Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Camat Bongkar Alasan Perbaikan Jalan yang Dikritik Pelajar dengan Aksi Mandi Lumpur

    28 April 2026

    KPK Selidiki Dana Pemerasan Kasus Bupati Tulungagung

    28 April 2026

    Proyeksi Harga Emas dan Perak Pekan Depan Masih Naik, Tapi Terbatas

    28 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 28 April 2026
    Trending
    • Camat Bongkar Alasan Perbaikan Jalan yang Dikritik Pelajar dengan Aksi Mandi Lumpur
    • KPK Selidiki Dana Pemerasan Kasus Bupati Tulungagung
    • Proyeksi Harga Emas dan Perak Pekan Depan Masih Naik, Tapi Terbatas
    • Jaringan Peredaran Narkoba Via dari Akun Berkah Barokah
    • Harga BBM Non Subsidi Naik, Aktivitas SPBU Malang Kembali Normal, Dampak Dirasakan Dua Hari Lagi
    • Siapa Luvita Ho, Patissier yang Muncul di “Bite Me Sweet” Korea?
    • Ventour Travel Tuntaskan Keberangkatan Jemaah Umrah 1447 H
    • Film Korea 2026 yang Sukses Jutaan Penonton, Termasuk Salmokji!
    • AS akan tangkap kapal Iran di perairan internasional
    • Auto2000 jadikan Toyota Dyna jadi klinik berjalan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Telekomunikasi Bangladesh Terancam Kekurangan Solar

    Telekomunikasi Bangladesh Terancam Kekurangan Solar

    adm_imradm_imr27 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Dampak Konflik Timur Tengah pada Ketersediaan Bahan Bakar di Bangladesh

    Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai memengaruhi pasokan energi di berbagai negara, termasuk Bangladesh. Sejak awal tahun 2026, gangguan pada jalur laut di Selat Hormuz menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman minyak dan gas yang menjadi sumber utama energi bagi negara tersebut. Hal ini berdampak langsung pada penurunan stok bahan bakar di tingkat domestik.

    Pemerintah Bangladesh kini tengah mengambil langkah-langkah untuk menyesuaikan harga bahan bakar serta meningkatkan efisiensi sistem distribusi. Tujuannya adalah menjaga operasional fasilitas publik, seperti infrastruktur telekomunikasi dan layanan transportasi harian masyarakat.

    • Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar

      Saat ini, terjadi antrean kendaraan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar dengan waktu tunggu mencapai sekitar 12 jam. Pengemudi di Dhaka, ibu kota Bangladesh, melaporkan bahwa mereka harus bermalam di kendaraan hanya untuk mendapatkan bahan bakar. Menteri Energi Bangladesh, Iqbal Hasan Mahmud, menyampaikan bahwa penyesuaian harga bahan bakar diperlukan untuk menjaga cadangan devisa negara di tengah kenaikan harga minyak dunia. “Banyak negara sudah melakukan penyesuaian harga bahan bakar. Situasi ini terjadi karena dinamika global, dan kita perlu menghemat penggunaan energi bersama-sama,” ujarnya.

    • Kenaikan harga bahan bakar yang memengaruhi sektor transportasi

      Kenaikan harga bahan bakar diesel sebesar 15 persen turut memengaruhi sektor transportasi dan logistik. Perubahan harga solar mendorong pengusaha angkutan darat dan kapal laut untuk meminta penyesuaian tarif transportasi. Kenaikan biaya ini berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok karena bertambahnya biaya pengiriman hasil pertanian dari desa ke kota.

    Potensi Gangguan Jaringan Komunikasi Akibat Kekurangan Pasokan Solar

    Sektor telekomunikasi menjadi salah satu fasilitas yang terdampak karena pusat data bergantung pada generator diesel saat terjadi pemadaman listrik. Asosiasi Operator Telekomunikasi Seluler Bangladesh (AMTOB) menyampaikan bahwa jaringan komunikasi membutuhkan kepastian pasokan bahan bakar agar tetap beroperasi. Pusat data berfungsi mengatur lalu lintas internet dan telepon, sehingga kendala pada fasilitas ini dapat menyebabkan berhentinya layanan komunikasi nasional.

    • Kebutuhan bahan bakar yang sangat tinggi

      Data teknis mencatat bahwa pusat data membutuhkan sekitar 4.000 liter diesel per hari untuk satu lokasi. Di tengah pemadaman listrik komersial yang berlangsung lima hingga delapan jam sehari, ketersediaan diesel menjadi kebutuhan utama. AMTOB menyebutkan bahwa stasiun pengisian bahan bakar lokal saat ini kesulitan memenuhi permintaan dari operator seluler.

    • Ancaman gangguan layanan telekomunikasi

      Jika ketersediaan bahan bakar terus berkurang, layanan telekomunikasi di sebagian besar wilayah Bangladesh berpotensi berhenti beroperasi. Hal ini mencakup layanan panggilan suara, pesan singkat (SMS), internet, dan perbankan digital yang membutuhkan sinyal seluler.

    Dampak Kendala Sinyal bagi Mobilitas Warga

    Penurunan kualitas jaringan seluler memengaruhi masyarakat yang bekerja menggunakan layanan digital. Pengemudi ojek dan taksi berbasis aplikasi melaporkan penurunan pendapatan karena waktu kerja mereka berkurang akibat harus mengantre bahan bakar. Selain itu, gangguan sinyal menyulitkan mereka untuk menerima pesanan pelanggan melalui aplikasi.

    • Keluhan masyarakat atas sistem antrean

      Secara sosial, kondisi ketersediaan bahan bakar dan kenaikan biaya hidup menimbulkan keluhan dari masyarakat. Terjadi ketegangan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar karena warga mengeluhkan sistem antrean yang berjalan lambat. Pemerintah Bangladesh kini berupaya mengelola ketersediaan energi dan menjaga kestabilan layanan publik.

    • Kesulitan akses layanan keuangan digital

      Gangguan telekomunikasi juga berpotensi menghambat layanan keuangan digital seperti bKash, yang banyak digunakan masyarakat Bangladesh. Jika jaringan internet tidak stabil, warga di pedesaan akan kesulitan mengirim uang atau melakukan pembayaran. Situasi ini memerlukan pengaturan distribusi bahan bakar dari pemerintah yang memprioritaskan fasilitas layanan publik.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Proyeksi Harga Emas dan Perak Pekan Depan Masih Naik, Tapi Terbatas

    By adm_imr28 April 20261 Views

    Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Tekan Daya Beli, Pertumbuhan Ekonomi Terhambat

    By adm_imr27 April 20261 Views

    Mengapa Harga Minyak Goreng Bisa Naik Akibat Program B50

    By adm_imr27 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Camat Bongkar Alasan Perbaikan Jalan yang Dikritik Pelajar dengan Aksi Mandi Lumpur

    28 April 2026

    KPK Selidiki Dana Pemerasan Kasus Bupati Tulungagung

    28 April 2026

    Proyeksi Harga Emas dan Perak Pekan Depan Masih Naik, Tapi Terbatas

    28 April 2026

    Jaringan Peredaran Narkoba Via dari Akun Berkah Barokah

    28 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?