Latar Belakang Ayah Ocha yang Menarik Perhatian
Josepha Alexandra, atau lebih dikenal sebagai Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak, kini menjadi sorotan publik setelah viral dalam acara Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Selain keberaniannya memprotes keputusan juri, latar belakang keluarga Ocha juga menarik perhatian. Ayahnya, Andre Kuncoro, memiliki riwayat karier yang cukup mengesankan di bidang pemberdayaan masyarakat dan pertanian.
Andre Kuncoro saat ini bekerja sebagai Staf Ahli Pertanian di Lembaga Gemawan. Sebelumnya, ia pernah menjadi Tenaga Ahli di Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi serta terlibat dalam berbagai program pemerintah seperti PNPM Mandiri Pedesaan pada tahun 2007. Ia juga pernah menjabat sebagai Koordinator TPP Kapuas Hulu Program P3MD Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi pada tahun 2021.
Keberanian Ocha Menjadi Sorotan
Keberanian Ocha dalam menyuarakan keadilan di depan juri LCC 4 Pilar MPR RI menjadi perhatian publik. Saat itu, ia dinyatakan salah meski jawabannya sama dengan peserta lain yang mendapat poin. Peristiwa tersebut viral di media sosial hingga memunculkan simpati luas dari masyarakat.
Andre Kuncoro memberikan tanggapan terkait keberanian putrinya. Ia menyebut bahwa keberanian Ocha adalah contoh bagaimana seorang anak kecil bisa menyuarakan kebenaran dan keadilan. Baginya, menang atau kalah bukanlah hal utama selama proses kompetisi berjalan sportif. “Berkah yang luar biasa dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Dalam lomba itu sportivitas harus dijunjung tinggi. Menang atau kalah itu biasa, yang penting prosesnya,” katanya.
Andre berharap keberanian Ocha bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak takut menyuarakan kebenaran. “Kebenaran tetap harus jadi kebenaran, dan keadilan harus tetap dijaga,” ujarnya.
Sosok Ocha di Mata Keluarga
Menurut Andre, Ocha adalah sosok yang pendiam dan sangat gemar belajar. Putrinya lebih senang berada di kamar dengan laptopnya daripada bermain di luar rumah. Meski begitu, Ocha aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia rutin membantu membina anak-anak di kawasan Taman Catur Untan dengan kegiatan edukasi seperti mewarnai, melukis, dan mengajarkan pelajaran kepada anak-anak kecil.
Andre mengaku keluarga terkadang khawatir melihat kebiasaan belajar Ocha yang intens. Namun, ia menilai putrinya memang menikmati proses tersebut. “Ocha hobinya memang di depan laptop belajar. Kadang kami orang tua juga khawatir, ini anak nggak stres. Tapi memang dia suka,” katanya.
Beasiswa dan Masa Depan Ocha
Setelah polemik LCC 4 Pilar viral, Ocha menerima tawaran beasiswa kuliah gratis ke China dari anggota MPR RI Rifqinizamy Karsayuda. Namun, tawaran tersebut dinilai janggal oleh TikToker Bima Yudho. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap tawaran beasiswa tersebut, termasuk alasan hanya Ocha yang mendapat beasiswa sementara anggota regu lainnya tidak.
Bima menyarankan Ocha agar tidak langsung menerima beasiswa tersebut. Ia menilai tawaran itu mungkin merupakan upaya meredam polemik dalam LCC Empat Pilar MPR RI. Selain itu, Bima mempertanyakan alasan Ocha diberi beasiswa ke China, mengingat jurusan yang diminati seperti komunikasi, politik, atau seni kurang cocok jika kuliah di China.
Bima juga menyarankan Ocha mencari beasiswa langsung dari kampus atau pemerintah negara tujuan, bukan menerima tawaran dari pihak MPR. “Semangat Josepha jangan mau dijadikan alat politik,” katanya.
Penutup
Keberanian Ocha dalam menyuarakan keadilan dan kebenaran menjadi inspirasi bagi banyak orang. Meski ada isu-isu yang muncul terkait tawaran beasiswa, semangatnya tetap menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat berani menyuarakan kebenaran. Dengan dukungan keluarga dan masyarakat, Ocha diharapkan dapat menjalani masa depan yang cerah.






