Kesepakatan Damai AS-Iran Mengubah Dinamika Pasar Energi Global
Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mengguncang pasar energi global, khususnya setelah Selat Hormuz kembali dibuka. Hal ini memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Harga Minyak Turun dari Level Tertinggi
Harga minyak Brent pada Kamis bergerak fluktuatif sebelum ditutup di bawah 80 dollar AS per barel. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan level hampir 95 dollar AS per barel yang sempat tercapai setelah ketegangan antara AS dan Iran meningkat beberapa waktu lalu. Meski demikian, harga minyak masih sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan awal tahun.
Pelaku pasar energi memperkirakan diperlukan waktu berbulan-bulan hingga arus pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz kembali sepenuhnya normal. Perubahan ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan harga, kondisi pasar tetap stabil dan tidak terlalu rentan terhadap gangguan pasokan.
Penutupan Blokade dan Pemulihan Lalu Lintas Kapal
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa blokade terhadap lalu lintas kapal menuju dan dari pelabuhan Iran telah dicabut. Dalam pernyataannya, CENTCOM menegaskan bahwa pasukan AS tidak lagi menghambat pergerakan kapal menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Seiring pencabutan blokade tersebut, kapal-kapal yang sebelumnya tertahan mulai kembali melintasi Selat Hormuz. Data pelayaran menunjukkan kapal yang membawa hampir 10 juta barel minyak telah keluar atau sedang melintasi selat tersebut, termasuk kapal tanker milik Arab Saudi yang untuk pertama kalinya kembali beroperasi sejak perang pecah lebih dari tiga bulan lalu.
Pemerintah Kuwait juga mengumumkan rencana peningkatan produksi minyak menyusul meredanya konflik. Sementara itu, Iran menyatakan aktivitas kapal niaga di pelabuhan-pelabuhan selatan negara itu telah kembali normal sejak awal pekan ini.
Kritik terhadap Kesepakatan Damai
Meski kesepakatan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, namun juga memicu kritik dari sejumlah politisi Partai Republik di AS maupun kalangan pemerintah Israel. Mereka menilai Washington memberikan terlalu banyak konsesi kepada Iran, termasuk melalui pelonggaran sanksi ekonomi dan kemungkinan pencairan dana Iran yang sebelumnya dibekukan.
Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, Roger Wicker, mengatakan bahwa dana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran yang nilainya mencapai 300 miliar dollar AS akan membuat manfaat yang diperoleh Teheran jauh lebih besar dibandingkan kesepakatan nuklir era Presiden Barack Obama pada 2015.
Kritik serupa juga muncul di Israel. Sejumlah pejabat menilai kesepakatan tersebut tidak cukup untuk membatasi program rudal balistik Iran dan justru memberikan keuntungan finansial yang besar kepada Teheran.
Akses Gratis Selat Hormuz Selama 60 Hari
Berdasarkan salinan nota kesepahaman yang dipublikasikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui media sosial X, Iran akan memberikan akses bagi kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari. Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa lalu lintas pelayaran di selat itu akan dipulihkan sepenuhnya dalam waktu 30 hari.
Iran dan Oman selanjutnya akan melakukan pembicaraan mengenai pengelolaan serta layanan maritim di Selat Hormuz sesuai hukum internasional dan hak kedaulatan negara-negara pesisir Teluk Persia.
Proses Negosiasi Nuklir yang Rumit
Selama masa negosiasi 60 hari ke depan, AS dan Iran akan berupaya mencapai kesepakatan mengenai pembatasan program nuklir Teheran, termasuk pengelolaan stok uranium yang telah diperkaya pada tingkat tinggi. Namun, sejumlah pakar nuklir menilai waktu dua bulan terlalu singkat untuk menyelesaikan persoalan yang sangat kompleks dan teknis tersebut.
Meski demikian, kesepakatan ini membuka peluang untuk memperpanjang masa perundingan jika diperlukan. Sebagai perbandingan, perundingan yang menghasilkan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 membutuhkan waktu sekitar dua tahun hingga akhirnya disepakati.







