Persiapan Arema FC untuk Piala Presiden 2026
Tim pelatih Arema FC saat ini tengah mengombinasikan latihan ketahanan fisik dengan skema mini game agar para pemain siap menyerap materi taktik ketika Marcos Santos datang memimpin program penuh. Latihan-latihan tersebut dilakukan sebagai persiapan menjelang bergulirnya turnamen Piala Presiden 2026.
Bersamaan dengan persiapan tersebut, nama Abyan dan Azmiy resmi diorbitkan dari Akademi Arema FC menuju level profesional. Langkah promosi gelandang asli Malang dan bek kiri asal Padang ini menjadi bukti nyata kesinambungan jalur pembinaan usia dini di internal klub Singo Edan.
Kondisi kebugaran fisik para penggawa Arema FC dilaporkan sangat memuaskan di awal pekan latihan pramusim menjelang bergulirnya turnamen Piala Presiden 2026. Meskipun pelatih kepala Marcos Santos belum tiba di Malang, pelatih fisik Carlos Airon mengaku puas dengan komposisi tubuh dan tingkat kebugaran para pemain yang hadir.
Di saat yang sama, manajemen Singo Edan juga resmi mengumumkan langkah regenerasi tim dengan mempromosikan dua talenta muda berbakat ke skuad utama. Berikut ulasan selengkapnya:
Latihan Fisik dan Kesiapan Tim
Para penggawa Arema FC mulai digembleng dengan latihan fisik sebagai persiapan mereka untuk mengarungi turnamen Piala Presiden 2026. Meskipun intensitasnya belum terlalu tinggi, namun hal itu dilakukan sebagai salah satu program latihan yang diinginkan oleh pelatih Arema FC Marcos Santos.
Marcos Santos menginginkan kondisi fisik pemain Arema FC bisa prima, ketika ia sudah datang ke Malang untuk kembali menahkodai Dendi Santoso dan kawan-kawan. Hal tersebut disampaikan oleh Pelatih Fisik Arema FC Carlos Airon yang memimpin langsung latihan dengan didampingi oleh pelatih Siswantoro.
Meskipun jumlah pemain belum sepenuhnya komplit, sejauh ini ia mengaku puas dengan kondisi fisik para pemain yang mengikuti latihan pra musim. Menurut Carlos, seluruh pemain datang ke sesi latihan dengan komposisi tubuh yang sesuai harapan tim pelatih. Bahkan hingga memasuki pekan awal latihan, ia belum menemukan pemain yang mengalami masalah kebugaran serius.
“Sampai sekarang saya senang dengan kondisi para pemain. Body composition mereka sangat bagus. Tidak ada pemain yang datang dengan kondisi kurang baik,” ucapnya kepada Infomalangraya.com, Selasa (7/7/2026).
Meski demikian, tim pelatih belum sepenuhnya mengetahui kapasitas fisik masing-masing pemain. Arema FC masih akan menggelar serangkaian tes untuk mengukur kekuatan dan kondisi kebugaran para penggawa Singo Edan secara lebih detail. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi tim pelatih dalam menyusun program latihan individual selama pramusim.
“Tentu kami akan melakukan evaluasi untuk mengetahui kondisi kekuatan pemain. Dari situ akan terlihat siapa yang membutuhkan tambahan latihan dan siapa yang perlu mendapatkan porsi latihan lebih berat,” ujar pelatih fisik berkebangsaan Brasil tersebut.
Carlos menjelaskan, program latihan yang diterapkan pada awal pra musim tidak hanya berfokus pada peningkatan kondisi fisik. Tim pelatih juga mulai memasukkan unsur permainan agar para pemain tetap dekat dengan situasi pertandingan sesungguhnya. Dalam beberapa sesi latihan, para pemain juga menjalani mini game, latihan passing hingga simulasi permainan yang melibatkan penjaga gawang.
Menurut Carlos, pendekatan tersebut dilakukan agar ketika pelatih kepala Marcos Santos mulai memimpin program secara penuh, para pemain sudah berada dalam kondisi fisik yang optimal sekaligus siap menerima materi taktik.
“Kami fokus pada kondisi fisik karena ini masih pra musim. Tapi kami juga tidak melupakan game. Ada banyak mini game dan situasi permainan yang realistis dengan melibatkan kiper. Ada sedikit taktik dan formasi juga,” tandasnya.
Regenerasi Tim dengan Promosi Pemain Muda
Regenerasi dilakukan Arema FC dengan mempromosikan dua talenta terbaik Akademi Arema FC ke tim senior. Kedua pemain tersebut adalah gelandang muda asal Malang, Abyan Adwitya Wisnu Pratista (19) dan bek kiri Azmiy Aziz HS (20) yang berasal dari Padang. Promosi ini menjadi bukti bahwa jalur pembinaan usia muda di Arema FC terus berjalan dan membuka peluang bagi pemain akademi untuk menembus skuad utama.
Kedua pemain tersebut mengikuti jejak Dimas Aryaguna yang pada musim lalu juga telah diorbitkan oleh Arema FC ke tim senior. Lebih jauh lagi, keduanya juga mengikuti jejak Dendi Santoso dan Johan Ahmat Farizi sebagai pemain senior binaan Arema yang kini masih bertahan di klub Singo Edan.
Menariknya, Abyan menjadi salah satu putra daerah yang berhasil menembus tim senior melalui proses pembinaan berjenjang di Akademi Arema FC. Sementara Azmiy dinilai memiliki potensi besar di sektor pertahanan setelah menunjukkan perkembangan yang konsisten selama menjalani pembinaan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi (Inal), mengatakan promosi kedua pemain tersebut merupakan bagian dari komitmen klub untuk memberikan kesempatan kepada pemain hasil binaan sendiri agar berkembang di level profesional.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Akademi Arema FC memiliki kesinambungan hingga ke tim senior. Abyan dan Azmiy menunjukkan perkembangan yang baik selama proses pembinaan, sehingga mereka layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari skuad utama musim ini,” kata Inal kepada Infomalangraya.com, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, kesempatan yang diberikan kepada Abyan dan Azmiy sekaligus menjadi pesan bahwa Arema FC selalu membuka jalan bagi pemain muda yang mampu menunjukkan kualitas, disiplin, dan etos kerja selama menjalani pembinaan.
“Kami berharap promosi ini menjadi motivasi bagi seluruh pemain Akademi Arema FC. Pintu menuju tim senior selalu terbuka bagi siapa pun yang mampu membuktikan kualitasnya,” ujarnya.
Inal menambahkan, tantangan sesungguhnya kini baru dimulai bagi kedua pemain tersebut. Mereka harus mampu beradaptasi dengan atmosfer tim senior yang memiliki tuntutan lebih tinggi dibanding level akademi.
Di sisi lain, Head of Academy Arema FC, Riyan Meidi Wijaya, menyebut promosi Abyan dan Azmiy merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten di akademi. Keduanya dinilai mengalami perkembangan positif dari aspek teknik, taktik, hingga mental bertanding.
“Promosi Abyan dan Azmiy merupakan hasil dari proses pembinaan yang telah mereka jalani di Akademi Arema FC. Mereka menunjukkan perkembangan yang positif, baik dari sisi teknik, taktik, maupun mental. Kesempatan ini adalah buah dari kerja keras mereka selama ini,” ujar Riyan.
Riyan menegaskan bahwa bergabung dengan tim senior bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Justru, keduanya akan menghadapi persaingan yang lebih ketat untuk membuktikan kualitas di level profesional.
“Kami berharap mereka tetap rendah hati, terus belajar, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan di tim senior. Semoga kehadiran mereka juga menjadi inspirasi bagi adik-adik di Akademi Arema FC bahwa setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk menembus tim utama,” tandasnya.






