Pembangunan 50 Unit Hunian Sementara di Desa Kamarora
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, melakukan peletakan batu pertama pembangunan 50 unit hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo di Desa Kamarora. Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.
Pembangunan Huntara ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Kabupaten Sigi. Langkah cepat yang diambil oleh pemerintah bersama BNPB menunjukkan komitmen untuk segera memberikan bantuan darurat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang dinilai bergerak cepat dalam mendukung penanganan darurat bencana di Kabupaten Sigi. Ia mengucapkan terima kasih kepada BNPB khususnya Direktur Penanganan Darurat, yang telah bergerak sangat cepat dalam memulai pembangunan hunian sementara hanya dalam waktu delapan hari setelah kejadian gempa.
Sebanyak 50 unit Huntara akan dibangun pada tahap awal untuk menampung warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Berdasarkan data sementara, terdapat 21 rumah terdampak di Kamarora A dan 29 rumah di Kamarora B, sehingga total penerima Huntara tahap pertama mencapai 50 kepala keluarga.
Reny juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar bantuan yang diberikan pemerintah dan BNPB dapat tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia menegaskan bahwa pendataan harus benar-benar valid dan sesuai fakta. Dengan data yang akurat, bantuan yang diberikan pemerintah dan BNPB dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Huntara menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan tempat tinggal sementara bagi warga selama masa pemulihan pascabencana. Ia berharap seluruh unit Huntara dapat segera rampung sehingga masyarakat dapat menempatinya dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa yang paling penting saat ini adalah menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat.
Huntara yang dibangun dirancang dengan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk sarana sanitasi dan konstruksi yang telah disesuaikan dengan kondisi wilayah rawan gempa. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan warga selama menempati hunian sementara.
Beberapa tokoh dan instansi turut hadir dalam kegiatan tersebut, seperti Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, unsur Forkopimda, para kepala perangkat daerah, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan terkait lainnya.
Pembangunan Huntara di Desa Kamarora menjadi bagian dari upaya penanganan pascagempa yang terus dilakukan pemerintah bersama BNPB untuk membantu masyarakat terdampak di Kabupaten Sigi.
Keberlanjutan dan Peran Masyarakat
Selain pembangunan Huntara, pemerintah juga berupaya memastikan keberlanjutan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat dalam proses pendataan dan pengawasan pembangunan. Dengan melibatkan warga, diharapkan proses pembangunan dapat lebih transparan dan efektif.
Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap risiko bencana alam, terutama gempa bumi. Edukasi tentang mitigasi bencana dan tindakan darurat harus terus dilakukan agar masyarakat siap menghadapi situasi yang tidak terduga.
Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk memberikan bantuan sosial dan ekonomi jangka panjang kepada korban bencana. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat pulih secara total dan kembali menjalani kehidupan normal.





