Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kilas Balik Pernyataan Dadan: Motor Listrik MBG untuk Wilayah Terpencil, Anggaran Rp 1 Triliun

    12 Juni 2026

    Ruben Onsu Buka Isi Akta 39, Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tak Berarti

    12 Juni 2026

    Pemindahan Ibu Kota Mojokerto Tertunda Pembebasan Lahan, Appraisal Akan Diaudit

    12 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 12 Juni 2026
    Trending
    • Kilas Balik Pernyataan Dadan: Motor Listrik MBG untuk Wilayah Terpencil, Anggaran Rp 1 Triliun
    • Ruben Onsu Buka Isi Akta 39, Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tak Berarti
    • Pemindahan Ibu Kota Mojokerto Tertunda Pembebasan Lahan, Appraisal Akan Diaudit
    • Krisis 1997, Apakah Terulang di 2026?
    • Ibu di Sragen Histeris Lihat Anaknya Tewas Dengan Luka Bacok Di Wajah
    • Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat Lengkap Manfaatnya
    • Tidak Selalu Buruk, Ini 5 Manfaat Menghabiskan Waktu Kosong untuk Otak
    • Amankah Minum Kopi Saat Konsumsi Obat Kolesterol? Ini Fakta Penting!
    • Makassar, Surga Oleh-Oleh Jemaah Haji
    • Renungan Katolik Harian: Kebahagiaan yang Terus Dicari
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    Pengamat: Jaga Keseimbangan Frekuensi untuk Persaingan Sehat Industri

    adm_imradm_imr26 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Proses Seleksi Spektrum Frekuensi: Momentum Penting dalam Industri Telekomunikasi

    Proses seleksi penggunaan pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi momen krusial bagi dinamika persaingan di industri telekomunikasi nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) diharapkan mampu menghindari mekanisme lelang harga yang berpotensi memberikan keuntungan lebih besar kepada perusahaan dengan modal yang besar.

    Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menilai bahwa lelang ini merupakan yang terbesar dalam sejarah telekomunikasi Indonesia sejak alokasi spektrum dilakukan secara terbuka. Meskipun demikian, efektivitas penyerapan sumber daya ini sangat bergantung pada penetapan harga dasar serta hasil akhir lelang yang akan terbentuk.

    Heru juga menyoroti pentingnya menjaga distribusi spektrum agar tetap seimbang sesuai kebutuhan nyata setiap operator. Hal ini bertujuan untuk memastikan kompetisi tetap sehat dan tidak terdistorsi. Sebagai sumber daya terbatas, perusahaan yang memiliki spektrum frekuensi terbesar akan lebih leluasa dalam menyediakan berbagai paket layanan.

    “Konsentrasi berlebih pada satu pemain berpotensi menciptakan persaingan yang asimetris, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas kompetisi dan pilihan layanan bagi konsumen,” ujarnya.

    Skema Pita Frekuensi yang Progresif

    Menurut Heru, skema kombinasi pita rendah (700 MHz, FDD) dan pita menengah (2,6 GHz, TDD) yang ditawarkan pemerintah sudah relatif progresif. Hal ini memungkinkan operator memilih strategi sesuai kebutuhan jaringan, baik untuk mengejar cakupan luas di daerah rural maupun kapasitas tinggi di kota besar.

    Dia menilai tambahan spektrum ini berpotensi menurunkan biaya per bit karena efisiensi jaringan meningkat. Dampak langsung bagi pelanggan adalah koneksi yang lebih stabil, latensi lebih rendah, serta kecepatan internet lebih tinggi di area padat penduduk.

    Meskipun efisiensi meningkat, penurunan harga layanan ke tingkat pelanggan tidak akan terjadi secara instan. Strategi bisnis operator dan besaran beban biaya lelang menjadi variabel penentu harga jual paket data di pasar.

    “Jika biaya spektrum terlalu tinggi, operator cenderung meneruskan beban tersebut ke harga layanan. Sebaliknya, harga lelang yang moderat memberikan peluang bagi operator untuk menawarkan kuota lebih besar dengan harga tetap,” jelas Heru.

    Perbandingan Harga dan Kecepatan Internet di Asia Tenggara

    Diketahui, jika diukur secara kecepatan yang didapat (cost per Mbps), Indonesia berada di posisi yang kurang baik dibandingkan negara-negara tetangga. Singapura memiliki harga bulanan US$32,22 dengan rerata kecepatan yaitu 410 Mbps, maka estimasi harga per Mbps sekitar US$0,08.

    Sementara itu Thailand estimasi biaya bulanaan US$23,30 dengan rerata kecepatan 272,6 Mbps, maka biaya per Mbps yang dipikul pengguna adalah US$0,08. Adapun Indonesia dengan rerata biaya bulanan US$10,22, kecepatan internetnya hanya 31,2 Mbps. Alhasil, estimasi harga per Mbps sekitar US$0,34.

    Tantangan dan Peluang di Masa Depan

    Dengan adanya lelang spektrum ini, industri telekomunikasi di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang lebih pesat. Namun, tantangan utama tetap berada pada bagaimana pemerintah mampu mengatur proses lelang agar tidak hanya menguntungkan perusahaan besar, tetapi juga memberikan ruang bagi para pemain baru untuk tumbuh dan bersaing secara sehat.

    Selain itu, pentingnya pengawasan terhadap harga layanan dan kualitas jaringan juga harus diperhatikan agar konsumen tetap mendapatkan layanan yang optimal. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat memperbaiki posisinya sebagai salah satu negara dengan akses internet yang murah dan cepat di kawasan Asia Tenggara.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Krisis 1997, Apakah Terulang di 2026?

    By adm_imr12 Juni 20261 Views

    Negara Tujuan Utama Investasi Tiongkok dalam 20 Tahun: AS hingga RI

    By adm_imr12 Juni 20263 Views

    Mengapa Uang di ATM Menghilang? Ini Penyebab dan Solusinya

    By adm_imr12 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kilas Balik Pernyataan Dadan: Motor Listrik MBG untuk Wilayah Terpencil, Anggaran Rp 1 Triliun

    12 Juni 2026

    Ruben Onsu Buka Isi Akta 39, Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tak Berarti

    12 Juni 2026

    Pemindahan Ibu Kota Mojokerto Tertunda Pembebasan Lahan, Appraisal Akan Diaudit

    12 Juni 2026

    Krisis 1997, Apakah Terulang di 2026?

    12 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?