Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kronologi Sopir Dianiaya Bos Setelah Bawa Kabur Truk, Baru Sehari Kerja Mau Pulang Kampung

    25 Juni 2026

    Festival of Joy: Perayaan Komunitas Penggemar BMW Jawa Timur

    25 Juni 2026

    13 Sekolah Swasta Gratis di Priangan Timur, Ada Beasiswa Pancawaluya

    25 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 25 Juni 2026
    Trending
    • Kronologi Sopir Dianiaya Bos Setelah Bawa Kabur Truk, Baru Sehari Kerja Mau Pulang Kampung
    • Festival of Joy: Perayaan Komunitas Penggemar BMW Jawa Timur
    • 13 Sekolah Swasta Gratis di Priangan Timur, Ada Beasiswa Pancawaluya
    • Asosiasi Kecam Rencana Permenkes, Minta Pemerintah Perlindungi Petani Tembakau
    • Naskah Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Keistimewaan dan Amalan Sunnah di Bulan Muharram
    • Penyebab dan Solusi Rambut Rontok pada PCOS
    • 5 Sate Kere Populer di Solo untuk Makan Malam, Mulai dari Gembus hingga Jeroan
    • Daftar Tarif Listrik PLN 8-14 Juni 2026, Token Rp50.000 Dapat Berapa kWh?
    • Panduan wisata ke Monas dengan TransJakarta, MRT, LRT, dan KRL
    • Harga Emas Hari Ini Turun, Antam, Galeri24, dan UBS Laporan 8 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Ide oleh-oleh khas Sragen, serundeng lebos dengan rasa gurih cocok untuk lauk

    Ide oleh-oleh khas Sragen, serundeng lebos dengan rasa gurih cocok untuk lauk

    adm_imradm_imr5 Mei 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengembangan Lebos Menjadi Oleh-Oleh Khas Sragen

    Sragen, yang dikenal dengan berbagai kekayaan budaya dan sejarahnya, kini tengah menghadirkan inovasi baru dalam dunia kuliner. Sebuah kelompok penggiat sejarah di Kabupaten Sragen mencoba mengembangkan makanan tradisional lebos menjadi oleh-oleh khas daerah. Inisiatif ini dilakukan oleh tim Ekspedisi Sukowati yang berupaya memperkenalkan lebos sebagai produk yang lebih tahan lama dan mudah dikonsumsi.

    Lebos sendiri merupakan makanan tradisional yang memiliki ciri khas dari racikan Adipati Martapura. Menurut Lilik Mardiyanto, Ketua Pusat Studi Sukowati (Pastika), lebos terbuat dari daun pohon ketela yang ditumbuk dan dicampur dengan bumbu-bumbu seperti kelapa, ikan asin, serta bahan lainnya. Meskipun lebos memiliki rasa yang khas, namun sifatnya basah dan tidak tahan lama. Oleh karena itu, tim Ekspedisi Sukowati berupaya mengubah lebos menjadi serundeng lebos agar bisa bertahan lebih lama.

    Proses Pembuatan Serundeng Lebos

    Salah satu anggota tim Ekspedisi Sukowati, Sri Maryatun, menjelaskan bahwa proses pembuatan serundeng lebos melibatkan beberapa tahapan. Bahan-bahan utama yang digunakan antara lain kelapa setengah tua, tempe, ikan teri, serta bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Dalam racikannya, Sri Maryatun menggunakan dua jenis tempe, yaitu tempe biasa yang digoreng dan tempe bosok sebagai penyedap.

    Tempe bosok dipilih karena menurut cerita dari orang tuanya, bahan ini dapat membantu menghilangkan cacingan di dalam perut. Untuk meningkatkan rasa dan tekstur, Sri Maryatun juga menggoreng tempe dan ikan teri agar lebih krispi. Bumbu-bumbu dihaluskan, lalu dicampur dengan sedikit air dan gula Jawa. Setelah mendidih, parutan kelapa dimasukkan dan direbus hingga setengah kering.

    Teknik Masak Tradisional

    Proses masak lebos menggunakan teknik tradisional. Dahulu, masakan ini dimasak dengan kompor kayu dan wajan yang ditaruh di belakang, sehingga dipanaskan dengan bara. Saat ini, prosesnya tetap dilakukan dengan cara yang sama, yaitu dengan api besar hingga setengah kering, lalu api dikurangi. Setelah itu, bahan tempe goreng dan teri dimasukkan dan dioseng terus-menerus hingga kering.

    Menurut Sri Maryatun, isian dari lebos bisa bervariasi, mulai dari daun ketela hingga daun singkong. Namun, untuk memastikan rasa yang umum disukai, ia memilih menggunakan tempe dan ikan teri sebagai bahan utama. Selain sebagai lauk, serundeng lebos juga bisa disajikan sebagai camilan.

    Potensi sebagai Oleh-Oleh Khas Sragen

    Dengan pengemasan yang tepat, serundeng lebos memiliki potensi untuk bertahan selama 1 hingga 2 bulan. Hal ini membuatnya cocok sebagai oleh-oleh khas Sragen. Sri Maryatun menyatakan bahwa tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya untuk keuntungan pribadi.

    Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk melestarikan makanan tradisional Sragen. Dengan inovasi yang dilakukan, lebos yang dulunya hanya dikenal sebagai makanan basah kini berpotensi menjadi salah satu ikon kuliner daerah yang bisa dinikmati oleh banyak orang.

    Kesimpulan

    Inovasi serundeng lebos menunjukkan betapa pentingnya pelestarian budaya melalui pemanfaatan bahan lokal. Dengan kombinasi antara tradisi dan inovasi, makanan khas Sragen bisa hadir dalam bentuk yang lebih modern dan praktis. Semoga keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi penggiat kuliner lainnya untuk terus mengembangkan makanan tradisional menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    5 Sate Kere Populer di Solo untuk Makan Malam, Mulai dari Gembus hingga Jeroan

    By adm_imr25 Juni 20260 Views

    Lelah ke mall? Coba kuliner viral di Pasar Cihapit Bandung saat liburan sekolah

    By adm_imr25 Juni 20261 Views

    Menjelajah Sate Bandeng Legendaris di Serang Banten

    By adm_imr25 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kronologi Sopir Dianiaya Bos Setelah Bawa Kabur Truk, Baru Sehari Kerja Mau Pulang Kampung

    25 Juni 2026

    Festival of Joy: Perayaan Komunitas Penggemar BMW Jawa Timur

    25 Juni 2026

    13 Sekolah Swasta Gratis di Priangan Timur, Ada Beasiswa Pancawaluya

    25 Juni 2026

    Asosiasi Kecam Rencana Permenkes, Minta Pemerintah Perlindungi Petani Tembakau

    25 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?