Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    10 destinasi wisata keluarga di Blitar yang tak terlewatkan

    5 Mei 2026

    Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi, Awalnya Taksi Listrik VinFast Mogok di Tengah Rel

    5 Mei 2026

    Bolehkah Berkurban Makan Hewan yang Dikurbankan? UAS Ingatkan Soal Nazar

    5 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 5 Mei 2026
    Trending
    • 10 destinasi wisata keluarga di Blitar yang tak terlewatkan
    • Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi, Awalnya Taksi Listrik VinFast Mogok di Tengah Rel
    • Bolehkah Berkurban Makan Hewan yang Dikurbankan? UAS Ingatkan Soal Nazar
    • Kenangan terakhir, doa panjang umur jadi duka di hari 13 April
    • Ide oleh-oleh khas Sragen, serundeng lebos dengan rasa gurih cocok untuk lauk
    • Profil dan Perjalanan Karier Pemilik Taksi Listrik Xanh SM
    • Jadwal Kapal Pelni Makassar–Baubau Mei 2026: KM Dobonsolo hingga Ciremai
    • Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini, 4 Mei 2026
    • Daftar 48 Tim Piala Dunia 2026, Mulai dari Si Putih-Biru Langit hingga Tim Samba
    • Hardiknas dan Ironi Pendidikan di Era AI, Pakar Sebut Indonesia Tertinggal
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Kapten Ashari: Saya Muslim, Jangan Tembak!

    Kapten Ashari: Saya Muslim, Jangan Tembak!

    adm_imradm_imr5 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Nasib Mengerikan Seorang Pelaut dari Gowa yang Disandera Perompak di Somalia

    Ashari Samadikun, seorang pelaut berusia 33 tahun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini sedang menghadapi situasi yang sangat mengerikan. Kapten kapal tanker MT Honour 25 ini disandera setelah kapalnya dibajak oleh perompak di perairan Somalia pada hari Selasa (21/4/2026). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi keluarga dan rekan-rekannya.

    Dalam sebuah video call yang diunggah ke akun media sosial, Ashari menceritakan bagaimana awal mula ancaman tersebut muncul. Pada pukul 22.00 waktu setempat, sebuah perahu mencurigakan mulai mengikuti kapal dari jarak tiga mil. Situasi yang awalnya terlihat sebagai pengintaian berubah menjadi teror beberapa jam kemudian.

    “Pas jam 2, ada boat tiga. Di kanan dua, di kiri satu. Saya fokus yang di kanan,” ujar Ashari dalam rekaman tersebut. Kecurigaan itu berubah menjadi kepastian saat ia melihat para perompak membawa senjata melalui teropong. “Saya lihat ada senjatanya. Mati kita,” ucapnya lirih.

    Tidak lama berselang, suara tembakan memecah malam. Berondongan peluru menghantam kapal, bahkan mengarah ke kamar sang kapten. Ashari sempat berlari menyelamatkan diri dan mengunci kamar, namun ruang itu tetap menjadi sasaran tembakan. “Saya kunci cepat, tidak lama dia berondong kamarku,” tuturnya.

    Keselamatan Awak Kapal Terancam

    Situasi semakin genting saat para perompak berhasil naik ke kapal dan mendobrak pintu-pintu ruangan. Dalam kondisi tertekan, Ashari berusaha menjaga keselamatan seluruh awak kapal. Ia meminta seluruh kru untuk berkumpul dan mengangkat tangan. “Saya bilang, jangan ada yang melawan. Angkat tangan semua,” katanya.

    Beberapa saat kemudian, pimpinan perompak menodongkan senjata langsung ke kepalanya. Dalam situasi hidup dan mati, Ashari mencoba meredakan ketegangan. “Saya bilang, ‘I am Muslim, don’t shoot’ (Saya muslim, jangan tembak).’ Dia jawab ‘Waalaikumsalam’,” kenangnya.

    Kapal kemudian dikuasai sepenuhnya. Para perompak mengumpulkan barang-barang kru dan memaksa kapal keluar dari jalur pelayaran.

    Pesan Suara yang Menggugah Perhatian

    Di tengah kekacauan itu, Ashari masih sempat mengirim pesan suara kepada kantor dan keluarganya. Istrinya, Santi Sanaya (26), menerima voice note tersebut sekitar pukul 19.30 WITA pada malam kejadian. “Suami saya bilang kapalnya diserang bajak laut. Setelah itu saya hubungi lagi, tapi tidak direspons. Beberapa jam kemudian sudah tidak aktif,” ungkap Santi dengan suara bergetar.

    Beberapa hari setelahnya, Santi akhirnya bisa melakukan video call dengan suaminya. Meski dalam kondisi selamat, situasi di atas kapal masih sangat mencekam.

    Ancaman Tebusan yang Mengerikan

    Ancaman paling mengerikan datang ketika para perompak menyatakan ultimatum. “Mereka bilang kalau tidak ditebus malam itu, akan dieksekusi,” kata Santi. Hingga kini, keluarga belum mengetahui jumlah tebusan yang diminta. Pihak perusahaan disebut masih melakukan negosiasi, namun belum ada kejelasan.

    Kapal tanker berbendera Palau itu membawa 17 kru dari berbagai negara: 10 dari Pakistan, serta masing-masing satu dari Myanmar, Sri Lanka, dan India. Empat lainnya merupakan warga negara Indonesia, termasuk Ashari sebagai kapten. Ia diketahui berangkat sejak Januari dengan rute pelayaran dari Oman menuju Somalia, dan seharusnya mengakhiri kontraknya bulan depan.

    Permintaan Bantuan ke Prabowo

    Kini, keluarga hanya bisa berharap. Di tengah ketidakpastian, mereka meminta pemerintah Indonesia segera turun tangan. “Suami saya minta tolong agar pemerintah bantu mereka. Saya berharap mereka semua bisa pulang dengan selamat,” ujar Santi. Ibunda Ashari, Siti Aminah (57), juga tak kuasa menahan kecemasan. “Saya minta tolong ke Pak Prabowo, bantu anak saya,” ucapnya lirih.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Bolehkah Berkurban Makan Hewan yang Dikurbankan? UAS Ingatkan Soal Nazar

    By adm_imr5 Mei 20263 Views

    Batas Waktu Penyembelihan Hewan Kurban, Ini Jadwal yang Direkomendasikan

    By adm_imr5 Mei 20261 Views

    Sholawat Hayyul Hadi: Tulisan Latin, Arti, dan Keutamaannya

    By adm_imr5 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    10 destinasi wisata keluarga di Blitar yang tak terlewatkan

    5 Mei 2026

    Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi, Awalnya Taksi Listrik VinFast Mogok di Tengah Rel

    5 Mei 2026

    Bolehkah Berkurban Makan Hewan yang Dikurbankan? UAS Ingatkan Soal Nazar

    5 Mei 2026

    Kenangan terakhir, doa panjang umur jadi duka di hari 13 April

    5 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?