Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Waspadai Kekurangan Energi Akibat Perang Timur Tengah, Warga Bali Khawatir Harga BBM Naik

    3 April 2026

    Libur Lebaran 2026 Tingkatkan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit

    3 April 2026

    Sifat Weton Jum’at Pahing: Jodoh, Karir, dan Rezeki

    3 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 3 April 2026
    Trending
    • Waspadai Kekurangan Energi Akibat Perang Timur Tengah, Warga Bali Khawatir Harga BBM Naik
    • Libur Lebaran 2026 Tingkatkan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit
    • Sifat Weton Jum’at Pahing: Jodoh, Karir, dan Rezeki
    • Sangkakala Temukan Mayat Terpotong di Freezer Ayam Geprek, Pelaku Tertangkap
    • Aglomerasi Surabaya dan Malang Jatim Jadi Lokasi Proyek Waste to Energy
    • 5 Diet yang Bantu Kendalikan Eksim
    • Smoothie atau Jus, Mana yang Lebih Sehat?
    • Daftar Hadiah Kejuaraan Asia 2026: Kenaikan Signifikan, Juara Raup Rp700 Juta
    • Arus balik Sumatera-Jawa merata, 79 persen pemudik telah kembali
    • 12 Ramalan Shio Penuh Makna: Cinta, Karier, dan Nomor Keberuntungan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Eksperimen Aspal Terpanjang Dunia, Nasib Penelitinya Bikin Terkejut

    Eksperimen Aspal Terpanjang Dunia, Nasib Penelitinya Bikin Terkejut

    adm_imradm_imr1 Februari 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Eksperimen Laboratorium Terlama di Dunia

    Tidak semua penelitian ilmiah dapat diselesaikan dalam hitungan hari atau bulan. Sebagian riset justru membutuhkan waktu puluhan, bahkan ratusan tahun, untuk mengumpulkan data yang memadai. Salah satu contohnya adalah Pitch Drop Experiment, eksperimen laboratorium terlama di dunia yang telah berlangsung hampir satu abad.

    Eksperimen ini dimulai pada 1927 dan sejak itu diawasi secara ketat oleh sejumlah ilmuwan. Penelitian tersebut mengamati zat bernama pitch, yang tampak seperti benda padat, tetapi sebenarnya merupakan cairan dengan tingkat kekentalan sangat tinggi. Pitch ditempatkan di dalam sebuah corong, lalu para peneliti mengamati tetesan yang jatuh dari corong tersebut. Proses ini berjalan sangat lambat, bahkan satu tetesan saja bisa memerlukan waktu bertahun-tahun.

    Asal Usul Eksperimen

    Pitch Drop Experiment berawal ketika fisikawan Thomas Parnell dari University of Queensland pada 1927 mengisi sebuah corong tertutup dengan cairan paling kental di dunia bernama pitch. Cairan pitch sendiri merupakan aspal cair, yakni turunan dari tar yang pada zaman dahulu digunakan untuk melapisi kapal agar kedap dengan air laut. Setelah menunggu cairan itu mengendap, pada 1930, Parnell memotong batang corong pada bagian bawahnya yang menjadikan corong itu berlubang. Layaknya menggunting pita peresmian, pemotongan tersebut menandai dimulainya Pitch Drop Experiment.

    Sejak saat itu, zat hitam tersebut mulai mengalir. Menetes lebih dari 8 tahun sekali. Pada suhu ruangan, pitch tampak seperti benda padat, tetapi sebenarnya ia adalah cairan dengan tingkat kekentalan 100 miliar kali lebih besar dibandingkan air. Butuh waktu 8 tahun hingga tetesan pertama akhirnya jatuh ke gelas penampung di bawahnya, yakni pada tahun 1938. Setelah itu, tetesan berikutnya muncul dengan jeda sekitar 8 tahun sekali, dan semakin melambat sejak sistem pendingin udara dipasang di gedung tersebut pada 1980-an.

    Kini, 96 tahun sejak corong tersebut pertama kali dipotong, total baru sembilan tetesan yang berhasil keluar. Tetesan terakhir terjadi pada 2014. Para ilmuwan memperkirakan tetesan berikutnya akan jatuh pada dekade 2020-an, tetapi hingga kini mereka masih menunggu. Menariknya, tidak seorang pun pernah menyaksikan secara langsung momen jatuhnya tetesan tersebut, meski telah diawasi begitu lama.

    Saat ini, eksperimen tersebut telah disiarkan secara langsung dan dapat ditonton oleh semua orang. Meski begitu, terdapat berbagai gangguan teknis di masa lalu yang membuat momen penting tetesan pitch selalu terlewatkan.

    Peneliti yang Memantau Eksperimen

    Setelah Parnell, tugas penjagaan eksperimen tersebut kemudian dilanjutkan oleh fisikawan John Mainstone pada 1961. Sayangnya, kedua peneliti tersebut telah meninggal dunia tanpa pernah melihat langsung tetesan pitch yang jatuh dengan mata kepala sendiri. Mainstone menjadi penjaga selama 52 tahun. Pada 2000, ia kembali melewatkan satu tetesan karena badai petir mengganggu siaran langsung. Ia meninggal dunia hanya beberapa bulan sebelum tetesan berikutnya jatuh pada April 2014.

    Saat ini, profesor fisika Andrew White menjadi penjaga ketiga sekaligus yang terbaru dari Pitch Drop Experiment. Ia setia menanti jatuhnya tetesan ke-10 yang telah lama dinantikan. Eksperimen ini terus menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan sering kali membutuhkan kesabaran dan pengorbanan yang luar biasa. Dengan melalui proses yang sangat lambat, Pitch Drop Experiment memberikan wawasan mendalam tentang sifat-sifat unik dari cairan yang sangat kental.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    TV Pintar Polytron 43 Inci 4K, Dilengkapi Google TV dan Soundbar Sinematik

    By adm_imr3 April 20260 Views

    Opini: Perang Jadi Hiburan di Era TikTok

    By adm_imr3 April 20261 Views

    Menggabungkan Penelitian dan Kenyataan Menuju Indonesia Emas

    By adm_imr3 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Waspadai Kekurangan Energi Akibat Perang Timur Tengah, Warga Bali Khawatir Harga BBM Naik

    3 April 2026

    Libur Lebaran 2026 Tingkatkan Wisata Keluarga dan Religi di Lamongan, WBL Jadi Favorit

    3 April 2026

    Sifat Weton Jum’at Pahing: Jodoh, Karir, dan Rezeki

    3 April 2026

    Sangkakala Temukan Mayat Terpotong di Freezer Ayam Geprek, Pelaku Tertangkap

    3 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?