Atap Kelas Ambrol, Siswa SDN 1 Sidokepung Sidoarjo Belajar di Perpustakaan
Atap kelas 5 SDN 1 Sidokepung, Sidoarjo, Jawa Timur, ambrol setelah dilanda hujan deras disertai angin beberapa waktu lalu. Kejadian ini memaksa siswa kelas 5 untuk sementara waktu belajar di ruang perpustakaan.
Menurut Sri Wahyuni, Kepala SDN 1 Sidokepung, kondisi atap sekolah sudah lama mengalami kerusakan dan rawan ambruk. Pada Senin (13/4/2026) malam lalu, saat hujan deras mengguyur, plafon yang sudah lapuk akhirnya ambrol.
“Sebelumnya kami sudah berupaya melakukan perbaikan, namun karena kondisinya sudah lapuk, perbaikan ringan tidak memungkinkan. Sehingga akhirnya ambrol,” ujar Sri saat ditanya Bupati Sidoarjo, Subandi, yang melakukan sidak ke sekolah di Buduran, Sidoarjo tersebut, Sabtu (18/4/2026).
Untungnya, saat kejadian tidak ada siswa yang berada di dalam kelas. Sehingga tidak sampai ada korban dalam peristiwa ini. Pihak sekolah juga telah mengambil langkah antisipasi dengan memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruang perpustakaan.
SDN 1 Sidokepung memiliki 340 siswa dengan 13 rombongan belajar. Sementara ruang kelas yang tersedia hanya 11 ruang. Oleh karena itu, pihak sekolah mengajukan penambahan dua ruang kelas untuk kepentingan belajar mengajar di sana.
“Kami berharap ke depan dapat dilakukan pembangunan gedung bertingkat agar kebutuhan ruang belajar terpenuhi secara optimal,” lanjut kepala sekolah.
Bupati Sidoarjo Langsung Tinjau Sekolah
Bupati Sidoarjo, Subandi, datang melihat langsung kondisi ruang kelas itu bersama Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo dan Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo. Melihat kondisi itu, Subandi menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan segera mengambil langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
“Tentu kita harus secepatnya mencarikan solusi atas kebutuhan sekolah ini. Dari hasil peninjauan, kondisi ruang belajar memang sudah tidak memadai, baik dari sisi fasilitas maupun bangunan,” kata Subandi.
Menurutnya, kebutuhan ruang kelas di SDN 1 Sidokepung saat ini masih kurang. Oleh karena itu, diperlukan penambahan ruang kelas baru guna menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Jika menginginkan solusi cepat, sementara bisa menggunakan dana BTT untuk pembenahan bagian atap dan plafon agar aman dan nyaman. Untuk jangka panjang, kami sarankan perencanaan pembangunan gedung dua lantai pada akhir tahun 2026 dan di tahun 2027 dapat terealisasikan,” tambahnya.
Penanganan Sejumlah Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, menjelaskan bahwa keterbatasan ruang kelas memang menjadi perhatian serius. Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan penanganan sejumlah sekolah.
“Kami berupaya mengakomodir kebutuhan sekolah, terutama terkait keterbatasan ruang kelas. Namun untuk tahun 2026 ini memang belum tersedia alokasi anggaran khusus karena adanya penyesuaian dan efisiensi anggaran. Sehingga kemungkinannya untuk pembangunan bisa di tahun 2027,” kata Tirto.
Ia juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 54 titik pekerjaan perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sidoarjo dengan nilai anggaran kurang lebih Rp 47 miliar. Sebagian pekerjaan sudah berjalan. Dan sebagian lainnya masih proses Lelang.
“Ada yang sudah berjalan, sementara yang melalui proses tender saat ini tinggal menunggu tahapan lanjutan,” ungkapnya.
Rencana Pembangunan Gedung Dua Lantai
Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan darurat terhadap atap dan plafon sekolah. Selain itu, rencana pembangunan gedung dua lantai juga sedang dipersiapkan untuk tahun 2027. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan ruang kelas di SDN 1 Sidokepung.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dapat berjalan dengan lancar dan aman. Pihak sekolah juga tetap berupaya untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para siswa selama proses perbaikan berlangsung.







