Pengalaman Unik dalam Student Led Conference di SD Islam Al Azhar 38 Bantul
Selama tiga hari, 28–30 April 2026, SD Islam Al Azhar 38 Bantul menggelar Student Led Conference (SLC) Term 3 dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara sekolah dan orang tua, tetapi juga menempatkan murid sebagai pusat sekaligus “tuan rumah” bagi orang tua mereka sendiri. Hal ini mencerminkan pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan.
Peran Murid sebagai Pusat Pembelajaran
Berbeda dari konsep pertemuan konvensional yang umumnya didominasi oleh penjelasan guru, SLC kali ini justru memberikan ruang bagi murid untuk mengambil alih peran utama. Sejak awal kedatangan, orang tua disambut langsung oleh anak-anak mereka dengan penuh antusias. Dengan wajah campuran antara semangat dan rasa gugup yang menggemaskan, para murid kemudian mengajak orang tua berkeliling kelas, memperkenalkan berbagai hasil karya, serta menjelaskan perjalanan belajar yang telah mereka lalui selama satu term terakhir.
Setiap sudut kelas seakan menjadi “ruang pamer” yang hidup. Murid dengan bangga menunjukkan portofolio mereka—mulai dari kemampuan literasi dan numerasi, hafalan surah, proyek kreatif, hingga keterampilan teknologi informasi. Namun yang membuat kegiatan ini terasa istimewa bukan sekadar hasil yang dipamerkan, melainkan bagaimana anak-anak mampu menceritakan proses di baliknya. Mereka berbagi kisah tentang tantangan yang dihadapi, usaha yang dilakukan, hingga perasaan saat berhasil mencapai target pembelajaran.
Interaksi yang Hangat dan Personal
Interaksi yang terbangun pun terasa hangat dan personal. Orang tua tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan benar-benar dipandu oleh anaknya sendiri. Dalam momen tersebut, anak-anak tampak memegang kendali penuh—menentukan alur cerita, memilih karya yang ingin ditampilkan, hingga menjawab pertanyaan dengan penuh percaya diri. Peran sebagai “tuan rumah” inilah yang menjadi ciri khas sekaligus kekuatan utama dari konsep Student Led Conference.
Pendapat Kepala Sekolah
Kepala Satuan Pendidikan SD Islam Al Azhar 38 Bantul, M. Saiful Bahri, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk menunjukkan hasil belajar, tetapi juga untuk membangun karakter dan keterampilan penting sejak dini.
“Melalui Student Led Conference, anak-anak tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga belajar merefleksikan proses belajarnya. Mereka dilatih untuk berani berbicara, menyampaikan ide, dan membangun komunikasi yang baik dengan orang tua. Ini adalah bagian penting dari pembentukan karakter dan growth mindset,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan ini memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi orang tua dalam memahami perkembangan anak. Tidak hanya melihat nilai akhir, tetapi juga menyaksikan secara langsung proses belajar yang dijalani anak selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Respons Positif dari Orang Tua
Respons orang tua pun sangat positif. Banyak yang mengaku terharu melihat perubahan anak-anak mereka, terutama dalam hal kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. Beberapa orang tua bahkan menyebut momen ini sebagai pengalaman yang membuka perspektif baru tentang bagaimana anak mereka belajar dan berkembang di sekolah.
Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua
Lebih dari sekadar agenda rutin, SLC menjadi jembatan kuat dalam membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Keterlibatan aktif kedua belah pihak diyakini menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang utuh dan berkelanjutan.
Komitmen Sekolah dalam Pendidikan Berkarakter
Dengan mengusung semangat growth mindset serta pendidikan yang berlandaskan adab dan nilai-nilai keislaman, SD Islam Al Azhar 38 Bantul terus berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Melalui konsep unik seperti Student Led Conference, sekolah memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan mampu bertanggung jawab atas proses belajarnya sendiri.







