Penghargaan Nasional untuk Jawa Timur dalam Program Koperasi Desa Merah Putih
Jawa Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan kategori Outstanding Province in Supporting Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Program dalam ajang National Governance Awards 2026. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui implementasi program KDKMP secara terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di The Ritz-Carlton Jakarta. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah telah berhasil melakukan penguatan kelembagaan, SDM, serta usaha koperasi, sekaligus membangun ekosistem ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi refleksi dari kerja kolektif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari semua kegiatan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mencari penghargaan.
Implementasi KDKMP yang Terstruktur
Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran untuk penerbitan akta badan hukum bagi 1.660 KDKMP pada tahun 2025. Selain itu, pelatihan juga telah diberikan kepada 16.167 pengurus dan pendamping koperasi melalui dukungan dana dekonsentrasi Kementerian Koperasi. Hal ini merupakan bentuk konkrit dari kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Pada tahun ini, Pemprov Jatim juga mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan dan SDM melalui pelatihan manajerial, penyusunan laporan keuangan, serta optimalisasi pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bagian dari penguatan tata kelola koperasi.
Pertumbuhan KDKMP yang Signifikan
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, telah terbentuk 1.292 gerai usaha KDKMP yang mencakup berbagai sektor, seperti:
- Gerai sembako: 711
- Gerai klinik desa: 42
- Gerai apotek desa: 52
- Gerai logistik: 76
- Gerai usaha simpan pinjam: 154
- Gerai usaha lainnya: 257
Melalui sistem informasi manajemen koperasi desa, jumlah tersebut terus berkembang dengan peningkatan pada berbagai jenis layanan, termasuk gerai sembako, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik.
Khofifah optimis kehadiran KDKMP ini berdampak positif dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dari desa/kelurahan, sekaligus mempersempit disparitas atau ketimpangan antara wilayah desa dengan perkotaan.
Sinergi dengan Pelaku Usaha Lokal
Saat ini, program KDKMP di Jawa Timur telah terbentuk di 8.494 titik atau mencakup 100 persen desa dan kelurahan di seluruh wilayah Jawa Timur. KDKMP berperan sebagai mitra strategis bagi pelaku UMKM serta mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok seperti pupuk dan LPG.
Sejumlah KDKMP telah berfungsi sebagai agen distribusi LPG 3 kg dan pupuk bersubsidi, dengan tetap membangun sinergi bersama pelaku usaha dan distributor yang telah ada di tingkat desa. Khofifah menegaskan bahwa KDKMP bukanlah kompetitor dari sektor usaha di desa/kelurahan yang sudah ada, melainkan upaya dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat atau konsumen sehingga harga bisa semakin terjangkau.
Strategi Peningkatan Ekonomi Daerah
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi agar mampu menjadi institusi ekonomi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. Selain itu, akses permodalan bagi pelaku usaha mikro di desa juga akan terus diperluas guna mendukung pengembangan usaha produktif masyarakat.
Terkait dengan upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi, Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong hilirisasi sebagai strategi peningkatan nilai tambah, khususnya pada sektor-sektor unggulan daerah. Sebagai provinsi dengan kontribusi besar pada sektor industri pengolahan, Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan hilirisasi, baik pada sektor pertanian, hortikultura, maupun peternakan.
Apresiasi dari Menteri Dalam Negeri
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk mendorong terciptanya iklim kompetitif yang sehat antar pemerintah daerah. “Penghargaan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kepala daerah untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan nasional,” ujarnya.
Selain Jawa Timur, sebanyak empat kabupaten/kota juga mendapatkan penghargaan yakni, Kota Surabaya dengan Kategori (Excellent City in Integrated Conectivity & Strategi Infrastructure Transformation), Kota Malang (Excellent City In Advance Academic Achievment), Kab. Lamongan (Top Regency In Argo-Maritime Food Hub), Kab. Situbondo (Top Regency in Public Health Center Service).
Ajang National Governance Awards 2026 sendiri merupakan bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.







