Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

    16 Mei 2026

    Keracunan MBG Menyerang 500 Siswa Klaten, Tambah Lagi 252 Siswa di Cakung

    16 Mei 2026

    4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah

    16 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 16 Mei 2026
    Trending
    • Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik
    • Keracunan MBG Menyerang 500 Siswa Klaten, Tambah Lagi 252 Siswa di Cakung
    • 4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah
    • Sembilan Kepala Kecamatan dan Kelurahan Makassar Ikut Pelatihan Pengelolaan Sampah di Malang
    • Taruhannya Negara di Balik Akrobat Danantara di Saham GOTO
    • Sosok Terduga Pembunuh Satpam di Surabaya Terungkap, Gelagat Korban Sebelum Tewas Ditusuk
    • Tiga Berita Terhangat Sumbar: Renovasi Stadion Haji Agus Salim dan Penyelamatan Anak Terseret Arus
    • Mojokerto: Penyebab Badut Diusir Mertua, Keluarga Bantah Fitnah Pengamen Anak
    • 4 Doa Agar Cepat Naik Haji Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan
    • Keahlian China: Dari Diplomasi Panda Hingga TikTok
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Wisata»4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah

    4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah

    adm_imradm_imr16 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Wisata Edukasi di Singapura yang Menarik untuk Dikunjungi

    Singapura menawarkan beragam tempat wisata edukasi yang cocok menjadi pilihan destinasi liburan, terutama untuk keluarga. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Indonesia membuat Singapura menjadi tujuan yang ideal untuk berlibur bersama keluarga. Dengan pesawat dari Jakarta, hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Lebih dari itu, ada berbagai tempat wisata edukasi yang bisa didatangi bersama anak mulai dari belajar tentang hewan, tanaman, bahkan sejarah.

    Berikut beberapa tempat wisata edukasi di Singapura yang patut dikunjungi:

    1. Singapore Oceanarium



    Singapore Oceanarium adalah sebuah oseanarium yang berlokasi di kawasan wisata populer, Resorts World Sentosa, Singapura. Sebelumnya, tempat ini bernama S.E.A Aquarium yang kemudian berganti nama dan kembali dibuka pada 24 Juli 2025. Setidaknya ada 100 ribu hewan dari 800 spesies yang berada di Singapore Oceanarium.

    Di sini, kamu tidak hanya melihat ikan-ikan atau biota laut lainnya berada di air akuarium. Lebih dari itu, kamu akan dibawa menjalajahi kehidupan khususnya biota laut melalui lima bagian dan 22 zona imersif untuk menghadirkan edukasi laut dengan memadukan penceritaan dan teknologi.

    Adapun, lima bagian dari akuarium ini adalah “In the Beginning” yang menceritakan waktu pertama kali kehidupan dimulai; “At the Surface” yang menceritakan uniknya kehidupan bahari yang ditemukan di garis pantai Singapura; “Sunlight” yang memperlihatkan kehidupan laut dangkal termasuk hiu dan pari manta. “Into the Deep” yang menceritakan kehidupan biota yang berada jauh di kedalaman laut; “The Abyss” dengan cerita biota laut dalam yang beberapa di antaranya hidup dari bangkai paus; dan “A New Horizon” di mana pengunjung kembali ke “permukaan” dengan pengetahuan lebih dalam tentang pentingnya kehidupan laut.


    Saat pertama kali masuk, impresi pertama yang saya rasakan adalah dingin, damai, dan tenang. Dingin karena memang ruangan memiliki Air Conditioner (AC), damai dan tenang karena ada alunan musik ambient dan sambutan dari ubur-ubur yang berenang lambat. Ruangan yang gelap juga membuat mata langsung tertuju pada ubur-ubur tersebut, membuat suasana semakin damai.

    Salah satu pengalaman unik yang saya coba adalah berinteraksi dengan udang hias atau aquascape yang dikenal sebagai pembersih alga dan kuman alami. Sebelum berinteraksi, saya mencuci tangan terlebih dahulu. Lalu, saya memasukan tangan kanan saya ke dalam akuarium kaca di mana tempat udang itu berada. Tetapi, setelah menunggu beberapa saat, udang itu tak kunjung menghampiri tangan saya. “Mungkin tanganmu memang sangat bersih,” ucap petugas perempuan yang mendampingi saya, dalam bahasa Inggris.


    Spot paling populer di Singapore Oceanarium adalah “Shark Tunnel” atau lorong hiu di mana pengunjung bisa melihat hiu-hiu berenang dari lorong kaca. Rasanya memang mendebarkan, melihat predator tersebut bisa berenang begitu dekat dengan manusia.

    Sementara, spot favorit saya adalah “Open Ocean” di mana para pengunjung bisa duduk santai di lantai bertingkat seperti tribun dengan pemandangan akuarium yang besar di mana Pari Elang Tutul, dan Hiu Zebra berenang ke sana dan ke mari. Rasanya, saya bisa duduk di lantai terbawah sambil memandang akuarium tersebut berjam-jam sebelum akhirnya pemandu meminta saya untuk melanjutkan petualangan.

    Hewan lain yang juga tak kalah menarik perhatian adalah lumba-lumba. Lumba-lumba di sini begitu interaktif bersama pengunjung. Saya mencoba melambaikan tangan, tak lama kemudian, beberapa dari mereka menghampiri sambil berputar di dekat kaca.

    2. Bird Paradise



    Masih seputar hewan, tempat wisata edukasi selanjutnya yang patut masuk daftar destinasi liburan kamu di Singapura adalah Bird Paradise, yang berlokasi di kawasan Mandai Wildlife Reserve, Mandai.

    Dibuka pada 8 Mei 2023, Bird Paradise setidaknya memiliki luas 17 hektar dan dihuni oleh lebih dari 3.500 burung dari 400 spesies dengan delapan aviari tematik.

    Suasana asri langsung terasa saat memasuki kawasan Mandai Wildlife Reserve. Dari parkiran, saya berjalan masuk ke lantai dasar dengan pemandangan air terjun buatan yang dibangun lengkap dengan bebatuan dan pepohonan di sekitarnya. Untuk ke lokasi Bird Paradise, saya menaikki shuttle bus gratis dan turun di pemberhentian pertama.

    Sebelum masuk ke area aviari, pengunjung akan terlebih dahulu melewati sebuah ruangan, dengan AC yang begitu dingin dan edukasi terkait burung di dinding-dindingnya.


    Pertama-tama, saya memasuki kawasan Songs of the Forest di mana flamingo berwarna merah muda dengan sedikit sentuhan oranye cerah menyambut para pengunjung.

    Lalu, saya berjalan ke kawasan Lorry Loft di mana burung-burung dengan warga vibran seperti purple-naped lory dengan warna merah menyalanya bertengger di pagar-pagar jalur pengunjung berjalan. Selain itu, saya juga bertemu dengan kasuari gelambir-tunggal, kakatua putih, hingga perkici pelangi.


    Meskipun terlihat terbiasa dengan adanya pengunjung, perlu dicatat bahwa pengunjung dilarang keras untuk menyentuh apalagi memberi makan burung-burung di sini secara langsung, ya.

    Kemudian, saya juga menyusuri aviari “Mysterius Papua” dengan suasana paviliun yang bertemakan rumah-rumah suku Korowai. Di sini, saya bertemu dengan kakatua raja hitam, kakatua Maluku, elektus Sumba, hingga kasuari gelambir ganda.

    Salah satu highlight menarik dari Bird Paradise adalah “Penguin Cove” yang tentunya dihuni oleh para penguin. Saat memasuki area ini, suasana langsung terasa begitu dingin, sesuai dengan habitat asli di mana para penguin itu berasal. Mereka berada di balik akuarium kaca dengan “rumah” menyerupai bongkahan es. Bentuk bongkahan es itu menjorok ke dalam air sehingga para penguin bisa berenang dan menyelam. Para pengunjung juga bisa melihat para penguin yang menyelam ke air dalam dari lantai bawah area tersebut.


    Oh iya, Bird Paradise ini beroperasi dari pukul 09.00 pagi sampai dengan 06.00 sore. Saran saya, kamu bisa datang pada sore hari sekitar tiga jam sebelum di tutup.

    Menurut saya, kamu memang membutuhkan waktu untuk bisa merasakan langsung bertemu dengan setiap burung di delapan aviari di sini yang semuanya patut untuk didatangi.

    3. Exploria



    Masih di kawasan Mandai Wildlife Reserve, Singapura, wisata edukasi terbaru yang menurut saya sangat patut untuk didatangi adalah Exploria. Exploria menawarkan pengalaman berbeda dari tempat lainnya yang ada di kawasan Mandai Wildlife Reserve, dengan memadukan teknologi untuk melihat dunia dari sisi lain.

    Saat masuk ke Exploria, pengunjung akan menemukan sebuah dinding dengan grafis bergerak. Di sini, saya harus memindai barcode yang ada di gelang tiket agar bisa berinteraksi secara digital dengan atraksi-atraksi yang ada di dalam. Nantinya, pengunjung bisa berburu “harta karun” di dalam atraksi dengan memindai barcode di gelang tiket.

    Setelah terdaftar, saya pun menyusuri lorong gelap hingga keluar di ruangan besar di mana tepat di tengahnya berada sebuah bola gelas berukuran sangat besar yang mengampilkan ribuan titik berwarna hijau, ungu, kuning, biru, hingga merah. Rasanya seperti melihat bola ajaib di film-film sihir, tetapi ini mungkin berkali-kali lipat lebih besar.


    Kemudian, pemandu pun meminta saya untuk memindai barcode di layar yang berada di bawah bola. Saya pun memasukkan nama dan memilih karakter avatar. Di layar ini, saya bisa mengetahui sudah atraksi mana saja yang sudah saya datangi hingga bermain gim interaktif.

    Oh iya, pemandu juga bercerita bahwa titik-titik di bola besar itu melambangkan interaksi pengunjung dengan lima atraksi yang ada di Exploria.

    Adapun, kelima atraksi tersebut adalah Realm of the Giants yang berlambang merah, Micro Worlds yang berwarna ungu, Infinite Wonderland yang berwarna hijau, World of Darkness yang berwarna biru, dan Bitdeer AI Extreme Frontiers yang berwarna kuning. Kelima atraksi ini akan menyajikan ceritanya sendiri. Sementara, tempat atraksi ini berada adalah di lingkaran ruangan utama.

    Saat sedang memperhatikan lokasi atraksi-atraksi itu berada, saya dihampiri oleh robot anjing yang bisa berinteraksi dengan pengunjung. Robot anjing ini bisa berdiri, membentuk hati dengan kakinya, hingga melambaikan tangan. Tentu saja, robot anjing ini dikendalikan oleh para petugas.

    Saya pun mencoba atraksi yang menjadi highlight di Exploria ini, yaitu Realm of the Giants. Saat masuk ke dalam ruangan, saya disambut dengan replika hewan-hewan purba yang ukurannya menyerupai aslinya, sesuai dengan namanya “alam para raksasa”.


    Saya memindai barcode gelang ke salah satu spot di mana terdapat pemindai. Kemudian, replika paus biru menyala. Pemandu mengatakan, artinya saya sudah mengoleksi “badge” dari paus biru di atraksi ini. Oh iya, kamu juga tidak perlu bingung mencari spot foto, karena sudah ada petunjuk agar kamu bisa mengambil latar terbaik di antara replika para hewan raksasa tersebut.

    Kemudian, saya mengantre untuk masuk ke dalam atraksi yang berada di sebuah ruangan di balik replika para raksasa. Setelah 10 menit menunggu, akhirnya saya masuk ke dalam sebuah ruangan bundar. Saat masuk, saya melihat lantai terbagi ke dalam beberapa area.


    Setelah seluruh pengunjung masuk, ada sebuah suara himbauan kepada para pengunjung untuk tetap berpegang tangan dan melapor kepada petugas jika merasa tidak nyaman. “Ada apa ini?” pikir saya, yang masuk ke dalam atraksi tanpa ekspektasi apa pun.

    Tak lama kemudian, lantai yang saya injak bergerak naik ke atas. Layar 360 derajat yang melingkari ruangan menampilkan pemandangan semesta dengan segala benda langitnya yang bercahaya. Ternyata, layar tersebut lah yang membawa saya menjelajahi waktu hingga 500 juta tahun lalu di mana para hewan raksasa tersebut masih hidup. Termasuk, menjelajahi bagaimana kepunahan terbesar di bumi terjadi. Selama berjelajah, lantai yang kami injak turut bergetar mengikuti ledakan maupun arungan arus. Rasanya benar-benar sedang berjelajah ke masa lalu.

    4. Flower Dome



    Bagi saya pecinta bunga, tentunya saya enggan melewatkan tempat wisata edukasi flora paling populer di Singapura, yakni Flower Dome, greenhouse terbesar di dunia dengan luas 1,2 hektar yang terletak di jantung kota Singapura, tepatnya di kawasan Marina Bay Sands.

    Di sini, para pengunjung bisa melihat lebih dekat tanaman-tanaman unik yang berasal dari berbagai habitat khas, mulai dari wilayah Mediterania, hingga sabana Afrika Selatan.

    Saat memasuki Flower Dome, saya disambut oleh anak-anak sekolah Singapura yang menawarkan pemandu gratis. Jika kamu ingin berkeliling sambil mendapatkan penjelasan lebih detil terkait bunga-bunga yang ada, pemandu gratis ini patut dicoba. Tetapi, saat itu saya memilih untuk berjalan-jalan tanpa pemandu.

    Ada sembilan area kebun yang menghadirkan jenis tanaman berbeda, yakni Succulent Garden, Baobabs (pohon kaki gajah), Australian Garden, South African Garden, South American Garden, Flower Field, Mediterranean Garden, California Garden, dan Olive Grove.

    Selain wisata edukasi, Flower Dome ini cocok sekali untuk berfoto-foto. Selain karena pemandangan bunga-bunganya yang cantik, cahaya matahari yang menyorot langsung dari balik atap kaca membuat foto kamu jadi semakin ciamik.


    Saya juga tak ketinggalan mengambil foto-foto di beberapa spot. Salah satu spot yang paling populer adalah sebuah dinding yang bagian atasnya sedikit bengkok berbahan cermin. Banyak sekali orang antre untuk mengambil foto di sini, termasuk saya.

    Saat tiba giliran saya, saya berdiri di titik tengah lalu mengarahkan kamera ke atas. Ternyata, cermin ini bisa menangkap refleksi dari bunga-bunga cantik yang ada di belakang saya.

    Oh iya, saat saya mengunjungi Flower Dome pada Sabtu (25/4/2026), kebetulan sedang ada acara Tulipmania, yakni pameran bunga tulip yang berpadu dengan mahakarya dari museum Rijksmuseum di Belanda. Acara kerjasama antara pemerintah Singapura dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda ini berlangsung pada 24 April sampai dengan 17 Mei 2026.

    Adanya pameran ini membuat suasana Flower Dome sekilas seperti di Eropa. Terdapat sebuah bangunan farm-house dengan kincir angin di atasnya. Kemudian, ada bangunan replika kastil dengan bata merah yang di dalamnya menampilkan replika lukisan-lukisan legendaris, termasuk “De Nachtwacht” mahakarya dari pelukis asal Belanda, Rembrandt van Rijn.

    Setelah melewati instalasi tersebut, saya langsung disambut oleh hamparan bunga tulip berwarna-warni yang bermekaran. Suasana yang cerah dengan warna-warna yang vibran seperti merah, kuning, dan oranye ini tak sadar membuat garis bibir saya terangkat ke atas.



    Nah, itulah empat tempat wisata edukasi di Singapura yang patut masuk ke dalam daftar destinasi liburan kamu bareng keluarga. Mana yang paling bikin kamu penasaran?

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dari Tambang ke Wisata, Nafas Baru Ekonomi Belitung

    By adm_imr15 Mei 20262 Views

    17 destinasi populer di Sentul dengan harga terjangkau

    By adm_imr15 Mei 20262 Views

    Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Selasa (12/5)

    By adm_imr15 Mei 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Semarang Raya Jadi Proyek Pertama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

    16 Mei 2026

    Keracunan MBG Menyerang 500 Siswa Klaten, Tambah Lagi 252 Siswa di Cakung

    16 Mei 2026

    4 destinasi wisata edukasi menarik di Singapura, eksplorasi sejarah

    16 Mei 2026

    Sembilan Kepala Kecamatan dan Kelurahan Makassar Ikut Pelatihan Pengelolaan Sampah di Malang

    16 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?