Sejarah dan Khasiat Tongseng, Kuliner Khas Solo
Tongseng adalah salah satu kuliner khas Solo yang memiliki cita rasa gurih-manis. Makanan ini terdiri dari daging kambing dan jerohan yang dicampur dengan kol serta cabai rawit. Rasa yang unik ini membuat tongseng menjadi favorit banyak orang.
Menurut pengamat kuliner Arie Parikesit, tongseng terinspirasi oleh budaya kuliner pedagang Timur Tengah pada abad ke-18 hingga 19. Nama “tongseng” berasal dari kata “oseng-oseng”, yang berarti tumisan. Ini menunjukkan bahwa tongseng adalah hasil dari proses memasak yang melibatkan bumbu dan bahan-bahan tertentu.
Solo memiliki banyak warung tongseng terkenal yang bisa dijelajahi. Berikut beberapa rekomendasi tempat makan tongseng enak di Solo:
Sate Kambing Mbok Galak
Warung legendaris ini dikenal sebagai salah satu tempat makan favorit banyak tokoh nasional. Menu tongseng kambing di sini dibanderol mulai Rp60 ribu per porsi. Selain tongseng, tersedia pula sate kambing, sate buntel, tengkleng, hingga gulai kambing. Tempat makan ini buka setiap hari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB.Sate Kambing Bu Hj. Bejo
Sate Kambing Bu Hj. Bejo dikenal sebagai salah satu warung langganan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Selain itu, tersedia sate buntel, sate jeroan, nasi goreng kambing, gulai, dan tengkleng. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto
Nama Pak Manto sudah cukup populer di kalangan pecinta kuliner kambing di Solo. Tak hanya tongseng, pengunjung juga bisa menikmati tengkleng rica-rica, iga bakar, sate buntel, nasi goreng kambing, hingga gulai goreng. Jam operasionalnya setiap hari mulai pukul 07.30 WIB sampai 20.00 WIB.Sate Kambing-Buntel Pak H. Kasdi
Tempat makan ini menawarkan tongseng kambing yang sudah terkenal. Selain tongseng, tersedia sate kambing, sate buntel, tengkleng, gulai kambing, hingga gulai otak dengan harga mulai Rp25 ribu. Sate Kambing-Buntel Pak H. Kasdi buka setiap hari pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB.Sate Kambing Sumber Pak Dahlan
Bagi pecinta olahan kambing, tempat makan ini menawarkan banyak pilihan tongseng, mulai dari tongseng buntel, tongseng campur, tongseng jeroan, hingga tongseng ayam. Selain itu, tersedia pula nasi goreng kambing, rica tengkleng, sate buntel, hingga gule goreng. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB sampai 21.00 WIB.
Asal Usul Tongseng
Kebiasaan para saudagar Timur Tengah menyantap daging kambing akhirnya ditularkan ke masyarakat lokal. Menurut Arie, sate sebenarnya terinspirasi dari kebab. Bedanya, kebab itu kering dan sate berbumbu kecap serta kacang.
Setelah daging habis diolah menjadi sate, sisanya seperti jeroan dan bagian lain dari kambing kemudian diolah menjadi gulai. Dari air rebusan kuah gulai tersebut, kemudian ditumis kembali dan jadilah tongseng.
Dipercaya bahwa daerah pertama penghasil tongseng adalah Kecamatan Klego, Boyolali, Jawa Tengah. Dulu masyarakat Kecamatan Klego mencari nafkah dengan bertani, tetapi mata pencariannya kurang. Akhirnya mereka beralih profesi menjual sate dan tongseng, sampai sekarang.
Di Klego bahkan ada monumen penjual dengan gerobak sate dan tongseng pikul yang menunjukkan kebanggaan masyarakat Klego akan kuliner tersebut. Dari Klego, dipercaya kuliner tongseng menyebar hingga seluruh nusantara.







