Ringkungan Pemahaman Ayat dan Hadis dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Kelas 10 MA Semester 2
Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) semester 2 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan konsep manusia sebagai khalifah di bumi, keikhlasan dalam beribadah, serta pentingnya mensyukuri nikmat Allah. Selain itu, materi ini juga menekankan tanggung jawab moral manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Siswa diajak untuk memahami hubungan antara wahyu dan tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap ikhlas, syukur, dan kepedulian terhadap alam sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis.
Untuk membantu guru dalam menyusun perangkat penilaian dan memberikan latihan mandiri bagi siswa, berikut disajikan 40 contoh soal SAS Al-Qur’an Hadis Kelas 10 MA Semester 2 secara lengkap:
Soal-soal Pilihan Ganda
- Kemurnian dan keotentikan Al-Qur’an dijamin langsung oleh Allah SWT dari segala bentuk pemalsuan, perubahan, maupun reduksi teks oleh tangan manusia hingga akhir zaman. Jaminan pemeliharaan ini secara eksplisit termaktub dalam Al-Qur’an Surah ….
- A. Al-Hijr ayat 9
- B. Al-Baqarah ayat 2
- C. Al-Isra ayat 88
- D. Al-Maidah ayat 3
- E. An-Nahl ayat 89
Kunci Jawaban : A. Al-Hijr ayat 9
Al-Qur’an menantang siapapun yang meragukan kebenarannya untuk membuat karya yang serupa. Tantangan tersebut diberikan secara bertahap, mulai dari membuat kitab yang semisal, membuat sepuluh surah, hingga tantangan terakhir yang paling realistis bagi kemampuan manusia, yaitu membuat ….
- A. Satu juz yang setara
- B. Satu surah saja yang semisal
- C. Satu ayat pendek yang puitis
- D. Satu bait syair bahasa Arab kuno
- E. Sebuah sistem hukum yang menyerupainya
Kunci Jawaban : B. Satu surah saja yang semisal
Perhatikan narasi berikut! “Seorang orientalis mencoba menyisipkan satu kata di dalam mushaf Al-Qur’an digital dengan tujuan mengubah makna hukum. Namun, dalam hitungan jam, aplikasi tersebut langsung mendeteksi kejanggalan dan ribuan penghafal Al-Qur’an di seluruh dunia menyuarakan kekeliruan tersebut.” Peristiwa pada narasi di atas merupakan bukti empiris dari kemukjizatan Al-Qur’an dalam bidang ….
- A. I’jaz tasyri’i (kemukjizatan hukum)
- B. I’jaz ilmi (kemukjizatan sains)
- C. I’jaz lughawi (kemukjizatan kebahasaan dan pemeliharaan teks)
- D. I’jaz ghaibi (kemukjizatan berita gaib)
- E. I’jaz adadi (kemukjizatan numerik/angka)
Kunci Jawaban : C. I’jaz lughawi (kemukjizatan kebahasaan dan pemeliharaan teks)
Ditinjau dari segi bahasa, kata “Hadis” memiliki beberapa arti fundamental. Di bawah ini yang bukan merupakan arti kata hadis secara etimologi (bahasa) adalah ….
- A. Al-Jadid (yang baru)
- B. Al-Qarib (yang dekat)
- C. Al-Khabar (warta atau berita)
- D. Al-Qadim (yang terdahulu/lama)
- E. Al-Haditsah (kejadian/peristiwa)
Kunci Jawaban : D. Al-Qadim (yang terdahulu/lama)
Segala ucapan, perbuatan, ketetapan (taqrir), serta sifat fisik maupun akhlak yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW setelah beliau diangkat menjadi Rasul disebut sebagai ….
- A. Sunnah
- B. Hadis
- C. Khabar
- D. Atsar
- E. Sanad
Kunci Jawaban : B. Hadis
Perhatikan ilustrasi berikut! “Ketika para sahabat melakukan suatu tindakan di hadapan Nabi Muhammad SAW atau tindakan tersebut sampai kepada berita beliau, lalu beliau diam (tidak melarang dan tidak menyuruh) sebagai tanda membolehkannya.” Jenis hadis yang lahir dari ilustrasi sikap Rasulullah SAW di atas dikategorikan sebagai hadis ….
- A. Hadis Qauli
- B. Hadis Fi’li
- C. Hadis Taqriari
- D. Hadis Sifati
- E. Hadis Qudsi
Kunci Jawaban : C. Hadis Taqriari
Di dalam struktur studi hadis, terdapat istilah “Khabar” dan “Atsar”. Mayoritas ulama ahli hadis (muhadditsin) memberikan batasan bahwa istilah Atsar lebih sering digunakan untuk merujuk pada perkataan atau perbuatan yang berasal dari ….
- A. Tabi’in saja
- B. Para Sahabat Nabi dan Tabi’in
- C. Allah SWT yang redaksinya dari Nabi
- D. Khulafaur Rasyidin saja
- E. Para ulama madzhab fiqih
Kunci Jawaban : B. Para Sahabat Nabi dan Tabi’in
Perhatikan potongan ayat dari QS. An-Najm: 3-4 berikut: وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٣﴾ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ﴿٤ Ayat di atas menjadi legitimasi teologis yang sangat kuat bahwa hadis berkedudukan sebagai sumber hukum Islam yang kedua karena ….
- A. Hadis memiliki kedudukan yang mutlak setara dalam segala aspek dengan Al-Qur’an
- B. Setiap ucapan dan ketetapan hukum dari Rasulullah SAW dibimbing oleh wahyu Allah SWT
- C. Rasulullah SAW memiliki kewenangan penuh merombak hukum Al-Qur’an yang sulit
- D. Hadis diturunkan secara mutawatir seperti halnya redaksi Al-Qur’an
- E. Sahabat wajib menuliskan hadis bersamaan dengan penulisan lembaran Al-Qur’an
Kunci Jawaban : B. Setiap ucapan dan ketetapan hukum dari Rasulullah SAW dibimbing oleh wahyu Allah SWT
Di dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 43 terdapat perintah yang berbunyi: “Dan laksanakanlah salat”. Ayat ini bersifat global (mujmal) karena tidak menjelaskan teknis waktu, jumlah rakaat, dan rukun-rukun salat. Kemudian Rasulullah SAW menjelaskannya secara detail melalui hadisnya. Dalam hal ini, hadis berfungsi sebagai ….
- A. Bayan At-Taqrir (menguatkan hukum Al-Qur’an)
- B. Bayan At-Tafsir/Al-Bayan al-Mufassal (merinci ayat yang global)
- C. Bayan At-Tasyri’ (mewujudkan hukum baru yang tidak ada di Al-Qur’an)
- D. Bayan An-Nasakh (menghapus ketentuan hukum Al-Qur’an)
- E. Bayan Al-Muqayyad (membatasi ayat yang mutlak)
Kunci Jawaban : B. Bayan At-Tafsir/Al-Bayan al-Mufassal (merinci ayat yang global)
Di dalam QS. Al-Maidah ayat 38, Allah SWT menetapkan hukuman potong tangan bagi pencuri secara mutlak tanpa membatasi bagian tangan mana yang dipotong dan batas minimal nilai barang yang dicuri. Lalu hadis Nabi datang membatasi bahwa yang dipotong adalah tangan kanan hingga pergelangan tangan dengan batasan nilai tertentu. Fungsi hadis terhadap Al-Qur’an dalam konteks ini disebut ….
- A. Bayan At-Takhsis (mengkhususkan ayat yang umum)
- B. Bayan At-Taqyid (membatasi ayat yang mutlak)
- C. Bayan At-Tafsir (merinci ayat yang global)
- D. Bayan At-Tasyri’ (menetapkan hukum mandiri)
- E. Bayan Al-Isytiraq (menyamakan hukum hukum)
- Kunci Jawaban : B. Bayan At-Taqyid (membatasi ayat yang mutlak)







