Kehidupan Jemaah Haji yang Menunggu Selama Puluhan Tahun
Banyak jemaah haji dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami penantian panjang sebelum akhirnya bisa menunaikan ibadah haji. Tahun 2026 menjadi momen penting bagi ratusan jemaah yang telah menunggu selama bertahun-tahun, bahkan hingga memasuki usia lanjut.
Salah satu kisah yang menarik adalah dari Kasidah (75), warga Kalurahan Panjatan, Kapanewon Panjatan. Ia berhasil mewujudkan impian untuk berhaji setelah menabung selama kurang lebih 30 tahun dari hasil berjualan tempe. “Saya menabung dari hasil jualan tempe selama kurang lebih 30 tahun,” ujarnya.
Berjualan Tempe Sejak Puluh Tahun Lalu
Kasidah telah berjualan tempe selama sekitar 40 tahun sejak awal menikah. Ia menjajakan tempe godong di beberapa pasar, seperti Pasar Bendungan Wates, Pasar Kemendung, dan Pasar Panjatan. Sehari-hari, ia menjual tempe dengan harga Rp 12.000 per bungkus.
Dari penghasilan itu, ia menyisihkan uang sedikit demi sedikit untuk mewujudkan niat berhaji yang sudah muncul sejak usia 35 tahun. Awalnya, Kasidah menabung Rp 100 per hari di celengan. Pada 2012, ia membuka rekening tabungan haji dan mulai menabung secara rutin setiap 10 hari sekali, dengan nominal Rp 100.000 hingga Rp 300.000.
Ia juga menambah penghasilan dengan membuat dan menjual sapu lidi agar tabungannya bisa terus bertambah.
Waktu Tunggu yang Panjang
Meski telah menabung selama puluhan tahun, Kasidah sebenarnya sudah mendapat panggilan berangkat haji pada 2024. Namun, keberangkatannya sempat tertunda akibat situasi pascapandemi Covid-19. Ia pun harus kembali menunggu hingga akhirnya bisa berangkat pada 2026.
Kisah Kasidah mencerminkan realitas yang dihadapi banyak jemaah haji Indonesia, termasuk di Kulon Progo. Panjangnya antrean membuat tidak sedikit jemaah baru bisa berangkat saat memasuki usia lanjut.
Antrean yang Menghambat Keberangkatan
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kulon Progo, Mulyono, menyebut ratusan jemaah dari daerah tersebut memang mempunyai waktu tunggu cukup lama untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Meski antrean panjang, ia memastikan pemerintah tetap berupaya meringankan beban jemaah, termasuk dari sisi biaya.
“Sebab dari pemerintah pusat telah menanggung biaya avtur agar tidak membebani jemaah,” jelasnya dalam acara Pamitan Jemaah di Aula Adikarta Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo, Jumat (17/04/2026).
Banyak Jemaah Lansia yang Berangkat pada 2026
Di Kulon Progo, sebanyak 384 jemaah calon haji dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026. Sebagian dari mereka merupakan jemaah lansia yang telah menanti dalam waktu lama. Penantian panjang ini membuat banyak jemaah harus menjaga kondisi kesehatan agar tetap bisa menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi biaya haji, termasuk untuk komponen avtur penerbangan. Kebijakan ini membuat biaya yang ditanggung jemaah menjadi lebih ringan dibanding tahun sebelumnya.
Doa dan Harapan Jemaah
Di sisi lain, Kasidah mengaku telah menyiapkan berbagai doa untuk dipanjatkan di Mekkah. Ia berharap selalu diberi kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Ia juga mendoakan agar anak dan cucunya kelak bisa mengikuti jejaknya menunaikan rukun Islam kelima.







