Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    10 October 2026
    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    10 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar

    Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar

    10 October 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Saturday, 10 October 2026
    Trending
    • Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif
    • Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial
    • Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar
    • Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi
    • Rahasia Menabung Efektif Melalui Pengelolaan Kebiasaan Kecil yang Sering Terabaikan
    • Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Musim Pancaroba Melalui Kebiasaan Sederhana Sehari-hari
    • Menagih Janji Kesejahteraan Guru Honorer demi Masa Depan Pendidikan Sekolah Negeri Indonesia
    • Seni Mengelola Stamina Bintang Eropa di Tengah Gempuran Jadwal Padat Kompetisi
    • Menanamkan Jiwa Spiritual pada Generasi Digital Tanpa Mengorbankan Masa Depan Global
    • Awalnya Dikira Selingkuh, Pengakuan Pegawai Taman Krida Budaya Ini Justru Bikin Syok!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Retribusi Miliaran, Nasib Pedagang Pasar Pagi Kota Batu Tak Jelas, Seperti Diperas

    Retribusi Miliaran, Nasib Pedagang Pasar Pagi Kota Batu Tak Jelas, Seperti Diperas

    adm_imradm_imr20 May 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Masalah yang Dihadapi Pedagang Pasar Pagi Kota Batu

    Pasar Pagi Kota Batu, yang berada di jalanan dan halaman parkir Pasar Induk Among Tani, ternyata memiliki perputaran uang yang sangat besar setiap tahunnya. Namun, nasib para pedagang justru terlihat tidak menjanjikan. Mereka menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan pasar yang masih belum jelas.

    Perputaran Uang yang Besar

    Meskipun jumlah pendapatan dari pasar ini mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya, para pedagang tidak mendapatkan manfaat yang sepadan. Sebaliknya, mereka harus membayar retribusi yang cukup tinggi. Setiap hari, para pedagang harus membayar retribusi Dinas sebesar Rp 4.000 per orang. Jika dikalkulasi dalam setahun, total retribusi tersebut mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.

    Retribusi ini dikenakan berdasarkan luasan lahan jualan masing-masing pedagang. Rata-rata setiap pedagang menggunakan 2 meter persegi, dengan tarif tiap meter persegi sebesar Rp 2.000.

    Selain itu, setiap harinya juga ada retribusi tambahan sebesar Rp 8.000 untuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sebagai biaya pengangkutan lapak dan sampah. Hitungan tahunan dari retribusi ini mencapai lebih dari Rp 2,4 miliar.

    Jika semua retribusi dihitung, total pendapatan dari hasil retribusi pedagang saja mencapai lebih dari Rp 3,6 miliar setiap tahunnya. Namun, pertanyaannya adalah, ke mana aliran dana tersebut?

    Kehidupan Para Pedagang

    Setiap hari, para pedagang mengeluarkan sedikitnya Rp 12.000 hanya untuk retribusi. Belum lagi biaya-biaya lain seperti pengangkutan dagangan dan lainnya. Agus Sumaji, salah satu pedagang cabai di Pasar Pagi, menjelaskan bahwa jumlah pedagang awalnya sebanyak 1.097 orang. Saat ini, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 850 orang karena banyak yang bangkrut dan tidak lagi berjualan.

    Agus juga menjelaskan bahwa awal mula terbentuknya wadah pedagang ini bermula dari imbauan dinas terkait, jauh sebelum pembangunan Pasar Induk Among Tani dilakukan. Saat itu, dinas mengarahkan agar seluruh pedagang disatukan dalam satu organisasi yang diberi nama Paguyuban Maja Manis. Tujuannya adalah agar hak serta kesejahteraan para pedagang dapat terjamin secara maksimal dan merata.

    Perpindahan Lokasi dan Ketidakpastian

    Seiring berjalannya waktu, sempat terjadi pemindahan lokasi pedagang ke area Stadion Brantas Kota Batu, menyusul rencana pembongkaran dan renovasi pasar. Namun, setelah masa pemindahan usai, para pedagang ternyata tidak dikembalikan ke lokasi utama Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Akhirnya, para pedagang terpaksa menempati lahan parkir di kawasan pasar tersebut karena belum memiliki tempat usaha yang pasti.

    Agus menegaskan harapan utama para pedagang adalah menagih janji serta adanya kepastian hukum dan tata kelola yang rapi dari Pemkot Batu. Janji itu kini kembali ditagih oleh pedagang Pasar Pagi karena dulu sebelumnya Dinas berwenang sempat menjanjikan keberadaan Unit Pelayanan Teknis (UPT) akan menyatukan pengelolaan Pasar Pagi dan Pasar Siang dalam satu atap manajemen yang tertib, terpadu, dan jelas.

    Harapan Pedagang

    “Kami hanya ingin ini semua jelas,” ujar Agus. “Untuk apa dulu di data semuanya, tapi sekarang nyatanya kami masih berada di jalanan dan halaman parkir. Kami ingin dikelola dalam satu atap yang sama, supaya tertib dan tidak membingungkan.”


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kepala SMPN 18 Malang Diperiksa Usai Dugaan Kekerasan terhadap Siswa

    By redaksi25 September 20264,441 Views

    Waspada Modus Pembeli Borongan, Toko Sembako Adib Nyaris Jadi Sasaran Penipuan

    By redaksi12 September 20267,035 Views

    Bukan jumlah, Mazda fokus pada optimalisasi dealer yang ada

    By adm_imr26 August 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    Menjembatani Jurang Antara Ijazah Perguruan Tinggi dan Realitas Dunia Kerja Industri Kreatif

    10 October 2026
    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    Jempol Cepat Berbuah Petaka: Bahaya Rumor Digital dan Urgensi Tabayyun di Media Sosial

    10 October 2026
    Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar

    Seni Merawat Diri Tanpa Kuras Kantong Melalui Kebiasaan Sederhana Berdampak Besar

    10 October 2026
    Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi

    Seni Mendampingi Anak Belajar di Rumah Tanpa Drama dan Emosi

    10 October 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 February 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 June 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?