Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Bu Atun Dapat 25 Juta dari Kang Dedi Setelah Dihina Siswa

    25 April 2026

    Sholat Jumat: Niat dan Tata Cara Qobliyah serta Badiyah

    25 April 2026

    Lari Tapi Tidak Berkeringat, Apakah Wajar?

    25 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 25 April 2026
    Trending
    • Bu Atun Dapat 25 Juta dari Kang Dedi Setelah Dihina Siswa
    • Sholat Jumat: Niat dan Tata Cara Qobliyah serta Badiyah
    • Lari Tapi Tidak Berkeringat, Apakah Wajar?
    • Warga Manado Terkejut Harga BBM Non-Subsidi Naik Saat Selat Hormuz Dibuka
    • Subandi Pantau Atap SDN 1 Sidokepung yang Roboh, Siswa Belajar di Perpustakaan
    • Ramalan Zodiak Besok: Prediksi Keuangan Aries hingga Virgo 25 April 2026
    • Terungkap Pelaku Pemerkosaan Remaja 15 Tahun di Lamsel Melalui Tes DNA, Kakek Korban
    • Pendapatan premi asuransi di Malang Raya melonjak 172,09%, ini penyebabnya
    • Daftar Harga Bahan Pokok Pasar Bersehati Manado 18 April 2026: Harga Rica dan Daging
    • Jenis kamar hotel Horison Pangandaran dengan harga terkini, pilih sesuai anggaran dan kebutuhan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Lari Tapi Tidak Berkeringat, Apakah Wajar?

    Lari Tapi Tidak Berkeringat, Apakah Wajar?

    adm_imradm_imr25 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mekanisme Tubuh dalam Mengatur Suhu Saat Berolahraga

    Tubuh manusia memiliki cara sendiri untuk menjaga suhu tetap stabil saat berolahraga. Salah satu mekanisme utama adalah berkeringat. Ketika suhu tubuh naik, kelenjar keringat menghasilkan cairan yang kemudian menguap dari permukaan kulit dan membantu mendinginkan tubuh.

    Namun, tidak semua orang berkeringat dalam jumlah yang sama saat lari. Ada yang bajunya langsung basah kuyup meski baru joging santai, sementara ada juga yang baru terlihat sedikit lembap setelah berlari cukup lama. Perbedaan ini sering membuat orang bertanya-tanya apakah mereka normal atau justru ada sesuatu yang salah.

    Sedikit Berkeringat Saat Lari Bisa Saja Normal

    Jumlah keringat yang keluar saat berolahraga dipengaruhi oleh banyak hal. Misalnya suhu udara, kelembapan, jenis pakaian, kecepatan lari, lama olahraga, ukuran tubuh, hingga tingkat kebugaran seseorang.

    Seseorang yang lari di treadmill dalam ruangan ber-AC tentu akan berkeringat lebih sedikit dibanding orang yang lari di luar ruangan pada siang hari. Begitu juga dengan orang yang baru lari 20 menit santai dibanding orang yang melakukan interval run intensitas tinggi selama satu jam.

    Penelitian menunjukkan, laju keringat antarindividu memang bervariasi. Pada atlet dan pelari, perbedaan ini bisa sangat besar, mulai dari kurang dari 0,5 liter per jam hingga lebih dari 2 liter per jam. Faktor lingkungan dan intensitas olahraga menjadi penentu utama banyak sedikitnya keringat yang keluar.

    Orang yang Lebih Bugar Kadang Justru Berkeringat Lebih Cepat

    Ada anggapan bahwa orang yang fit akan lebih sedikit berkeringat karena tubuhnya lebih kuat. Padahal, yang terjadi justru bisa sebaliknya. Orang yang rutin olahraga dan memiliki kebugaran aerobik lebih baik sering mulai berkeringat lebih cepat.

    Hal ini terjadi karena tubuh mereka lebih efisien dalam mengatur suhu. Saat suhu inti mulai naik, tubuh segera mengaktifkan mekanisme pendinginan agar panas tidak menumpuk terlalu banyak.

    Meski begitu, bukan berarti semua orang yang tidak banyak berkeringat kurang fit. Tubuh setiap orang berbeda. Ada orang yang memang secara alami memiliki respons keringat lebih sedikit meski kondisi fisiknya baik.

    Penelitian menunjukkan bahwa individu yang terlatih memiliki kemampuan termoregulasi yang lebih efisien, termasuk mulai berkeringat lebih awal dan dalam distribusi yang lebih merata di tubuh.

    Genetik Juga Berperan

    Sebagian orang terlahir dengan jumlah kelenjar keringat yang lebih aktif atau respons saraf yang lebih kuat terhadap panas. Karena itu, wajar jika ada orang yang sangat mudah berkeringat meski baru berjalan sebentar, sementara orang lain tampak hampir tidak berkeringat meski melakukan aktivitas yang sama.

    Variasi jumlah kelenjar keringat aktif dan sensitivitas terhadap panas bisa berbeda cukup besar antarindividu. Faktor usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan genetik juga ikut memengaruhi pola berkeringat seseorang.

    Cuaca Dingin dan Tubuh yang Sudah Beradaptasi Bisa Membuat Keringat Lebih Sedikit

    Saat cuaca dingin atau berangin, keringat lebih cepat menguap sehingga kulit terasa tidak terlalu basah. Kadang seseorang sebenarnya berkeringat cukup banyak, tetapi karena keringat langsung mengering, ia merasa seolah tidak berkeringat sama sekali.

    Selain itu, tubuh yang sudah terbiasa dengan rutinitas olahraga tertentu juga bisa menjadi lebih efisien. Jika kamu rutin lari di intensitas yang sama, tubuh mungkin tidak perlu bekerja sekeras sebelumnya untuk menjaga suhu tetap stabil.

    Inilah alasan mengapa seseorang yang dulu sangat berkeringat saat mulai lari bisa merasa lebih “kering” beberapa bulan kemudian. Tubuhnya sudah lebih beradaptasi dengan aktivitas tersebut.

    Kapan Sedikit Berkeringat Perlu Diwaspadai?

    Sedikit berkeringat saat olahraga biasanya tidak berbahaya. Namun, ada kondisi yang perlu diwaspadai, yaitu jika kamu hampir tidak pernah berkeringat sama sekali, bahkan saat cuaca sangat panas atau saat berolahraga berat. Kondisi ini disebut hipohidrosis atau anhidrosis, yaitu berkurangnya kemampuan tubuh untuk menghasilkan keringat. Jika tubuh tidak bisa berkeringat dengan baik, risiko overheating meningkat karena panas sulit keluar.

    Gejalanya bisa berupa wajah terasa sangat panas, kulit memerah, pusing, lemas, jantung berdebar, mual, kram, atau merasa seperti mau pingsan saat berolahraga. Dalam kondisi berat, kamu bisa mengalami heat exhaustion bahkan heat stroke.

    Anhidrosis dapat disebabkan oleh kerusakan saraf, gangguan kulit, diabetes, penyakit autoimun, obat-obatan tertentu, atau kelainan bawaan.

    Obat dan Kondisi Medis Tertentu Bisa Memengaruhi Keringat

    Beberapa obat dapat mengurangi produksi keringat, misalnya obat antikolinergik, antihistamin tertentu, obat tekanan darah, atau sebagian obat untuk gangguan mental.

    Selain itu, kondisi medis seperti diabetes, gangguan tiroid, penyakit Parkinson, cedera saraf, dan sindrom Sjögren juga dapat memengaruhi fungsi kelenjar keringat.

    Jika kamu merasa pola berkeringat berubah drastis, terutama jika disertai gejala lain seperti mudah kepanasan, pusing, atau lemah, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mencari penyebabnya.

    Tidak banyak berkeringat saat lari bisa saja normal, terutama jika olahraga dilakukan di tempat sejuk, intensitasnya ringan, atau tubuh memang secara alami memproduksi lebih sedikit keringat. Namun, jika tubuh hampir tidak pernah berkeringat, terutama saat cuaca panas atau aktivitas berat, jangan mengabaikannya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Penyebab Hyperemesis Gravidarum yang Wajib Diketahui Ibu Hamil

    By adm_imr25 April 20261 Views

    40 Hari Vidi Aldiano Meninggal, Kondisi Sheila Dara Diungkap Mertua, Mulai Bangkit dari Duka!

    By adm_imr24 April 20261 Views

    Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 20 April 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

    By adm_imr24 April 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Bu Atun Dapat 25 Juta dari Kang Dedi Setelah Dihina Siswa

    25 April 2026

    Sholat Jumat: Niat dan Tata Cara Qobliyah serta Badiyah

    25 April 2026

    Lari Tapi Tidak Berkeringat, Apakah Wajar?

    25 April 2026

    Warga Manado Terkejut Harga BBM Non-Subsidi Naik Saat Selat Hormuz Dibuka

    25 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?