Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Priyo Sudibyo Pimpin DPD Perpamsi Jatim 2026-2030

    18 Mei 2026

    Ayah Josepha Alexandra, Peserta LCC 4 Pilar MPR RI, Punya Jabatan Penting

    18 Mei 2026

    Kiper Persebaya Yakin Menang, Andhika Hapus Kutukan Semen Padang

    18 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 18 Mei 2026
    Trending
    • Priyo Sudibyo Pimpin DPD Perpamsi Jatim 2026-2030
    • Ayah Josepha Alexandra, Peserta LCC 4 Pilar MPR RI, Punya Jabatan Penting
    • Kiper Persebaya Yakin Menang, Andhika Hapus Kutukan Semen Padang
    • Cara Mudah Menonaktifkan Shopee PayLater, Cek Syaratnya!
    • Dua Warga Maros Ditipu, Bayar Rp60 Juta untuk Jadi Anggota Satpol PP Sulsel
    • Jadwal Shalat Jumat 15 Mei 2026 di Kota-Kota Besar Indonesia
    • Atrial Fibrilasi: Tanda dan Penanganan Risiko Stroke
    • Titi DJ bagikan rahasia kulit glowing dengan retinol alami!
    • Ferdy Sambo Kuliah S2 Teologi dari Penjara dengan Beasiswa, Ini Penjelasan Ditjen Pas
    • Panduan lengkap ke Saloka Theme Park dengan tips liburan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Atrial Fibrilasi: Tanda dan Penanganan Risiko Stroke

    Atrial Fibrilasi: Tanda dan Penanganan Risiko Stroke

    adm_imradm_imr18 Mei 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mengenal Atrial Fibrilasi dan Bahayanya Terhadap Stroke

    Gangguan irama jantung sering kali tidak disadari, padahal kondisi ini dapat menjadi pemicu masalah kesehatan yang lebih serius. Salah satu gangguan irama jantung yang perlu diwaspadai adalah atrial fibrilasi, yaitu kondisi ketika detak jantung menjadi tidak teratur dan sering kali muncul tanpa gejala yang jelas. Jika tidak ditangani dengan baik, atrial fibrilasi dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di jantung yang kemudian mengalir ke otak dan memicu stroke.

    Dampaknya tidak main-main, mulai dari disabilitas jangka panjang hingga risiko kematian. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dalam berbagai situasi, termasuk saat seseorang sedang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berat yang memacu kerja jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara atrial fibrilasi dan stroke, mulai dari gejala, diagnosis, hingga penanganan yang tepat agar komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.

    Menurut dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.J.P Subsp.Ar (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah, atrial fibrilasi (AF) merupakan gangguan irama jantung yang tidak teratur dan dapat bersifat sementara maupun permanen. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko gagal jantung serta stroke.

    Atrial fibrilasi menjadi salah satu gangguan irama jantung yang paling sering ditemukan, terutama pada usia lanjut dan penderita hipertensi. Gejala yang umum dirasakan antara lain jantung berdebar seperti habis berlari atau naik tangga. Namun, pada beberapa kasus, keluhan hanya berupa rasa tidak nyaman di dada, mudah lelah, atau sesak napas. Pada kondisi atrial fibrilasi, terjadi gangguan atau “korsleting” pada sistem kelistrikan jantung. Jika normalnya jantung hanya memiliki satu pusat impuls listrik, pada atrial fibrilasi muncul banyak impuls listrik yang tidak teratur. Akibatnya, denyut jantung menjadi cepat dan tidak beraturan, bahkan dapat melebihi 110 kali per menit. Kondisi inilah yang membuat pasien merasakan jantung berdebar, tidak nyaman, dan cepat lelah.

    dr. Dony Yugo menjelaskan “bahwa risiko atrial fibrilasi meningkat seiring bertambahnya usia. Selain faktor degeneratif atau penuaan, kondisi ini juga dapat dipicu oleh hipertensi, penyakit jantung, gangguan tiroid, hingga gangguan tidur seperti obstructive sleep apnea. Banyak orang menganggap mendengkur sebagai hal biasa, padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan tidur yang berkaitan dengan atrial fibrilasi.”

    Meski jarang menyebabkan kematian mendadak, atrial fibrilasi tetap merupakan kondisi yang berbahaya. Risiko kematian pada penderita atrial fibrilasi diketahui meningkat 1,5 hingga 3,5 kali lebih tinggi dibandingkan orang dengan irama jantung normal. Komplikasi yang paling ditakuti adalah stroke. Bahkan sekitar 20–30 persen kasus stroke disebabkan oleh atrial fibrilasi. Selain stroke, kondisi ini juga dapat memicu gagal jantung, penurunan fungsi kognitif, depresi, hingga menurunkan kualitas hidup pasien.

    “Deteksi atrial fibrilasi sebenarnya dapat dilakukan dengan cara sederhana. Salah satunya melalui pemeriksaan denyut nadi atau tekanan darah. Bila denyut nadi lebih dari 100 kali per menit dan terasa tidak teratur, kondisi ini perlu diwaspadai. Pemeriksaan juga dapat dilakukan secara mandiri dengan meraba denyut nadi atau menggunakan smartwatch,” ujarnya lagi.

    Jika atrial fibrilasi sudah terdiagnosis, pengobatan dapat dilakukan melalui pemberian obat-obatan maupun tindakan ablasi kateter. Pada prosedur ablasi, dokter akan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di paha menuju jantung untuk mencari area yang mengalami gangguan listrik atau “korsleting”, kemudian memperbaikinya menggunakan energi panas, dingin, atau teknologi terbaru yang disebut pulsed field ablation. Meski biaya ablasi tergolong mahal karena penggunaan alat berteknologi tinggi, tindakan ini dinilai lebih efektif dan ekonomis dalam jangka panjang dibandingkan pasien harus berulang kali menjalani rawat inap akibat kekambuhan.

    Pada kesempatan yang sama, dr. Andre, Sp.N, Dokter Spesialis Neurologi RS Pondok Indah – Pondok Indah, menjelaskan lebih lanjut mengenai stroke akibat atrial fibrilasi. Menurutnya, stroke iskemik merupakan salah satu komplikasi paling serius dari atrial fibrilasi. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu secara mendadak sehingga menyebabkan kerusakan sel-sel otak. Otak memiliki fungsi yang sangat kompleks dan kemampuan regenerasi yang sangat terbatas. Karena itu, setiap menit sangat berharga dalam penanganan stroke. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang menyelamatkan fungsi otak dan mengurangi risiko kecacatan.

    Secara umum, stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke sumbatan (stroke iskemik) dan stroke perdarahan. Pada stroke iskemik, pembuluh darah otak tersumbat oleh bekuan darah sehingga suplai oksigen ke otak terhenti. Pada penderita atrial fibrilasi, irama jantung yang tidak teratur membuat aliran darah di jantung menjadi turbulen sehingga mudah terbentuk bekuan darah. Bekuan darah tersebut dapat terlepas, terbawa aliran darah menuju otak, lalu menyumbat pembuluh darah besar dan menyebabkan stroke berat.

    Gejala stroke dapat dikenali melalui singkatan “SEGERA ke rumah sakit”, yaitu:
    * Senyum tidak simetris atau wajah mencong
    * Gerak melemah pada salah satu sisi tubuh
    * Bicara pelo atau sulit berbicara
    * Kebas pada separuh tubuh
    * Rabun atau gangguan penglihatan mendadak
    * Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba

    Jika gejala-gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit. Penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan waktu. Pengobatan terbaik dilakukan dalam golden period kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

    “Pada fase awal stroke, masih terdapat area otak yang belum mengalami kerusakan permanen sehingga masih dapat diselamatkan. Karena itu, terapi seperti trombolisis atau trombektomi harus segera dilakukan untuk membuka sumbatan pembuluh darah,” ungkapnya.

    Faktor risiko stroke terdiri dari faktor yang tidak dapat diubah, seperti usia, jenis kelamin, dan faktor genetik, serta faktor yang dapat dikendalikan seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, kurang olahraga, dan atrial fibrilasi. Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, di antaranya rutin memeriksakan kesehatan, berhenti merokok, berolahraga minimal 30 menit sebanyak lima kali seminggu, menjaga pola makan sehat, cukup istirahat, dan mengelola stres dengan baik. Bagi pasien yang pernah mengalami stroke, rehabilitasi dan fisioterapi memiliki peran penting untuk membantu pemulihan fungsi tubuh sekaligus menjaga kualitas hidup pasien.

    Sebagai penutup, dr. Andre menegaskan pentingnya untuk tidak mengabaikan gejala stroke. Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit karena dalam penanganan stroke berlaku prinsip “time is brain”, semakin cepat ditangani maka semakin besar peluang pasien untuk pulih dengan baik.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Hantavirus Ditemukan di Jabar, Karawang Masih Bebas Kasus

    By adm_imr18 Mei 20261 Views

    16 Masalah Kesehatan Umum pada Bayi di Bawah Satu Tahun

    By adm_imr18 Mei 20263 Views

    Epidemiolog UGM: Wabah Hantavirus Terkait Tikus

    By adm_imr18 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Priyo Sudibyo Pimpin DPD Perpamsi Jatim 2026-2030

    18 Mei 2026

    Ayah Josepha Alexandra, Peserta LCC 4 Pilar MPR RI, Punya Jabatan Penting

    18 Mei 2026

    Kiper Persebaya Yakin Menang, Andhika Hapus Kutukan Semen Padang

    18 Mei 2026

    Cara Mudah Menonaktifkan Shopee PayLater, Cek Syaratnya!

    18 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?