Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan di Wilayah OJK Malang
Pendapatan premi asuransi umum di wilayah kerja (Wilker) OJK Malang mencapai Rp88 miliar atau tumbuh sebesar 172,09% (year on year/YoY) per 28 Februari 2026. Sementara itu, klaim asuransi mencapai Rp31 miliar dengan pertumbuhan sebesar 19,42% (YoY). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sektor asuransi umum.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan bahwa meskipun pendapatan premi asuransi jiwa dan klaim asuransi jiwa mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni masing-masing sebesar 10,66% dan 30,27%, namun keduanya mulai menunjukkan peningkatan secara bulanan.
Selain itu, industri dana pensiun juga menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset dana pensiun per Februari 2026 tumbuh sebesar 6,47% (YoY) dengan nilai mencapai Rp239,16 miliar. Sementara jumlah investasi sendiri mengalami kenaikan sebesar 4,25% (YoY) menjadi Rp218,48 miliar.
Penyaluran Piutang Pembiayaan
Di sektor Perusahaan Pembiayaan (PVML), penyaluran piutang pembiayaan mengalami penurunan sebesar 3,21% (YoY) pada Februari 2026 menjadi Rp7,07 triliun. Namun, sebagian besar penyaluran masih didominasi oleh Pembiayaan Multi Guna sebesar Rp4,42 triliun. Profil risiko Perusahaan Pembiayaan terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang tercatat sebesar 4,63%.
Menurut Farid Faletehan, penyaluran piutang pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih didominasi kepada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor dengan nilai sebesar Rp1,58 triliun (porsi 22,37%); Aktivitas Jasa Lainnya dengan nilai sebesar Rp866,18 miliar (porsi 12,25%); serta Industri Pengolahan dengan nilai sebesar Rp817,26 miliar (porsi 11,56%).
Pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 tumbuh sebesar 16,01% (YoY), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp467 miliar. Risiko kredit terjaga dengan NPF sebesar 2,39% atau meningkat 0,13% (YoY).
Perspektif Ekonomi
Ekonom dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai capaian positif dalam kinerja industri jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang menunjukkan bahwa ekonomi domestik sedang melaju dengan atraktif, meski tekanan global semakin kuat.
Ia menilai bahwa sektor asuransi mulai tumbuh, meskipun proses recovery-nya masih berjalan lambat. Peningkatan penyaluran pembiayaan ini akan menjadi katalisator untuk menjaga volume aktivitas perekonomian agar tetap bergeliat.
Joko juga menekankan bahwa upaya menggerakkan perekonomian daerah akan berkontribusi secara agregat pada laju perekonomian nasional. Dalam situasi ketidakpastian global yang tak berujung, ekonomi domestik menjadi tumpuan utama.
Kinerja positif industri jasa keuangan ini menjadi sinyal positif optimisme perekonomian. Selanjutnya, pemerintah memadukan kebijakan fiskal dan moneter untuk memperkuat resiliensi ekonomi Indonesia di tengah geopolitik yang memanas dan dapat berdampak pada kesinambungan fiskal karena ancaman beban subsidi energi yang meningkat.
“Tekanan inflasi dari imported inflation juga senantiasa mengancam karena kenaikan harga komoditas strategis sebagai dampak biaya logistik yang meningkat,” ujar Joko.







