Srikandi Muda PLN yang Menginspirasi di Tengah Tantangan
Safira Wulandari adalah contoh nyata dari semangat perempuan Indonesia yang terus berkembang, berjuang, dan memberikan kontribusi nyata dalam setiap kesempatan. Ia adalah salah satu Srikandi muda PLN yang menjalani pengabdian di tanah rantau dengan keteguhan, kemandirian, dan mimpi besar untuk masa depan.
Lahir pada 19 September 1999, Safira memulai perjalanan kariernya di PLN pada 1 April 2022. Saat ini, ia menjabat sebagai Engineering di PLN UPT Palu, dengan tanggung jawab mendukung keandalan sistem dan operasional ketenagalistrikan. Di usianya yang masih muda, Safira telah memilih jalan pengabdian yang tidak sederhana. Dunia ketenagalistrikan menuntut disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab besar, namun di situlah ia terus belajar membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan profesional.
Bagi Safira, bekerja di PLN bukan sekadar tentang menyelesaikan tugas. Lebih dari itu, PLN adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Setiap pekerjaan yang dijalani menjadi bagian dari proses pembentukan diri, menempa ketekunan, memperkuat daya juang, dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan berarti besar di masa depan.
Di balik perannya sebagai insan PLN, Safira juga menjalani kehidupan sebagai seorang perantau di Kota Palu. Ia tinggal seorang diri, sementara keluarganya berada di Kota Makassar. Jarak dengan keluarga menjadi tantangan yang tidak ringan. Ada rindu yang harus disimpan dalam diam, ada lelah yang harus dihadapi dengan mandiri, dan ada banyak hari yang mengajarkannya untuk kuat tanpa selalu bisa bersandar pada orang-orang terdekat.
Namun justru dari jarak itulah, Safira menemukan proses pendewasaan yang paling berharga. Hidup jauh dari keluarga membuatnya belajar menjadi lebih mandiri, lebih sabar, dan lebih kuat dalam menghadapi kehidupan. Pengalaman itu pula yang perlahan membentuk keyakinannya untuk terus berkembang, memberi yang terbaik dalam setiap amanah, dan menjaga mimpinya tetap hidup.
“Menjadi bagian dari PLN bagi saya bukan sekadar bekerja, tetapi juga tentang belajar, bertumbuh, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Setiap tugas yang saya jalani menjadi proses pembentukan diri untuk menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan profesional. Saya ingin terus berkembang, memberikan yang terbaik dalam setiap amanah, dan suatu hari nanti menjadi bagian dari perubahan besar yang membawa manfaat bagi PLN, masyarakat, dan keluarga,” ujar Safira.
Di momen Hari Kartini, kisah Safira menjadi gambaran bahwa semangat Kartini tidak hanya hidup dalam wacana, tetapi nyata hadir dalam langkah-langkah perempuan masa kini yang berani mengambil peran, menghadapi tantangan, dan tetap menjaga harapan. Dalam diri Safira, Kartini hadir sebagai semangat untuk terus belajar, tidak menyerah pada keadaan, dan menjadikan setiap tantangan sebagai jalan untuk bertumbuh.
Srikandi Champion PLN UIP3B Sulawesi, Andi Murniawati, menilai kisah Safira Wulandari merepresentasikan semangat Kartini dalam sosok perempuan muda PLN yang terus bertumbuh di tengah tantangan zaman. Menurutnya, keberanian menjalani amanah di tanah rantau, tetap belajar, dan menjaga mimpi di tengah jarak dengan keluarga merupakan wujud nyata ketangguhan seorang Srikandi.
“Safira menunjukkan bahwa menjadi perempuan muda di PLN bukan penghalang untuk terus berkembang dan bermimpi besar. Keteguhan, kemandirian, dan semangat belajarnya menjadi inspirasi bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan membentuk perempuan yang kuat, profesional, dan siap memberi kontribusi lebih besar di masa depan,” ujar Andi Murniawati.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menambahkan bahwa Safira merupakan representasi talenta muda PLN yang tumbuh melalui tantangan, pengabdian, dan proses belajar yang konsisten. Menurutnya, kehadiran Srikandi seperti Safira menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perjalanan PLN menghadirkan layanan kelistrikan yang andal sekaligus membangun masa depan perusahaan yang lebih kuat.
“Hari Kartini menjadi momentum untuk melihat bahwa semangat perempuan Indonesia terus hidup dalam karya nyata. Safira adalah salah satu contoh bahwa talenta muda PLN, termasuk para Srikandi, mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berdaya, dan siap mengambil peran penting bagi perusahaan maupun masyarakat,” ujar Fermi.
Di tengah dinamika pekerjaan dan kehidupan di tanah rantau, Safira terus memelihara cita-cita besarnya untuk suatu hari nanti menjadi seorang pemimpin yang mampu membawa PLN ke arah yang lebih maju dan penuh tujuan. Bagi Safira, menjadi pemimpin bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang kemampuan untuk memberi dampak, membawa perubahan, dan menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
Kisah Safira Wulandari menjadi potret bahwa semangat Kartini hari ini hidup dalam bentuk yang begitu nyata, perempuan muda yang bekerja dengan hati, tumbuh dalam tantangan, setia pada pengabdian, dan tidak pernah berhenti menyalakan harapan. Dari tanah rantau di Palu, Safira menapaki jalannya dengan penuh keyakinan, membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi cahaya, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.







