Inovasi Pembangunan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Batanghari
Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief, mengungkapkan rencana pembangunan sumber daya manusia yang akan dilakukan di daerahnya. Rencana ini melibatkan kolaborasi antara sektor kesehatan dan pembinaan pemuda melalui olahraga. Langkah ini diambil untuk memastikan generasi penerus Kabupaten Batanghari memiliki kualitas fisik dan mental yang prima.
Pada acara Cita Loka Fest 2026 yang diselenggarakan oleh Tribun Network di Jakarta, Bupati Fadhil menjelaskan rencana kolaborasi baru yang akan menggabungkan program ‘Dokter Tangguh’ dengan pelatihan olahraga. Program ini dirancang agar anak muda bisa beraktivitas secara positif sambil tetap dipantau dari sisi medis.
“Saat ini kami sedang kolaborasikan Dokter Tangguh dengan Pelatih Olahraga Tangguh namanya,” ujar Fadhil saat sesi wawancara di lokasi acara. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini akan memberikan pendampingan yang lebih mendalam bagi aktivitas anak muda. Melalui program ini, kegiatan olahraga pemuda akan diawasi langsung oleh dokter.
Program Dokter Tangguh yang telah berjalan sejak 2022 awalnya dibentuk untuk mengisi celah pelayanan kesehatan yang tidak terjangkau oleh fasilitas kesehatan reguler. Operasional program ini dilakukan secara lincah melalui unit-unit mobil yang siap menjemput bola ke pemukiman warga. Setiap mobil dilengkapi oleh satu dokter, satu perawat, dan satu driver.
Program ini terbukti ampuh meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Fadhil menyebut secara statistik, kehadiran Dokter Tangguh telah mendorong peningkatan derajat kesehatan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Batanghari.
Bagi Fadhil, mengintegrasikan layanan kesehatan ke dalam pembinaan olahraga adalah bentuk investasi jangka panjang. Ia ingin memastikan bahwa estafet kepemimpinan di Kabupaten Batanghari kelak dipegang oleh generasi yang sehat dan berdaya saing tinggi.
“Sehingga nanti insyaallah kita tua di Batanghari diasuh oleh, atau dipimpin oleh anak-anak yang kompetitif ya, anak-anak yang sehat jasmani dan rohani,” pungkasnya.
Hadirnya inovasi seperti ini menjadi alasan kuat mengapa Kabupaten Batanghari layak mendapatkan apresiasi di CITALOKAFEST sebagai daerah yang mampu menjaga kesehatan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakatnya.
Pentingnya Penghargaan Kepala Daerah Inovatif
Tribun Network bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri menggelar Cita Loka Fest di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini mempertemukan antara stakeholder yang terkait dengan inovasi dalam pemberdayaan berbasis daerah.
Dalam sambutannya, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, mengatakan bahwa Kemendagri telah memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang berhasil menjalankan program-program yang berdampak. Menurutnya, fokus penghargaannya itu adalah program yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat, seperti pengangguran, inflasi, mengurangi kemiskinan, stunting, dan creative financing.
Menurut Dahlan, Tribun Network ingin mengadopsi semangat serupa, namun dengan pendekatan yang berbeda. Selama ini Kemendagri menggunakan data kuantitatif dari Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Tribun Network mencoba memadukan data kualitatif yang dihimpun dari ekosistem medianya.
Dahlan menjelaskan, Tribun Network memiliki lebih dari 350 wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia, jaringan kantor di 42 kota, serta menghasilkan sekitar 42 juta tayangan video setiap hari. Melalui jaringan tersebut, Tribun berupaya mengolah berbagai informasi dan interaksi pembaca sebagai data yang bermakna untuk memahami persepsi publik terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Bagaimana seluruh informasi dan engagement di dalam berita yang kita kemukakan kita lihat sebagai touchpoint dan menjadi meaningful data. Jadi kita lagi kembangkan teknologi Artificial Intelligence untuk melihat engagement dengan konten sebagai insight,” ujarnya.
Data tersebut, kata Dahlan, kemudian divalidasi melalui survei daring dan analisis percakapan di media sosial untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat. Dirinya mengatakan tujuan utama pendekatan tersebut adalah menemukan kepala daerah yang memiliki kinerja baik tetapi belum memperoleh eksposur media yang memadai.
“Bagaimana menemukan orang, pejabat, pemerintah daerah berprestasi tetapi kurang liputannya. Jangan sampai terjadi distorsi, ada pejabat atau daerah yang liputannya sangat masif tapi sebenarnya programnya enggak ada,” katanya.
Selain itu, Dahlan menekankan pentingnya memahami Indonesia dari perspektif lokal yang beragam. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga perlu dilihat dari sudut pandang masing-masing wilayah. Ia mencontohkan Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia, sehingga memiliki perspektif pembangunan yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.
“Jadi dengan perspektif yang begitu luas, bagaimana kita membuat Indonesia menjadi colorful dan pekerjaan kita adalah bagaimana menemukan praktik-praktik terbaik di setiap daerah,” ujarnya.
Dahlan berharap praktik-praktik terbaik yang ditemukan di berbagai daerah dapat diberi panggung dan menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lainnya. “Setelah menemukan praktik terbaik, bagaimana kita beri panggung dan bagaimana ini menjadi penggerak, menjadi contoh bagi daerah-daerah yang lainnya. Itu cita-citanya,” katanya.





