Pengertian dan Sejarah Raudhah di Masjid Nabawi
Raudhah adalah area istimewa yang terletak di dalam Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Area ini berada di antara rumah Aisyah (kini menjadi makam Nabi Muhammad SAW) dan mimbar Rasulullah SAW. Luas Raudhah mencapai sekitar 22 meter dari arah timur ke barat dan 15 meter dari utara ke selatan, sehingga total luasnya adalah 330 meter persegi.
Area Raudhah ditandai dengan karpet hijau yang membedakannya dari lantai masjid yang lain yang berwarna merah. Dalam tradisi Islam, Raudhah digambarkan sebagai taman surga, sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW: “Di antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah (taman) di antara taman-taman surga dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari).
Di dalam Raudhah terdapat makam Nabi Muhammad SAW bersama dua sahabatnya, yaitu Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab. Oleh karena itu, Raudhah memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam. Muslim dianjurkan untuk memperbanyak shalat dan doa di sini karena keutamaannya sangat besar.
Keutamaan Shalat dan Doa di Raudhah
Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa shalat di Masjid Nabawi lebih utama dibandingkan 1.000 shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Muslim no. 1394: “Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1.000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram.”
Oleh karena itu, banyak jemaah haji dan umrah yang memilih untuk berdoa dan melakukan shalat di Raudhah agar mendapatkan pahala yang lebih besar. Doa-doa yang dipanjatkan di Raudhah juga diyakini lebih cepat dikabulkan karena letaknya yang khusus dan dekat dengan makam Nabi.
Bacaan Doa Saat Berada di Raudhah
Berikut adalah bacaan doa yang biasanya dibaca oleh jemaah saat berada di Raudhah:
Doa Ketika di Raudhah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيدَهُ،
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَبْغِي لِجَلَالِ وَحُمْدِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ،
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ،
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَجْدَادِي وَجَدَّاتِي وَأَقَارِي وَإِخْوَانِي وَمَشَائِخِي وَلِجَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ،
اللَّهُمَّ إِنَّكَ قَدْ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَابًا رَحِيمًا،
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تُشَعِّفَ فِي نَيْكَ وَرَسُولَكَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا أَبْنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ،
وَأَنْ تُوجِبَ لِي الْمَغْفِرَةَ كَمَا أَوْجَبْتَهَا لِمَنْ جَاءَهُ فِي حَيَاتِهِ،
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ أَوَّلَ الشَّافِعِينَ وَأَنْ تَسْأَلَ السَّائِلِينَ وَأَكْرَمَ الأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ بِمَتِكَ وَكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ،
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا كَامِلًا وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي،
وَعِلْمًا نَافِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَحَلَالًا طَيِّبًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُولًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُورَ،
اللَّهُمَّ اشْرَحْ صُدُورَنَا وَاسْتُرْ غَيُوبَنَا وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا وَأَمِنْ خَوْفَنَا وَخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا وَتَقَبَّلْ زِيَارَتَنَا وَرُدَّنَا مِنْ غُرْبَيْنَا إِلَى أَهْلِنَا وَأَوْلَادِنَا سَالِمِينَ غَانِمِينَ،
وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ مِنَ الَّذِينَ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ،
رَبَّنَا لَا تَزِغْ قُلُبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ،
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا،
وَتَقَبَّلْ دُعَاءَ رَبَّنَا،
اَغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ،
رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ،
وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ،
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sebagaimana yang layak bagi keluhuran-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.”
Batasan Lokasi Raudhah di Masjid Nabawi
Batasan lokasi Raudhah di Masjid Nabawi telah dijelaskan dalam buku Bekal Haji karya Ustaz Firanda Andirja. Berikut penjelasannya:
- Dari arah timur, Raudhah dibatasi oleh rumah Aisyah radhiyallahu anha, yang kini menjadi makam Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
- Dari arah barat, batasnya adalah mimbar Rasulullah saw.
- Dari arah selatan, batasnya sejajar dengan ujung mihrab Nabi, yaitu bagian depan masjid lama.
- Dari arah utara, batasnya adalah garis sejajar dengan ujung akhir rumah Aisyah radhiyallahu anha.







