopi dan panorama yang tak terlupakan. Kedai ini mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis dengan alam, serta memberikan ruang bagi orang-orang untuk bersantai dan menikmati keindahan alam yang luar biasa.







