Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Doa Tawaf Penutup, Penghabisan Ibadah Haji Sebelum Tinggalkan Makkah

    7 Mei 2026

    Terungkap penyakit Menkeu Purbaya: pinggang disuntik 8 titik, sulit berdiri

    7 Mei 2026

    Harga Sembako Pontianak Mei 2026: Beras dan Tepung Naik, Bawang Putih Rp38 Ribu

    7 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 7 Mei 2026
    Trending
    • Doa Tawaf Penutup, Penghabisan Ibadah Haji Sebelum Tinggalkan Makkah
    • Terungkap penyakit Menkeu Purbaya: pinggang disuntik 8 titik, sulit berdiri
    • Harga Sembako Pontianak Mei 2026: Beras dan Tepung Naik, Bawang Putih Rp38 Ribu
    • 6 Tips Hidup Sadar dengan Pengeluaran Bijak dari Kino Indonesia
    • Cek Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Senin (4/5)
    • Soal Ujian Seni Budaya Kelas 11 Semester 2 + Kunci Jawaban
    • AS akan lindungi kapal di Selat Hormuz, Trump peringatkan Iran hindari gangguan
    • 5 Fakta Mengemudi Cepat, Benarkah Bersihkan Mesin?
    • Klasemen Moto3 dan Moto2 Jelang MotoGP Prancis 2026: Posisi Veda Ega, Mario Aji, dan Marc Marquez
    • Pembatasan Penggunaan HP Siswa, Gubernur Terbitkan Pergub Jam Belajar
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»AS akan lindungi kapal di Selat Hormuz, Trump peringatkan Iran hindari gangguan

    AS akan lindungi kapal di Selat Hormuz, Trump peringatkan Iran hindari gangguan

    adm_imradm_imr7 Mei 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Amerika Serikat Mulai Mengawal Kapal di Selat Hormuz

    Amerika Serikat akan memulai operasi pengawalan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz mulai Senin (4/5/2026) waktu setempat. Langkah ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump dalam konteks meningkatnya ketegangan dengan Iran. Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan sempit dan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, menjadi fokus utama kebijakan pemerintah AS.

    Trump menyebut langkah tersebut sebagai respons atas permintaan sejumlah negara yang terganggu aktivitas perdagangannya akibat konflik di kawasan. Ia menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk memastikan jalur perdagangan global kembali terbuka. “Untuk kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka keluar dengan aman dari jalur perairan yang terbatas ini, sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitasnya,” tulis Trump melalui platform Truth Social.

    Project Freedom: Operasi Pengawalan

    Operasi pengawalan tersebut diberi nama “Project Freedom”. Trump menyatakan bahwa keputusan ini telah dikomunikasikan kepada negara-negara yang terdampak. Ia juga menekankan bahwa langkah ini bersifat kemanusiaan dan tidak ditujukan untuk memperkeruh situasi. “Pergerakan kapal ini semata-mata untuk membantu individu, perusahaan, dan negara yang tidak bersalah—mereka adalah korban keadaan. Ini adalah langkah kemanusiaan dari Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah, khususnya Iran,” ujarnya.

    Namun, Trump juga memperingatkan bahwa jika upaya pengawalan tersebut diganggu, maka akan direspons secara tegas. Ia bahkan membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika situasi memburuk. Pengumuman ini muncul setelah insiden serangan terhadap sebuah kapal kargo di dekat Selat Hormuz oleh sejumlah kapal kecil pada Minggu pagi, sebagaimana dilaporkan militer Inggris.

    Gencatan Senjata Masih Berlangsung

    Di tengah situasi tersebut, gencatan senjata antara Washington dan Teheran masih berlangsung, meski dinilai rapuh. Trump sebelumnya mengaku sedang meninjau proposal damai dari Iran, namun memberikan sinyal kecil bahwa AS kemungkinan tidak akan menerima tawaran tersebut. Sejak konflik memanas, Iran diketahui membatasi akses Selat Hormuz bagi hampir seluruh kapal asing, sementara AS juga memberlakukan blokade sejak 13 April. Kondisi ini berdampak besar terhadap arus distribusi minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.

    Hingga kini, pembicaraan diplomatik masih berlangsung, namun belum ada kepastian terkait bentuk kesepakatan damai jangka panjang antara kedua negara.

    Mengapa AS Terus Soroti Nuklir Iran?

    Isu nuklir Iran terus menjadi sorotan utama Amerika Serikat sejak puluhan tahun terakhir. Pertanyaan pun muncul, mengapa Washington kerap meributkan program nuklir Iran, sementara negara lain yang memiliki senjata nuklir tidak mendapatkan tekanan serupa?

    Ketegangan ini berakar dari perubahan hubungan kedua negara pasca Revolusi Iran 1979. Sebelum revolusi, AS justru berperan besar dalam pengembangan program nuklir Iran melalui program “Atoms for Peace” yang diinisiasi oleh Presiden Dwight Eisenhower pada 1957. Melalui kerja sama tersebut, AS memasok reaktor riset dan bahan baku uranium ke Teheran. Bahkan, Iran sempat merencanakan pembangunan lebih dari 20 reaktor nuklir untuk kebutuhan energi.

    Namun, setelah jatuhnya pemerintahan Shah Reza Pahlavi, hubungan kedua negara memburuk drastis. Sejak saat itu, AS mulai menuding Iran mengembangkan senjata nuklir, bukan sekadar untuk energi. Kecurigaan ini semakin menguat ketika Iran tetap melanjutkan program nuklirnya di bawah kepemimpinan baru, termasuk setelah era Ayatollah Ruhollah Khomeini dan dilanjutkan oleh Ali Khamenei.

    Faktor Geopolitik dan Energi

    Sejumlah analis menilai, sikap keras AS tidak hanya didasari kekhawatiran soal senjata pemusnah massal, tetapi juga kepentingan geopolitik dan energi. Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia, sehingga stabilitas politiknya sangat berpengaruh bagi kepentingan global. Selain itu, AS juga berupaya mengontrol pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah, terutama terkait dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mengancam kepentingan Barat.

    Di sisi lain, Iran memandang tekanan tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan keamanannya. Apalagi, kebijakan AS yang kerap menempatkan Iran sebagai musuh, termasuk dalam narasi “poros kejahatan”, memperkuat ketegangan kedua negara.

    Perspektif Analis

    Analis dari Rand Corporation, Robert E. Hunter, menilai bahwa kedua pihak sama-sama memiliki alasan untuk merasa terancam. Ia menyebut kebijakan AS dan sekutunya turut membentuk kekhawatiran keamanan di pihak Iran. Hingga kini, isu nuklir tetap menjadi titik utama perselisihan antara kedua negara. Perbedaan kepentingan, sejarah panjang konflik, serta faktor geopolitik membuat persoalan ini sulit diselesaikan dalam waktu singkat.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kekuatan Militer AS Terancam Setelah Perang Iran, China dan Korut Belajar dari Kesalahan Ini

    By adm_imr7 Mei 20261 Views

    UNESCO Minta Dukung Jurnalisme untuk Kedamaian

    By adm_imr6 Mei 20261 Views

    KBRI Tunis Hadir dalam Pameran Buku Internasional Tunisia

    By adm_imr6 Mei 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Doa Tawaf Penutup, Penghabisan Ibadah Haji Sebelum Tinggalkan Makkah

    7 Mei 2026

    Terungkap penyakit Menkeu Purbaya: pinggang disuntik 8 titik, sulit berdiri

    7 Mei 2026

    Harga Sembako Pontianak Mei 2026: Beras dan Tepung Naik, Bawang Putih Rp38 Ribu

    7 Mei 2026

    6 Tips Hidup Sadar dengan Pengeluaran Bijak dari Kino Indonesia

    7 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?