Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kisah Jemaah Haji Tuna Netra Yogyakarta: Tuntaskan Ibadah di Madinah, Siap Berangkat ke Makkah

    6 Mei 2026

    Ya Allah, Kudupakaan Keselamatan dalam Agama dan Kesehatan Tubuh

    6 Mei 2026

    Pura Mangkunegaran ke-269 Sajikan Kuliner Khas Solo, Ini Daftarnya

    6 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 6 Mei 2026
    Trending
    • Kisah Jemaah Haji Tuna Netra Yogyakarta: Tuntaskan Ibadah di Madinah, Siap Berangkat ke Makkah
    • Ya Allah, Kudupakaan Keselamatan dalam Agama dan Kesehatan Tubuh
    • Pura Mangkunegaran ke-269 Sajikan Kuliner Khas Solo, Ini Daftarnya
    • Prediksi Susunan Pemain dan Skor Langsung Persipura vs Persiku: Kehebatan Boaz Solossa dan Kelly Sroyer
    • Jadwal Kapal Tanjung Priok ke Batam Mei 2026, Tiket Mulai Rp400 Ribu via KM Kelud
    • 6 Drama dan Film Sageuk yang Akan Rilis Tahun 2026
    • Marx dan Locke Tak Mampu Jelaskan Sikap Trump
    • Tanda Kepribadian Unik Orang yang Menolak AI dan ChatGPT, Menurut Psikologi
    • Mesin halus, harga terjangkau: Yamaha Gear Ultima Hybrid Solid 2026 bikin iri motor mewah!
    • Harga pupuk global naik 40%, Prabowo turunkan 20% untuk petani
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Harga pupuk global naik 40%, Prabowo turunkan 20% untuk petani

    Harga pupuk global naik 40%, Prabowo turunkan 20% untuk petani

    adm_imradm_imr6 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Krisis Pupuk Global dan Langkah Strategis Indonesia



    Di tengah krisis pupuk global yang melanda banyak negara, Indonesia menunjukkan kebijakan yang proaktif dan strategis. Harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40 persen akibat gangguan pasokan global. Dalam situasi ini, Presiden Prabowo mengambil langkah berbeda dengan menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan kecerdasan Presiden Prabowo dalam membaca situasi dunia terhadap potensi krisis pupuk global yang mulai menekan banyak negara.

    “Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan,” ujar Amran pada Minggu (3/5).

    Kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK, dan ZA. Pemerintah juga menyiapkan langkah struktural yang menyasar biaya, distribusi, dan ketersediaan pupuk. Penurunan harga pupuk bersubsidi menjaga daya tanam petani pada musim 2026 di tengah lonjakan harga global.

    Langkah Percepatan Distribusi

    Di sisi distribusi, pemerintah memangkas 145 regulasi pupuk melalui Instruksi Presiden (Inpres). Sehingga, penyaluran dipercepat dari Kementerian Pertanian (Kementan) ke PT Pupuk Indonesia dan langsung ke petani. Akses pupuk dipermudah melalui integrasi berbasis KTP dan perluasan jaringan kios hingga desa, dengan target menjangkau seluruh kecamatan sentra pangan sebelum musim tanam 2026.

    Diversifikasi Pasokan

    Selain itu, ketahanan stok dijaga melalui diversifikasi pasokan sejak 2025. Ketergantungan pada satu jalur impor dikurangi, sehingga dampak penutupan Selat Hormuz dan pembatasan ekspor Tiongkok dapat ditekan, dan pasokan pupuk untuk musim tanam 2026 tetap aman.

    Kebijakan ini diperkirakan mampu menurunkan biaya produksi petani dalam kisaran ratusan ribu rupiah per hektare per musim tanam. Akses pupuk juga diperluas bagi lebih dari 16 juta petani, sekaligus mengurangi potensi kelangkaan akibat distribusi yang tidak merata serta memperkuat posisi tawar dalam menghadapi fluktuasi harga gabah.

    Kebijakan Jaminan Harga Gabah

    Keberpihakan Presiden Prabowo kepada petani tidak berhenti pada penurunan harga pupuk. Melalui Instruksi Presiden, pemerintah juga memangkas regulasi distribusi pupuk yang selama ini menghambat penyaluran, memastikan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke tangan petani secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat harga.

    Di sisi hilir, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram sebagai jaminan bahwa petani tidak merugi setelah berproduksi. Kebijakan ini memastikan selisih antara biaya produksi dan harga jual tetap menguntungkan petani, bahkan di tengah tekanan harga global.

    Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Krisis

    Dengan demikian, pemerintah hadir di dua ujung rantai produksi sekaligus: menekan biaya di hulu melalui subsidi dan deregulasi pupuk, sekaligus menjaga pendapatan petani di hilir melalui jaminan harga gabah. Pendekatan hulu-hilir inilah yang membedakan kebijakan pertanian Presiden Prabowo dari sekadar respons jangka pendek.

    Diketahui saat ini sebagian besar petani di Thailand mulai enggan menanam akibat lonjakan harga pupuk, dan Vietnam menghadapi tekanan terhadap ekspor beras karena terganggunya pasokan dari Tiongkok dan kawasan Teluk. Krisis pupuk global juga memperlihatkan kerentanan negara-negara di kawasan.

    Vietnam yang memasok hampir 80 persen kebutuhan beras Filipina yang mengimpor lebih dari 480.000 ton pupuk dari Tiongkok pada kuartal pertama 2026, sehingga larangan ekspor Beijing berpotensi mengganggu rantai pasoknya. Filipina yang bergantung pada Tiongkok untuk 75 persen kebutuhan pupuk juga tidak memiliki penyangga domestik yang kuat.

    Sementara itu, Thailand memperoleh sekitar seperlima pupuknya dari Tiongkok dan 32 persen dari kawasan Teluk yang kini terganggu, mendorong sebagian petani menunda tanam karena tingginya biaya produksi.

    Ketahanan Pangan Indonesia

    Di tengah kondisi tersebut, Indonesia berada pada posisi lebih kokoh karena didukung diversifikasi pasokan, penguatan produksi domestik, dan konsistensi kebijakan subsidi. Mentan Amran juga menegaskan ketahanan pangan Indonesia sangat kokoh di tengah ancaman El Niño dan ketidakpastian global yang melanda banyak negara.

    Cadangan beras pemerintah saat ini telah melampaui 5 juta ton yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah, memberikan bantalan yang kuat untuk menjamin ketersediaan pangan nasional dalam berbagai skenario tekanan, baik dari gangguan iklim maupun gejolak rantai pasokan global.

    Capaian ini merupakan hasil langsung dari kebijakan produksi yang konsisten, termasuk program pompanisasi, perluasan areal tanam, dan penguatan penyerapan gabah petani oleh Bulog. Dengan stok sebesar ini, Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga pangan di dalam negeri, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan negara-negara tetangga yang kini berjuang menghadapi tekanan produksi akibat krisis pupuk dan anomali cuaca.

    “Inilah buah nyata dari ketepatan visi dan keberanian Presiden Prabowo dalam mengambil keputusan tepat untuk kepentingan petani nasional,” tegas Mentan Amran.

    Untuk itu, Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui kebijakan yang terukur dan respons yang cepat, petani Indonesia tetap dapat berproduksi dan menjadi penopang utama ketahanan pangan nasional.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    10 Jenis Ideologi Dunia: Liberalisme hingga Sosialisme, Apa Perbedaannya?

    By adm_imr6 Mei 20261 Views

    Keputusan AS Kawal Kapal Melewati Selat Hormuz, Trump: Iran Jangan Ganggu, Mereka Korban

    By adm_imr6 Mei 20262 Views

    Sekolah di Kalsel Masih Gunakan Tanah Sewa, Rentan Sengketa

    By adm_imr5 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kisah Jemaah Haji Tuna Netra Yogyakarta: Tuntaskan Ibadah di Madinah, Siap Berangkat ke Makkah

    6 Mei 2026

    Ya Allah, Kudupakaan Keselamatan dalam Agama dan Kesehatan Tubuh

    6 Mei 2026

    Pura Mangkunegaran ke-269 Sajikan Kuliner Khas Solo, Ini Daftarnya

    6 Mei 2026

    Prediksi Susunan Pemain dan Skor Langsung Persipura vs Persiku: Kehebatan Boaz Solossa dan Kelly Sroyer

    6 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?