Peran UMKM dalam Perekonomian Kalimantan Barat
Kementerian Ekonomi dan UMKM di Kalimantan Barat terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai inisiatif. Salah satu yang menonjol adalah keberhasilan UMKM dalam menghadapi tantangan global, khususnya dengan adanya transformasi digital dan peningkatan kapasitas bisnis. Dengan dukungan dari berbagai pihak, seperti Bank Indonesia dan pemerintah daerah, UMKM Kalimantan Barat mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Pada tahun 2025, sejumlah besar UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Jumlah UMKM di Kalbar mencapai 46.800 unit, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen year on year. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 4,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa momentum pemulihan ekonomi semakin kuat, terutama karena peran penting dari UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Digitalisasi Sistem Pembayaran QRIS
Salah satu faktor pendukung utama pertumbuhan UMKM adalah adopsi sistem pembayaran digital. Hingga Februari-Maret 2026, jumlah merchant QRIS di Kalbar telah mencapai lebih dari 501 ribu merchant, dengan total pengguna sebanyak 804 ribu orang. Volume transaksi QRIS mencapai 16,7 juta transaksi, yang menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya pada sistem pembayaran non-tunai.
Mayoritas dari merchant QRIS ini berasal dari usaha mikro (70 persen) dan usaha kecil (22 persen). Ini menunjukkan bahwa UMKM skala kecil juga turut berkontribusi dalam meningkatkan daya beli masyarakat serta memperluas akses pasar. Dengan adanya digitalisasi, UMKM dapat lebih mudah menjangkau konsumen secara luas, termasuk pasar regional, nasional, maupun global.
Saprahan Khatulistiwa 2026: Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata
Saprahan Khatulistiwa 2026 menjadi ajang penting dalam mendukung transformasi UMKM dan pariwisata di Kalimantan Barat. Event ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Provinsi Kalbar dan Kalbar Food Festival. Tahun ini merupakan penyelenggaraan keenam sekaligus kedua kalinya kolaborasi dengan Kalbar Food Festival.
Tema yang diangkat dalam acara ini adalah “Mendorong Transformasi UMKM dan Pariwisata untuk Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”. Tema ini mencerminkan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi daerah melalui tiga tujuan strategis utama:
- Penguatan kelembagaan UMKM agar mampu terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas.
- Sinergi antara UMKM dan pariwisata untuk meningkatkan eksposur pasar.
- Peningkatan keuangan inklusif melalui penggunaan teknologi, khususnya sistem pembayaran digital.
Acara ini diisi oleh berbagai kegiatan seperti edukasi Ngander Kapuas, perlombaan LiberiKhatulistiwa, Kalbar Food Festival, Temu Bisnis UMKM, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta QRIS, bincang wastra, hingga fashion show. Selain itu, Expo UMKM dengan dukungan lebih dari 60 booth UMKM akan berlangsung hingga 10 Mei 2026, memberikan peluang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha lokal.
Kesiapan Kalimantan Barat dalam Menghadapi Pasar Global
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat meningkat sebesar 20,27 persen pada akhir Februari 2026. Angka ini menjadi indikator positif bahwa Kalimantan Barat semakin diperhitungkan sebagai destinasi wisata. Namun, capaian ini harus terus ditingkatkan melalui transformasi yang lebih efektif.
UMKM harus terus didorong untuk naik kelas melalui inovasi produk, peningkatan kualitas, sertifikasi, penguatan branding, serta pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, sektor pariwisata perlu dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan. Tradisi saprahan yang dilaksanakan hari ini menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kesimpulan
Dengan kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat, Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Melalui inisiatif seperti Saprahan Khatulistiwa dan pengembangan UMKM, daerah ini tidak hanya menjaga tradisi tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik. Dengan adanya transformasi digital dan penguatan kapasitas bisnis, UMKM Kalimantan Barat siap menghadapi tantangan global dan menjadi penggerak utama perekonomian daerah.






