Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H di Aceh Besar
Perayaan Tahun Baru Islam 1448 H di wilayah Aceh Besar menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merefleksikan makna hijrah dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Wakil Pimpinan Dayah Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Tgk Nikmal Maula M.Pd, menyampaikan bahwa hijrah memiliki dua bentuk, yaitu hijrah jasmani dan hijrah rohani.
Hijrah Jasmani atau Fisik
Hijrah jasmani atau fisik mengacu pada perubahan dalam kebiasaan sehari-hari. Menurut Tgk Nikmal Maula, hijrah ini melibatkan meninggalkan kebiasaan buruk dan beralih ke hal-hal yang lebih baik. Contohnya adalah mengubah gaya hidup dengan tidak banyak menghabiskan waktu di tempat yang tidak bermanfaat.
“Sekarang saatnya berhijrah dengan memperbanyak duduk di tempat yang baik dan bermanfaat, seperti mushalla atau masjid untuk mengkaji dan mempelajari ilmu agama,” ujarnya. Ia juga menyarankan untuk menghadirkan diri di majelis zikir, majelis shalawat, atau majelis ilmu lainnya.
Rasulullah Saw bersabda: “Di antara tanda-tanda kebaikan keislaman seseorang ialah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”
Hijrah Rohani atau Mental
Selain hijrah jasmani, Tgk Nikmal Maula juga menjelaskan tentang hijrah rohani atau mental. Hijrah ini berkaitan dengan meninggalkan sifat-sifat jelek seperti berbohong, menghina, atau meremehkan orang lain. Ia menekankan bahwa semua sifat tersebut harus ditinggalkan dan diganti dengan sifat yang diridhai Allah SWT.
“Kalau sifat-sifat terpuji ini bisa kita wujudkan, insyaallah hukum Islam akan maju dan hebat. Namun kalau tidak, bukan tak mungkin umat Islam akan mundur dan hancur,” katanya.
Menurut Tgk Nikmal Maula, umat Islam yang baik ketika ia memiliki akhlak. Sebaliknya, jika tidak ada lagi akhlak, maka umat Islam akan lemah dan hancur. Oleh karena itu, hijrah dari kejahilan kepada keilmuan menjadi prioritas utama.
Momentum untuk Berubah
Tahun baru hijriah yang baru saja diperingati menjadi momentum bagi seluruh umat Islam untuk menuju ke arah yang lebih baik. Dalam sebuah hadis, para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia?” Nabi menjawab, “Sebaik-baik manusia ialah orang yang panjang umurnya dan baik amalan-amalannya.”
Dalam hadis lain, Nabi bersabda: “Sebaik-baik umur ialah yang diberkati oleh Allah, diberi taufik untuk mengerjakan amal-amal saleh.” Pada tahun baru Islam kali ini, kita sudah diberi umur oleh Allah dan mendapatkan kesempatan agar berusaha untuk lebih baik lagi.
“Karena semakin bertambah umur, maka semakin dekat dengan kematian dan semua kita akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah,” ujar pria tiga bersaudara ini.
Harapan untuk Masa Depan
Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah untuk meningkatkan amal kebaikan. Semoga tahun baru Islam ini benar-benar umur kita diberkahi dan selalu dalam ridha Allah SWT.







