Kekalahan yang Menyakitkan dan Penilaian dari Francisco Rivera
Persebaya Surabaya harus menerima kekalahan yang menyakitkan saat menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4/2026) malam. Hasil akhir 1-2 membuat lini serang tim tumpul, dan sorotan langsung mengarah ke performa para pemain di lini depan.
Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita tidak cukup untuk mengangkat performa Persebaya Surabaya. Tim tamu tampil disiplin dengan strategi menunggu dan melakukan serangan balik. Dua gol berhasil dicetak oleh Madura United di dua babak berbeda, sementara Persebaya hanya mampu membalas lewat Riyan Ardiansyah pada menit ke-82.
Hasil ini terasa semakin pahit karena Persebaya sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Penguasaan bola mencapai 71 persen, tetapi keunggulan itu tidak mampu dikonversi menjadi kemenangan.
Francisco Rivera, salah satu pemain yang paling terpukul, mengungkapkan kekecewaan dalam sesi konferensi pers usai laga. Ia menyatakan bahwa timnya sangat kecewa karena kalah, meskipun sudah menjalankan instruksi pelatih dengan baik sepanjang pertandingan.
“Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ujar Rivera dengan nada tegas. Kalimat singkat itu menggambarkan betapa berat hasil yang harus diterima skuad Persebaya Surabaya.
Rivera juga menyoroti cara bermain Madura United yang sudah diprediksi sejak awal. Menurutnya, lawan memang datang dengan strategi bertahan total dan mengandalkan serangan balik cepat.
“Kami tahu mereka akan bertahan dan menunggu kesempatan. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol,” terangnya. Pernyataan itu seolah menegaskan masalah klasik Persebaya Surabaya musim ini: finishing yang belum tajam.
Performa Francisco Rivera yang Impresif
Meski kekalahan terasa pahit, performa Francisco Rivera di atas lapangan patut diapresiasi. Gelandang asal Meksiko tersebut mencatatkan rating tinggi 8.0, menunjukkan kontribusi besar dalam menghidupkan permainan.
Pergerakannya terlihat aktif hampir di seluruh area penyerangan, terutama di sepertiga akhir lapangan lawan. Meski demikian, dari sisi penyelesaian, angka yang muncul justru menjadi ironi tersendiri. Rivera hanya mampu melepaskan empat tembakan, dengan tiga di antaranya berhasil diblok dan tidak ada yang tepat sasaran.
Namun, kreativitasnya tetap terlihat menonjol sepanjang laga. Ia sukses mencatatkan lima dribel sempurna tanpa gagal, menunjukkan kualitas individu yang sulit dihentikan lawan. Selain itu, Rivera juga menciptakan satu umpan kunci yang berpotensi menjadi gol. Akurasi umpannya mencapai 73 persen, dengan 37 umpan sukses dari total 51 percobaan.
Kontribusinya tidak hanya berhenti di lini serang. Rivera juga aktif membantu pertahanan dengan mencatatkan empat recoveries, satu intersepsi, dan satu sapuan penting. Dalam duel satu lawan satu, ia juga tampil cukup solid. Rivera memenangkan tujuh dari 13 duel darat serta tidak melakukan satu pun pelanggaran sepanjang pertandingan.
Kekecewaan dan Tekanan yang Berat
Meski tampil dominan secara individu, Rivera tetap menempatkan hasil tim sebagai prioritas utama. Ia memahami kekecewaan besar yang dirasakan para suporter setelah kekalahan ini.
“Kami tahu para suporter kecewa. Percayalah, para pemain juga marah dan kecewa. Kami tidak suka kalah. Kami sudah bekerja sangat keras sepanjang minggu ini,” jelasnya. Pernyataan itu memperlihatkan adanya tekanan emosional yang dirasakan seluruh tim.
Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya mencatat dua hasil negatif secara beruntun. Situasi tersebut jelas tidak ideal di fase krusial kompetisi Super League 2025/2026. Saat ini, Green Force tertahan di peringkat keenam klasemen dengan koleksi 42 poin. Posisi tersebut masih belum aman karena Persita Tangerang berpeluang menyalip jika meraih kemenangan di laga mereka.
Tekanan pun semakin besar bagi Persebaya Surabaya untuk segera bangkit. Setiap pertandingan ke depan akan menjadi penentu arah perjalanan tim musim ini.
Rivera menegaskan timnya tidak ingin larut dalam kekecewaan terlalu lama. Fokus kini mulai diarahkan pada laga berikutnya yang tak kalah penting.
“Kami sangat kecewa. Tetapi minggu depan kami akan bekerja lebih keras dan berjuang 100 persen,” tegasnya. Komitmen itu menjadi sinyal tim masih memiliki semangat untuk bangkit.
Kesempatan tersebut akan datang saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Malut United. Laga itu menjadi momentum penting untuk menghentikan tren negatif sekaligus menjaga asa di papan atas klasemen.
Dengan performa dominan namun minim gol, evaluasi di lini depan menjadi pekerjaan rumah utama. Jika tidak segera dibenahi, dominasi seperti yang ditunjukkan Rivera dan kawan-kawan hanya akan kembali berujung sia-sia.







