Peristiwa Camat Mengamuk di Sekolah dan Tindakan yang Diambil
Pada sebuah kejadian yang mengejutkan, seorang oknum camat di Kabupaten Bengkulu Selatan dilaporkan mengamuk dan memecahkan kaca di SMPN 1 Bengkulu Selatan. Kejadian ini terjadi karena tidak puas dengan nilai anaknya dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA). Bupati Bengkulu Selatan, Rifai Tajudin, langsung turun tangan untuk menangani kasus ini.
Bupati Rifai Tajudin memberikan perintah kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum camat tersebut. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh camat tersebut.
Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan, Hamdan Syarbaini, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang terkait dengan kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut dari surat tugas yang diberikan langsung oleh bupati.
“Tim kami hingga hari ini mulai melakukan pemeriksaan kepada saksi yang terkait,” ujar Hamdan kepada TribunBengkulu.com, Jumat (5/6/2026).
Hamdan juga menyampaikan bahwa pemeriksaan akan berlangsung selama delapan hari ke depan. Setelah pemeriksaan selesai, pihaknya akan memberikan keterangan lebih lanjut.
Proses Pemeriksaan dan Sanksi yang Diberikan
Dalam proses pemeriksaan, Inspektorat telah memanggil sejumlah pihak, termasuk pihak sekolah, camat, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar penentuan sanksi terhadap oknum camat yang bersangkutan.
Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran berat, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas berupa nonjob hingga pencabutan status sebagai ASN. Namun, jika pelanggaran yang ditemukan tergolong ringan, maka akan diberikan teguran sesuai prosedur yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menegaskan akan menangani kasus tersebut secara profesional dan sesuai aturan guna menjaga disiplin serta etika aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya diberitakan, seorang oknum camat di Bengkulu Selatan diduga memecahkan meja di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan saat mempertanyakan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) anaknya yang rendah. Berdasarkan informasi yang diterima wartawan TribunBengkulu.com dari hasil wawancara dengan Kepala SMPN 1 Bengkulu Selatan, Liasrawati, kejadian bermula saat seorang wali murid mendatangi sekolah pada Jumat (29/5/2026).
Kedatangan orang tua siswa yang diketahui merupakan salah satu oknum camat di Bengkulu Selatan itu untuk menanyakan nilai anaknya yang rendah pada hasil TKA. Diduga tidak menerima nilai anaknya rendah, padahal selama ini dikenal berprestasi dan mendapat ranking di kelas, wali murid tersebut tiba-tiba emosi hingga memecahkan meja yang berada di ruang tata usaha sekolah.
“TKA ini perdana dilakukan tahun ini di seluruh sekolah. Mungkin orang tua kecewa karena nilai anaknya anjlok. Selama ini anak tersebut ranking dan nilainya juga baik,” ujar Liasrawati saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Selasa (2/6/2026).
Tindakan yang Diambil oleh Sekolah
Liasrawati menjelaskan, pada Jumat sekolah tetap melaksanakan aktivitas belajar seperti biasa dan tidak ada kebijakan work from home (WFH). Saat datang ke sekolah, wali murid tersebut langsung menunjukkan emosi. Pihak sekolah mengaku terkejut karena sebelumnya telah menjelaskan kronologi dan sistem penilaian TKA yang memang sudah menjadi ketentuan.
“TKA itu bukan kehendak sekolah ataupun kepala sekolah, karena semuanya berasal dari sistem aplikasi. Pada dasarnya kami berharap nilai seluruh siswa baik,” ungkap Liasrawati.
Laporkan Pengawas Pembina
Kerusakan meja tersebut merupakan aset lembaga pendidikan. Karena itu, Liasrawati mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas pembina yang menaungi bidang SMP, meski belum melapor langsung ke Kepala Dinas Pendidikan.
“Memang saya belum melapor langsung ke atasan, tetapi saya melaporkannya secara berjenjang sesuai aturan yang ada,” katanya.
Selain itu, pihak Inspektorat juga dikabarkan akan mendatangi sekolah untuk melihat langsung kondisi dan mendengarkan kronologi kejadian. Tindakan tersebut dinilai tidak pantas dilakukan di lingkungan sekolah dan dianggap sebagai tindakan arogan.
Informasi Tambahan tentang TKA
Sebagai informasi, TKA baru pertama kali dilaksanakan tahun ini dengan sistem pengerjaan soal menggunakan komputer. Pelaksanaan ujian diawasi ketat oleh pengawas serta kamera CCTV untuk memastikan tidak adanya kecurangan selama ujian berlangsung.






