Perkembangan Teknologi Chip AI dari Anker Innovations
Selama hampir 80 tahun, arsitektur chip modern telah dibangun berdasarkan konsep yang diperkenalkan oleh John von Neumann pada 1945. Konsep ini memisahkan unit pemrosesan dan memori, lalu memindahkan data di antara keduanya secara terus-menerus untuk menjalankan instruksi. Pendekatan ini menjadi fondasi berbagai perangkat komputasi, mulai dari komputer mainframe, desktop, hingga pusat data.
Namun, perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai menunjukkan keterbatasan dari model tersebut. Pada jaringan saraf (neural network), jutaan parameter diproses secara bersamaan. Di perangkat wearable, perpindahan data antara memori dan prosesor justru menghabiskan lebih dari 90 persen konsumsi daya chip, sehingga energi yang tersisa untuk komputasi menjadi sangat minim.
Untuk menjawab tantangan itu, Thus dari Anker Innovations menghadirkan pendekatan baru dengan menempatkan proses komputasi langsung di dalam sel memori NOR Flash, lokasi tempat model AI disimpan. Dengan metode ini, parameter model tidak lagi perlu dipindahkan bolak-balik, sehingga konsumsi daya dapat difokuskan sepenuhnya untuk proses komputasi AI.
Inovasi Chip AI Pertama yang Mengubah Dunia
Chip AI Thus pertama kali diperkenalkan melalui perangkat earbuds dan diklaim mampu menghadirkan performa komputasi AI hingga 150 kali lebih tinggi untuk fitur environmental noise cancellation dibandingkan generasi earphone flagship Anker sebelumnya. Fitur perdana yang dibawa chip ini adalah Clear Calls, yang menjalankan neural network berukuran besar sepenuhnya secara on-device.
Teknologi tersebut didukung delapan mikrofon MEMS dan dua sensor bone conduction untuk menghasilkan kualitas suara panggilan yang lebih jernih dalam berbagai kondisi lingkungan. Selain itu, Anker juga memperkenalkan fitur AI lain seperti Signature Sound dan Voice Control dalam ajang Anker Day.
“Hingga saat ini, setiap chip AI yang diciptakan selalu menyimpan model di satu sisi dan melakukan komputasi di sisi lainnya. Untuk dapat berpikir, perangkat harus memindahkan seluruh parameter tersebut bolak-balik, berkali-kali per detik, di setiap proses inferensi. THUS™ menempatkan komputasi langsung di tempat model itu berada. Dengan demikian, model tersebut tidak perlu berpindah tempat lagi,” ujar Steven Yang dalam keterangannya.
Produk Earbuds dengan Teknologi Terbaru
Produk earbuds pertama yang menggunakan chip AI Thus adalah soundcore Liberty 5 Pro dan Liberty 5 Pro Max. Kedua perangkat tersebut dibekali fitur Whisper Clear Calls yang mengandalkan model AI neural network dengan total 10 sensor untuk menangkap suara lebih jelas di berbagai situasi. Teknologi kualitas panggilannya bahkan telah memperoleh sertifikasi Guinness World Record.
Khusus Liberty 5 Pro Max, perangkat ini juga membawa inovasi earbuds dengan layar pintar pertama di dunia yang dilengkapi AI Note-Taker. Melalui layar AMOLED 1,78 inci pada casing, perangkat dapat merekam rapat, membuat transkrip otomatis, hingga merangkum action items secara langsung di perangkat tanpa perlu koneksi cloud. Produk ini dijadwalkan hadir di Indonesia pada Juni mendatang.
Gelaran Anker Day 2026 dan Inovasi Baru
Sementara itu, Anker Innovations sendiri kembali menggelar Anker Day 2026 bertema Where Ultimate Meets Possible di STORIED, New York City. Dalam gelaran tahun ini, Anker memperkenalkan sejumlah inovasi dari berbagai merek di bawah naungannya. Dari lini soundcore, hadir Liberty 5 Pro dan Liberty 5 Pro Max yang menjadi earbuds pertama dengan dukungan chip AI Thus.
Selain itu, diperkenalkan pula platform AI VibeOS dan Nebula SpaceFlow. Dari lini energi, Anker SOLIX S2000 hadir sebagai power back-up station rumahan berkapasitas 2kWh dengan daya tahan yang diklaim terlama di dunia. Sementara itu, eufy menghadirkan EdgeAgent, agen keamanan rumah berbasis AI, serta produk smart baby care terbaru.
Seluruh inovasi tersebut memang ditopang oleh AI Thus, platform chip AI milik Anker yang disebut sebagai chip audio AI compute-in-memory berbasis neural network pertama di dunia.
Sejarah Perjalanan Anker Innovations
Perjalanan Anker sendiri dimulai dari produk power bank. Perusahaan yang berdiri pada 2011 itu meluncurkan power bank ultra-tipis 4.500mAh pada 2012 sebagai produk pertamanya. Dari sana, Anker terus mengembangkan berbagai teknologi pengisian daya dan perangkat elektronik yang berfokus pada performa tinggi dan desain ringkas.
Sejumlah tonggak inovasi kemudian lahir, mulai dari teknologi PowerIQ untuk pengisian cepat lintas perangkat, penggunaan material Gallium Nitride (GaN) pada charger, hingga pengembangan charger ultra-kompak berdaya tinggi. Anker juga memperkenalkan GaNPrime, sistem distribusi daya pintar untuk charger multi-port, wall charger 240W, teknologi kabel retractable InstaCord, hingga UltraDura yang berfokus pada daya tahan perangkat.







