Kehangatan di Ternate: Momen Kebersamaan yang Mengubah Semangat Persebaya Surabaya
Sebuah momen kecil yang terjadi setelah kemenangan Persebaya Surabaya atas Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, menjadi cerita yang tak terlupakan bagi seluruh pemain dan ofisial. Setelah pertandingan berakhir dengan skor 0-2, suasana tidak langsung berubah menjadi kaku seperti biasanya. Justru, kehangatan dan kebersamaan yang tercipta justru memberikan energi baru bagi skuad Green Force.
Ucapan Terima Kasih dari Pelatih Bernardo Tavares
“Terima kasih, makanannya enak sekali. Terutama kepiting, saya sangat suka.” Kalimat sederhana itu bukan hanya ucapan biasa. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, benar-benar menikmati hidangan spesial yang disajikan oleh keluarga pemain muda Alfan Suaib. Momen ini terjadi setelah laga yang cukup melelahkan, tetapi justru menghadirkan kehangatan yang tak terduga.
Alih-alih kembali ke hotel untuk beristirahat, seluruh tim memilih untuk menghadiri undangan makan malam yang diadakan oleh Alfan. Ini menjadi kejutan yang menyegarkan di tengah padatnya jadwal kompetisi. Meski sedang dalam masa pemulihan cedera dan tidak masuk skuad, Alfan tetap menunjukkan kontribusinya dengan cara yang berbeda.
Persiapan yang Dilakukan Alfan Sebelum Pertandingan
Sehari sebelum pertandingan, Alfan telah lebih dulu menghubungi tim operasional untuk mengatur agenda tersebut. Niat sederhana itu langsung disambut antusias oleh seluruh pemain dan ofisial tanpa pengecualian. Dengan begitu, kehadiran Alfan tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai bagian dari semangat tim.
Setibanya di kediaman Alfan, atmosfer langsung berubah drastis. Tidak ada lagi ketegangan pertandingan, yang ada hanya canda, tawa, dan rasa kekeluargaan yang begitu terasa. Keluarga Alfan menyuguhkan berbagai hidangan khas Ternate yang menggugah selera. Menu utama seperti kepiting, ikan bakar, hingga olahan laut lainnya menjadi sajian yang sulit ditolak oleh siapa pun.
Kebersamaan yang Tak Terduga
Tak heran jika Tavares langsung terpikat dengan cita rasa kepiting yang disajikan. Bahkan, ia secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada keluarga tuan rumah atas hidangan yang dianggap luar biasa. Tidak hanya Tavares, asisten pelatih Paulo Duarte juga ikut larut dalam kenikmatan santapan tersebut. “Bagi saya, kepiting dan cuminya luar biasa,” ucap pelatih yang akrab disapa Renato tersebut.
Kehangatan malam itu semakin lengkap dengan kehadiran menu khas Indonesia Timur lainnya. Papeda, makanan tradisional berbahan dasar sagu, menjadi pengalaman kuliner menarik bagi para pemain asing. Nama-nama seperti Francisco Rivera, Mihailo Perovic, hingga Milos Raickovic terlihat menikmati hidangan tersebut tanpa ragu. Mereka mencicipi dengan antusias, seolah menemukan pengalaman baru di luar lapangan.
Kemenangan yang Berarti
Di sisi lain, kemenangan atas Malut United juga memiliki arti penting bagi perjalanan Green Force musim ini. Untuk pertama kalinya, mereka berhasil membawa pulang tiga poin dari Ternate, sebuah catatan yang sebelumnya belum pernah tercapai. Hasil tersebut menjadi suntikan motivasi besar jelang laga berikutnya. Apalagi, tantangan selanjutnya sudah menanti dalam duel panas menghadapi rival klasik Arema FC.
Namun malam itu, fokus bukan pada taktik atau strategi pertandingan. Seluruh anggota tim menikmati momen kebersamaan yang jarang mereka rasakan di tengah tekanan kompetisi. Kehadiran warga sekitar dan Bonek di Ternate semakin menambah semarak suasana. Mereka datang untuk bertemu langsung dengan para pemain, berfoto, dan merayakan kemenangan bersama.
Hubungan Emosional yang Kuat
Interaksi tersebut menjadi bukti kuat sepak bola bukan sekadar permainan. Ada ikatan emosional antara tim dan pendukung yang terus terjaga, bahkan di luar kota sekalipun. Bagi para pemain, momen seperti ini memberikan energi tambahan yang tidak terlihat di statistik pertandingan. Kebersamaan di luar lapangan justru sering menjadi kunci kekompakan saat kembali bertanding.
Alfan Suaib pun mendapat apresiasi tersendiri dari rekan-rekannya. Meski tidak tampil di lapangan, kontribusinya dalam membangun suasana tim tetap terasa nyata. Apa yang dilakukan Alfan menunjukkan peran pemain tidak selalu diukur dari menit bermain. Kadang, sentuhan kecil seperti kebersamaan justru memberikan dampak besar bagi tim.
Momen yang Tak Terlupakan
Malam di Ternate itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan kemenangan. Ia berubah menjadi simbol kekeluargaan yang memperkuat fondasi mental Green Force. Di tengah persaingan ketat Super League, momen seperti ini menjadi bahan bakar yang tak ternilai. Bukan hanya soal poin, tetapi tentang rasa memiliki dan kebersamaan.
Kini, Green Force membawa pulang bukan hanya kemenangan, tetapi juga kenangan manis dari Ternate. Sebuah energi positif yang bisa menjadi pembeda saat menghadapi laga-laga krusial ke depan.







