Infomalangraya.com,
JAKARTA — Sebuah badai musim dingin besar mengguncang sebagian besar wilayah Amerika Serikat. Cuaca yang tidak biasa ini mencakup salju tebal, hujan es, dan suhu yang sangat rendah. Kondisi ini menyebabkan pemadaman listrik yang meluas, kerusakan lingkungan, serta gangguan besar terhadap pergerakan masyarakat dari kawasan Selatan hingga Timur Laut AS.
Badai yang diberi nama Winter Storm Fern ini memengaruhi sedikitnya 34 negara bagian dan berdampak pada sekitar 220 juta penduduk. Wilayah yang terkena dampak meliputi Plains, Selatan, Midwest, hingga New England.
Hingga malam Minggu (25/1/2026), lebih dari 900.000 warga mengalami pemadaman listrik. Daerah yang paling terdampak adalah kawasan Selatan, yang tidak terbiasa dengan cuaca musim dingin ekstrem. Banyak pohon tumbang, jalan kampus tertutup, dan beberapa daerah mengalami pemadaman listrik sementara.
Salju lebat bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi. Hujan es juga menjadi masalah besar bagi perusahaan listrik. Bahkan lapisan es yang tipis dapat memberikan beban tambahan yang signifikan pada jaringan listrik dan pepohonan. Hal ini meningkatkan risiko pemadaman listrik.
“Lapisan es yang tipis saja bisa menambah beban hingga ratusan kilogram, sehingga kabel dan pohon melengkung,” kata Georgia Power, seperti dikutip dari The Washington Post.
Kondisi ini semakin berisiko di wilayah Selatan AS, yang tidak memiliki standar pembersihan pohon seketat negara bagian di Utara. Salju setebal lebih dari 30 sentimeter tercatat di beberapa negara bagian seperti New York, Pennsylvania, Ohio, dan New Jersey. Sementara itu, hujan es dengan ketebalan lebih dari setengah inci dilaporkan di Alabama, Georgia, Louisiana, Mississippi, hingga Texas. Hal ini memperparah risiko kerusakan infrastruktur dan jaringan listrik.
Selain ancaman salju dan es, cuaca ekstrem ini juga disertai fenomena atmosfer lain yang berbahaya. Badai tersebut memicu peringatan tornado di beberapa wilayah Florida Panhandle. Ini menambah kompleksitas risiko cuaca yang harus dihadapi otoritas setempat.
Dampak badai diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Gelombang udara Arktik diproyeksikan menjaga suhu siang hari tetap berada di bawah titik beku hingga pertengahan pekan. Kondisi ini berpotensi memperpanjang pemadaman listrik serta meningkatkan risiko jalanan kembali membeku pada malam hari, meski badai utama telah berlalu.
Tantangan Cuaca Ekstrem
Pemadaman Listrik Massal
Pemadaman listrik terjadi di banyak wilayah, terutama di kawasan Selatan yang tidak terbiasa dengan kondisi musim dingin. Jumlah warga yang terdampak mencapai lebih dari 900.000 orang.Hujan Es dan Salju Tebal
Hujan es dengan ketebalan lebih dari setengah inci tercatat di beberapa negara bagian, termasuk Alabama, Georgia, dan Texas. Salju tebal juga mengguyur wilayah seperti New York dan Pennsylvania.Risiko Kerusakan Infrastruktur
Beban tambahan dari lapisan es dan salju tebal menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik dan pepohonan. Perusahaan listrik mengkhawatirkan peningkatan risiko pemadaman akibat hal ini.Peringatan Tornado
Badai ini memicu peringatan tornado di beberapa wilayah, termasuk Florida Panhandle. Otoritas setempat harus menghadapi berbagai risiko cuaca yang kompleks.
Proyeksi Cuaca Berikutnya
Gelombang udara Arktik diproyeksikan tetap memengaruhi suhu di sebagian besar wilayah AS hingga pertengahan pekan. Meskipun badai utama telah berlalu, suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan jalanan kembali membeku, terutama pada malam hari. Hal ini berpotensi memperpanjang pemadaman listrik dan memengaruhi mobilitas masyarakat.
Cuaca ekstrem ini menunjukkan pentingnya persiapan dan respons cepat dari pihak berwenang. Masyarakat diwajibkan untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini mengenai kondisi cuaca.







