Isu Pemberian Uang Kepada Mahasiswa: Perspektif dari DPP PDI Perjuangan
Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, memberikan pernyataan terkait dugaan pemberian uang kepada Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin. Ia menilai penting bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk segera memberikan penjelasan mengenai isu tersebut.
Menurut Deddy, klarifikasi dari Gibran sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan polemik dan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa Gibran harus mengklarifikasi bahwa dirinya tidak melakukan pembayaran kepada mahasiswa. Meski hal ini mungkin sulit diterima oleh publik, namun dedikasi untuk bersuara sangat penting.
“Meskipun itu mungkin sulit diterima akal publik, tapi dia perlu bersuara,” kata Deddy dalam wawancara dengan wartawan.
Perubahan Agenda Demonstrasi Mahasiswa
Deddy juga menyoroti perubahan agenda mahasiswa yang awalnya rencana menggelar demonstrasi, tetapi berujung pada pertemuan dengan Wapres di kantornya. Ia menilai proses perubahan agenda ini perlu diungkap secara jelas kepada publik.
“Gimana sih duduk perkara bisa mahasiswa itu belok dari rencana demo tiba-tiba ke kantor Wakil Presiden? Itu kan harus dijelaskan secara terang benderang,” ujarnya.
Menelusuri Sumber Dana
Selain meminta klarifikasi, Deddy mendorong Gibran untuk menelusuri pihak yang diduga memberikan uang kepada mahasiswa. Ia menilai sumber dana tersebut harus diketahui agar tidak menimbulkan dugaan adanya praktik yang melanggar hukum maupun kepentingan politik tertentu.
“Jangan-jangan itu uang hasil pungli, atau apakah memang ada operasi politik? Nah, ini kan harus terang benderang. Kita sedang menunggu bagaimana Wakil Presiden memberikan penjelasan yang masuk akal dan bisa dipercaya tentang persoalan suap-menyuap mahasiswa ini untuk kepentingan politik,” tegas Deddy.
Dampak Negatif Terhadap Citra Pemerintah
Deddy menilai ketidakjelasan informasi terkait persoalan tersebut dapat berdampak negatif terhadap citra pemerintah. Ia juga menyampaikan pandangan bahwa muncul kesan bahwa Gibran sedang ditempatkan sebagai figur yang paling responsif terhadap aspirasi masyarakat di tengah berbagai kritik yang dihadapi pemerintah.
“Ini kan seolah-olah sedang berupaya menarik dia menjadi episentrum perhatian sebagai pihak yang mau mendengar pada saat pemerintah sedang terpojok. Ini kan aneh kalau menurut saya,” jelasnya.
Penyampaian Aspirasi Mahasiswa
Deddy berpandangan bahwa penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pemerintah semestinya dilakukan melalui kementerian atau lembaga yang memiliki keterkaitan langsung dengan substansi tuntutan yang disampaikan, bukan langsung kepada Wapres secara mendadak.
“Harusnya kan minimal mahasiswa itu kalau harus bertemu dengan pemerintah, silakan ketemu dengan Menseskab, silakan ketemu dengan Menko Polhukam, atau pihak-pihak lain yang terkait dengan tuntutan aspirasi mereka,” pungkasnya.
Latar Belakang Isu Pemberian Uang
Dugaan tersebut muncul setelah viralnya pernyataan Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut diduga diterima setelah melakukan pertemuan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Uang itu diberikan oleh oknum kepolisian dengan tujuan untuk mengalihkan titik aksi demonstrasi mahasiswa yang semula direncanakan di depan Istana Negara ke DPR RI.
Dalam potongan video live yang viral tersebut, Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, akhirnya tidak bisa mengelak. Ia mengakui di depan forum bahwa dirinya telah menerima dana puluhan juta rupiah dari seorang anggota kepolisian.
“Saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut. Rp 20 juta dengan pembagian dengan kawan-kawan. Dari pihak kepolisian (bernama) Aan,” tutur Abdi, dikutip Selasa (23/6).
Abdi mengungkap, uang tersebut diberikan oleh oknum bernama Aan, agar kelompok mahasiswa membatalkan aksi unjuk rasa di Istana Negara dan mengalihkannya ke depan Gedung DPR RI. Namun pada realisasinya, massa mahasiswa kala itu tetap menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas.






