Kebakaran Terjadi di Rumah Seorang Kepala Sekolah di Desa Purun
Kebakaran terjadi pada tengah malam di Dusun Tiga, Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI. Lokasi kejadian berada di tepi jalan raya penghubung Purun–Babat. Api yang membakar rumah dua lantai tersebut sudah terlihat dari kejauhan akibat asap yang membumbung tinggi.
Menurut informasi yang dihimpun, rumah tersebut milik seorang kepala sekolah SMAN 3 Penukal bernama Dendi. Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar yang langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan dari pihak berwenang.
“Warga setempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan,” kata Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, yang rumahnya masih satu desa dengan korban.
Api akhirnya berhasil dipadamkan menjelang pagi hari. Untuk saat ini, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, barang-barang dan dokumen penting di dalam rumah tidak bisa diselamatkan.
Penyebab Masih Dalam Penyelidikan
Kapolres PALI, AKBP Yunar Sirait, melalui Kasat Reskrim AKP Nasron Junaidi, membenarkan telah terjadi kebakaran di salah satu rumah warga di Desa Purun. Untuk penyebab pasti kebakaran, masih dalam penyelidikan dan tim masih mencari tahu penyebabnya.
“Ya, semalam terjadinya, tidak ada korban jiwa. Untuk penyebab masih dalam penyidikan,” kata AKP Nasron Junaidi.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati guna mencegah kejadian serupa. “Apabila rumah ditinggalkan, harus diperhatikan hubungan arus pendek. Jangan sampai ada yang membahayakan masih terpasang,” tandasnya.
Tips Mencegah Kebakaran dari Polres PALI
Berikut beberapa tips mencegah kebakaran yang diberikan oleh Kasat Reskrim Polres PALI, AKP Nasron Junaidi, SH:
1. Instalasi Listrik
- Cek kabel dan colokan rutin: Ganti kabel yang terkelupas, gosong, atau panas. Jangan tumpuk colokan pakai T cabang berlebihan.
- Matikan yang tidak dipakai: Cabut charger, setrika, dispenser saat keluar rumah atau tidur.
- Pakai MCB sesuai beban: Jangan akali sekring yang sering jeglek. Panggil teknisi listrik kalau sering turun.
- Hindari kabel di bawah karpet: Panas terperangkap dan bisa memicu api.
2. Dapur dan Kompor
- Jangan tinggalkan kompor menyala: Kalau harus angkat telepon atau ke pintu, kecilkan api dulu.
- Jauhkan kain dan plastik: Lap, tisu, minyak goreng, semprotan serangga harus min 1 meter dari api.
- Sedia tutup panci: Kalau minyak terbakar, tutup panci untuk matikan api. Jangan siram air ke minyak panas.
- Cek selang dan regulator gas: Ganti selang tiap 2-3 tahun.
- Tes kebocoran pakai air sabun, bukan korek.
- Bau gas, buka jendela, matikan listrik dari meteran, jangan nyalakan saklar.
3. Deteksi Dini dan Alat Pemadam
- Pasang smoke detector: Taruh di dapur, ruang tengah, dekat kamar. Tes baterainya tiap bulan.
- Sediakan APAR: Minimal 1 tabung APAR 3 kg jenis ABC di dapur. Belajar cara pakai: Tarik pin, Arahkan selang, Tekan tuas, Sapu ke dasar api.
- Tahu jalur evakuasi: Pastikan pintu tidak terkunci ganda saat ada orang di rumah. Kunci dekat pintu biar cepat buka.
4. Kebiasaan Harian
- Matikan lilin dan obat nyamuk bakar: Jangan tidur saat masih menyala. Taruh di alas keramik dan jauh dari gorden.
- Awasi anak main korek: Simpan korek dan pemantik di tempat tinggi terkunci.
- Jangan merokok di kasur: Puntung rokok penyebab umum. Sediakan asbak berisi air.
- Bersihkan area rawan: Tumpukan kertas, bensin motor, dan serbuk gergaji mudah terbakar. Simpan di luar rumah.
5. Saat Musim Kemarau dan Petir
- Cabut elektronik saat hujan petir: TV dan kulkas rawan kena lonjakan listrik.
- Pangkas ranting dekat kabel: Ranting kering jatuh ke kabel PLN bisa memicu percikan.
- Jangan bakar sampah dekat rumah: Angin bisa bawa bara ke atap.
Jika terjadi api kecil dan tidak bisa ditangani dalam 30 detik, segera keluar rumah dan hubungi 110 untuk bantuan darurat. Nyawa lebih penting dari barang.







