Kejurkab Taekwondo Kediri Jadi Awal Pembinaan dan Seleksi Atlet
Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo perdana di Kabupaten Kediri resmi digelar sebagai langkah awal pembinaan atlet sekaligus penjaringan bibit unggul. Ajang ini diikuti oleh 118 atlet dari berbagai klub atau dojo yang tersebar di Kabupaten Kediri, yang menjadi salah satu upaya untuk membangun prestasi olahraga di tingkat daerah.
Peserta Berasal dari Berbagai Klub
Peserta kejuaraan ini berasal dari beberapa klub terkemuka, seperti Joyoboyo Taekwondo Club dengan 78 atlet, Tamtama Taekwondo Academy dengan 17 atlet, Gunawan’s Taekwondo Club dengan 9 atlet, Taekwondo SMAN 1 Pare dengan 8 atlet, serta Taekwondo SMP Al Hafidz Pare dengan 6 atlet. Kejuaraan ini juga menjadi awal dari proses pembinaan yang lebih terarah dan sistematis.
Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur, M. Anwar Zaini menyebut kejuaraan ini sebagai langkah awal dalam membangun prestasi atlet ke depan. Ia menilai kegiatan kecil ini sangat penting sebagai dasar pembinaan prestasi di daerah masing-masing agar bisa meningkatkan kualitas atlet di event-event yang akan datang.
Pentingnya Partisipasi dan Sportivitas
Anwar mengingatkan para atlet agar tidak bosan mengikuti kejuaraan karena jalur prestasi sangat penting dalam perjalanan karier olahraga. “Jangan bosan-bosan untuk mengikuti kegiatan kejuaraan ini karena kedepannya jalur prestasi sangat penting,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sportivitas sebagai fondasi utama dalam bertanding. “Tunjukkan sportivitas, bertanding dengan semangat yang membara sehingga kalian bisa meraih prestasi setinggi-tingginya,” tegasnya.
Persiapan Menuju Porprov 2027
Lebih jauh, Anwar mengingatkan atlet untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri saat bertanding. “Yang paling utama jaga faktor keselamatan pribadi itu, karena jenjang kalian masih panjang,” imbuhnya.
Ketua Pengkab Taekwondo Kabupaten Kediri, Yulianto Nugroho menjelaskan bahwa kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori usia. Mulai dari kelas pra-kadet usia 5-11 tahun, kadet usia 12-14 tahun, junior usia 15-17 tahun, hingga senior usia 18 tahun ke atas dengan berbagai kelas berat badan. Untuk kali ini ada dua nomor pertandingan yaitu kyorugi dan poomsae.
Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet potensial yang nantinya akan dipersiapkan menuju ajang lebih tinggi seperti Porprov 2027. “Ini tahapan untuk menyaring atlet yang berpotensi, selanjutnya akan kita siapkan ke tingkat berikutnya,” ungkapnya.
Harapan dari Pihak Terkait
Anto menambahkan, meskipun baru pertama kali digelar, kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin dalam pembinaan olahraga taekwondo di Kabupaten Kediri.
Di sisi lain, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata turut mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menurutnya, ajang ini sangat penting untuk mengukur hasil latihan para atlet selama ini. “Silahkan dimanfaatkan sebagai kompetisi untuk mengukur sejauh mana adik-adik atlet berlatih yang tidak kenal waktu agar bisa juara,” jelasnya.
Hakim berharap kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa membawa nama Kabupaten Kediri di tingkat provinsi hingga nasional. “Semoga bisa mendapatkan medali emas di Porprov Jatim hingga melanjutkan ke nasional,” pungkasnya.






