Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Wamenag Romo Syafi’i Buka Rahasia Penyelenggaraan Haji 2026, Mulai Transportasi hingga Armuzna

    7 Juni 2026

    Bocor! 3 Alasan Kritis Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Nomor Dua Jadi Kunci

    7 Juni 2026

    Sumatra Kembali Memanas, Karhutla 2019 Terulang Lagi?

    7 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 7 Juni 2026
    Trending
    • Wamenag Romo Syafi’i Buka Rahasia Penyelenggaraan Haji 2026, Mulai Transportasi hingga Armuzna
    • Bocor! 3 Alasan Kritis Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Nomor Dua Jadi Kunci
    • Sumatra Kembali Memanas, Karhutla 2019 Terulang Lagi?
    • Pria Bawa Bom Kunci Diri di Bank California, Banyak Orang Terjebak
    • Niat dan Tata Cara Sholat Dzuhur serta Qobliyah, Lengkap Dzikir
    • 7 Manfaat Luar Biasa Buah Kesemek yang Tidak Banyak Diketahui
    • 10 tempat makan gado-gado legendaris di Jakarta yang wajib dicoba oleh penggemar kuliner Betawi
    • PLN Tegaskan Tarif Listrik Tetap, Ungkap Penyebab Tagihan Pelanggan Membengkak
    • Jamaah Haji Sidrap Pakai Baju Mispa di Maros, PPIH Ingatkan Jaga Aurat
    • Film Dokumenter Timnas Indonesia: Kehidupan yang Menginspirasi Generasi Muda Melalui Coaching Clinic
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Sumatra Kembali Memanas, Karhutla 2019 Terulang Lagi?

    Sumatra Kembali Memanas, Karhutla 2019 Terulang Lagi?

    adm_imradm_imr7 Juni 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kebakaran Hutan dan Lahan Mengancam Wilayah Sumatra



    Sejumlah wilayah di Sumatra kembali dikepung api. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat sudah muncul di Riau, Sumatera Selatan, dan juga Aceh saat memasuki musim kemarau tahun ini. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

    Prediksi BMKG dan Tindakan Darurat

    Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan risiko karhutla di Sumatra meningkat seiring memasuki musim kemarau pada Juni ini. Prakiraan tersebut pun dibenarkan oleh Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto.

    “Sejak Iduladha, kami sudah melaksanakan pemadaman di Riau, sampai saat ini tim masih bekerja di TKP Kandis, Sokoi, dan Rantau Bais,” ujar Ferdian saat dihubungi. Ketiga lokasi berada di Provinsi Riau. Selain itu, hasil patroli udara menunjukkan kemunculan titik api di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Karhutla juga menghanguskan sejumlah titik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Muara Enim di Sumatera Selatan.

    Suhu Tinggi dan Munculnya Hotspot

    “Dikarenakan beberapa hari tidak hujan dan kondisi suhu harian yang lumayan panas, sekitar 33-34 derajat Celsius, muncul banyak hotspot,” ujar Ferdian. Dia kemudian menambahkan, satu regu Manggala Agni juga telah diberangkatkan untuk memadamkan karhutla di Nagan Raya, Aceh, pada Senin (1/6) malam.

    Perbandingan Luas Karhutla

    Berdasarkan analisis citra satelit, luas karhutla di Sumatra periode Januari hingga April 2026 hampir menyamai luas area karhutla pada 2019 lalu. Luas karhutla di Sumatra pada Januari-April 2019 tercatat mencapai 29.342,04 hektare. Sementara, luas karhutla di Sumatra pada Januari-April 2026 mencapai 27.908,84 hektare.

    Jika pada 2019 karhutla terkonsentrasi di Riau, kemudian disusul Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan, kini karhutla terjadi di seluruh provinsi di pulau ini. Termasuk di Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. ‘Pemerataan’ ini sudah terjadi setidaknya sejak 2021 lalu.

    Potensi Kekeringan yang Mirip dengan Tahun 2019

    “Ada potensi mirip-mirip ke 2019, dengan kondisi El Nino juga,” kata Ferdian. Prediksi BMKG, fenomena iklim El Nino diperkirakan menguat dari level lemah ke moderat pada semester II tahun ini.

    BMKG juga mencatat, musim kemarau pada 2019 lebih kering dari musim kemarau pada 2018 dan acuan normal klimatologis pada 1981-2010. Kondisi itu memicu kekeringan di sektor pertanian, sumber daya air, hingga kehutanan dan lingkungan akibat El Nino pada September 2018 hingga Juli 2019.

    Dampak El Nino dan IOD+

    El Nino diikuti dengan fenomena anomali suhu muka laut di Samudra Hindia, dimana suhu muka laut di timur Afrika lebih hangat dibandingkan suhu muka laut di barat daya Sumatra. Kondisi ini dikenal dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) plus. IOD+ tercatat menguat pada April hingga Desember 2019.

    Kedua fenomena iklim itu membuat musim kemarau pada 2019 bertambah panjang dan kuat. Musim hujan terlambat datang kala itu. Sebanyak 46 persen dari 342 zona musim di Indonesia mengalami musim kemarau sama hingga lebih panjang enam dasarian (2 bulan) dari normalnya.

    Dampak Buruk Kualitas Udara

    Kekeringan pada 2019 pun memicu buruknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan. Menurut catatan SiPongi–Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan–total hutan dan lahan di seluruh Indonesia yang hangus saat itu mencapai sekitar 1,65 juta hektare.

    Sepanjang karhutla pada periode Agustus-Oktober 2019, BMKG mencatat konsentrasi debu polutan berukuran kurang dari 10 mikron (PM10) di Sumatra berada di level tinggi. Bahkan pada September 2019, konsentrasi PM10 di seluruh Sumatra tercatat melebihi ambang batas 150 µg/m3.

    Perbedaan dengan Karhutla Tahun 2015

    Insiden ini ‘masih lebih baik’ dibandingkan karhutla pada 2015 lalu, saat El Nino berada di level kuat. Data SiPongi menunjukkan, karhutla kala itu menghanguskan 2,6 juta hektare di berbagai titik di Indonesia.

    Penyebab Karhutla yang Masih Terjadi

    Kendati demikian, menurut Ferdian, karhutla yang terjadi di sejumlah titik di Sumatra kali ini tidak hanya difaktori oleh kondisi cuaca kering. Pembukaan lahan dengan cara membakar vegetasi juga menjadi pemicunya.

    “Penyiapan lahan atau kebun dengan membakar masih menjadi kejadian pemicu kebakaran yang kami temui di lapangan, baik di Riau maupun di Sumatera Selatan,” kata dia. Dia bersama tim pun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari tindakan-tindakan yang memicu kebakaran. Namun, upaya mengubah perilaku itu membutuhkan intensitas dan waktu yang panjang.

    Upaya Pencegahan dan Deteksi Dini

    Bersamaan dengan itu, patroli darat dan udara terus dilakukan untuk deteksi, ditambah operasi modifikasi cuaca dan respon cepat saat terjadi karhutla. Langkah-langkah ini menjadi kunci dalam mengurangi risiko kebakaran yang bisa berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Hari Terakhir, INTP Siapkan Dividen Rp46.800/Lot

    By adm_imr7 Juni 20261 Views

    Industri Manufaktur RI Tumbuh, Namun Masih Rentan

    By adm_imr7 Juni 20263 Views

    BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen untuk Jaga Rupiah dan Stabilitas Ekonomi

    By adm_imr7 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Wamenag Romo Syafi’i Buka Rahasia Penyelenggaraan Haji 2026, Mulai Transportasi hingga Armuzna

    7 Juni 2026

    Bocor! 3 Alasan Kritis Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya, Nomor Dua Jadi Kunci

    7 Juni 2026

    Sumatra Kembali Memanas, Karhutla 2019 Terulang Lagi?

    7 Juni 2026

    Pria Bawa Bom Kunci Diri di Bank California, Banyak Orang Terjebak

    7 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?