Ringkasan Berita:
- Tak hanya wisata hiburan, Kota Batu juga memiliki sejumlah museum tematik yang menawarkan pengalaman belajar sekaligus berlibur.
- Enam deretan museum seperti Museum Angkut, Museum Tubuh, Museum Satwa, Museum Musik Dunia, Museum HAM Munir, dan Indonesian Heritage Museum menjadi destinasi favorit untuk dikunjungi.
- Dengan perpaduan koleksi menarik, teknologi modern, serta konsep pembelajaran interaktif, menjadikan museum-museum di Kota Batu sebagai wisata edukasi yang cocok untuk semua usia.
Infomalangraya.com – Kota Batu, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dengan beragam taman rekreasi dan wahana hiburan.
Kota berhawa sejuk ini juga memiliki sejumlah museum tematik yang menawarkan pengalaman belajar sekaligus berwisata.
Mulai dari museum transportasi, anatomi tubuh manusia, satwa, musik, hingga museum yang mengangkat perjuangan hak asasi manusia, semuanya dapat menjadi pilihan destinasi menarik untuk dikunjungi.
Berikut rekomendasi enam museum di Kota Batu yang bisa menjadi pilihan wisata edukasi Anda saat liburan.
Museum Angkut
Museum Angkut menjadi salah satu ikon wisata paling populer di Kota Batu.
Museum yang berada di Jalan Terusan Sultan Agung Nomor 2, Ngaglik ini dikenal sebagai museum transportasi pertama di Asia Tenggara.
Dilansir dari laman resmi Wonderful Indonesia, Museum Angkut berdiri di lahan seluas sekitar 3,8 hektare dan memiliki lebih dari 300 koleksi alat transportasi dari berbagai era, mulai kendaraan tradisional hingga modern dari berbagai negara.
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah mobil dinas Presiden pertama RI Soekarno, yakni Chrysler Windsor Deluxe keluaran 1952.
Selain itu, terdapat pula koleksi mobil listrik Tucuxi milik mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Museum ini terbagi dalam berbagai zona tematik, seperti Zona Sunda Kelapa, Batavia, Eropa, Amerika, Chinatown, hingga Buckingham Palace.
Setiap zona didesain menyerupai suasana wilayah atau negara aslinya sehingga menjadi spot foto favorit wisatawan.
Tak hanya melihat koleksi kendaraan, pengunjung juga dapat mencoba berbagai wahana menarik, seperti Flight Simulator dan F1 Simulator.
Museum Angkut dikelola oleh Jatim Park Group dan resmi dibuka pada 9 Maret 2014.
The Bagong Adventure Museum Tubuh

Bagi yang ingin mengenal anatomi tubuh manusia secara lebih dekat, The Bagong Adventure Museum Tubuh bisa menjadi pilihan menarik.
Museum yang berada di kawasan Jatim Park 1, Jalan Kartika Nomor 2, Kota Batu ini dikenal sebagai museum anatomi tubuh manusia pertama di Indonesia sekaligus terbesar di Asia.
Dilansir dari jtp.id, museum ini berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare dengan bentuk bangunan unik menyerupai tubuh manusia berkarakter Bagong.
Di dalamnya terdapat enam lantai yang dibagi menjadi berbagai zona edukasi seperti zona otak, jantung, mata, hidung, telinga, gigi, pembuluh darah, hingga sistem organ tubuh lainnya.
Museum ini menggunakan teknologi multimedia modern sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami, terutama bagi anak-anak dan pelajar.
Menariknya, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek mata, gula darah, kolesterol, osteoporosis, asam urat, dan lemak yang dilakukan dengan pendampingan tenaga medis.
Museum Satwa

Museum Satwa menjadi salah satu destinasi wisata edukatif yang populer di kawasan Jatim Park 2.
Museum yang berlokasi di Jalan Oro-Oro Ombo Nomor 9, Temas, Kota Batu, ini menawarkan pengalaman belajar tentang dunia satwa yang menarik.
Museum Satwa memiliki sekitar 1.000 spesies satwa liar serta lebih dari 10.000 koleksi serangga yang diawetkan.
Seluruh koleksi tersebut ditampilkan dalam diorama yang menyerupai habitat aslinya, sehingga pengunjung dapat melihat gambaran kehidupan satwa secara lebih nyata.
Setiap koleksi juga dilengkapi informasi edukatif mengenai karakteristik dan habitatnya.
Selain menampilkan berbagai jenis hewan modern, museum ini juga memiliki replika hewan purba seperti Tyrannosaurus Rex, Apatosaurus, Stegosaurus, Mammoth, serta sejumlah fosil dinosaurus lainnya.
Museum Satwa didirikan sebagai sarana edukasi untuk mengenaikan keanekaragaman hayati, konservasi, serta evolusi satwa dari masa ke masa.
Museum Musik Dunia

Bagi penggemar musik, Museum Musik Dunia di kawasan Jatim Park 3 bisa menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
Museum yang berlokasi di Jalan Raya Ir. Soekarno Nomor 144, Beji, Kota Batu, ini menghadirkan koleksi alat musik dari berbagai negara dan budaya di dunia.
Koleksi museum tersebar di tiga lantai dengan konsep berbeda pada setiap lantainya.
Lantai pertama menampilkan lebih dari 1.000 alat musik dari berbagai benua.
Di Lantai kedua, pengunjung dapat mengenal beragam genre musik dunia, melihat koleksi memorabilia musisi, serta mendengarkan sampel audio dari berbagai karya musik.
Sementara itu, lantai ketiga menghadirkan koleksi alat musik klasik, music box, area konser, taman piano, hingga zona pembelajaran musik interaktif.
Tak hanya menampilkan alat musik, museum ini juga memperkenalkan sejumlah musisi nasional dan internasional beserta kontribusinya terhadap perkembangan dunia musik.
Museum HAM Munir

Museum HAM Munir atau Museum HAM Omah Munir menawarkan pengalaman berbeda dibanding museum lainnya di Kota Batu.
Museum ini berada di Jalan Bukit Berbunga Nomor 2, Sidomulyo, Kota Batu, yang merupakan rumah pribadi keluarga almarhum aktivis HAM, Munir Said Thalib.
Dilansir dari travel.kompas.com, museum ini didirikan pada 2013 sebagai bentuk penghormatan terhadap Munir dalam memperjuangkan hak asasi manusia di Indonesia.
Sebagian besar koleksinya berupa barang pribadi, dokumen, foto, serta berbagai arsip yang berkaitan dengan perjalanan hidup Munir sebagai aktivis HAM.
Selain itu, pengunjung dapat mempelajari sejarah perjuangan HAM di Indonesia, mulai era Orde Baru hingga masa reformasi.
Museum ini bertujuan menjadi pusat pendidikan HAM melalui pameran, diskusi, pelatihan, penerbitan buku, serta berbagai kegiatan seni yang melibatkan masyarakat.
Indonesian Heritage Museum

Indonesian Heritage Museum merupakan museum budaya yang sebelumnya dikenal dengan nama Museum D’Topeng Kingdom.
Berlokasi di kawasan Museum Angkut, museum ini menyimpan ribuan koleksi benda bersejarah dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Dikutip dari indonesianheritagemuseum.com, museum ini berdiri sejak 2010 dan menjadi salah satu pelopor museum yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) di Indonesia.
Melalui teknologi tersebut, pengunjung dapat memindai gambar tertentu menggunakan ponsel untuk melihat tampilan tiga dimensi yang membuat proses belajar lebih interaktif dan menarik.
Koleksi yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari topeng tradisional, senjata adat, kain batik, alat musik tradisional, perhiasan pengantin Nusantara, hingga berbagai benda budaya dari Sabang sampai Merauke.
Museum ini juga memiliki 17 zona pameran yang mewakili berbagai wilayah dan kebudayaan di Nusantara, seperti zona Majapahit, Jawa Timur, Bali, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Batak, Wayang, Batik, hingga Cheng Ho.
Wisata Sekaligus Menambah Wawasan
Keberadaan berbagai museum tematik menjadikan Kota Batu tidak hanya menawarkan wisata hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang menarik bagi semua kalangan usia.
Pengunjung dapat mengenal berbagai bidang pengetahuan, mulai dari sejarah transportasi, anatomi tubuh manusia, dunia satwa, musik, perjuangan hak asasi manusia, hingga keragaman budaya Nusantara dengan cara yang menyenangkan.
Dengan begitu, museum-museum di Kota Batu bisa menjadi pilihan destinasi wisata edukatif yang cocok dikunjungi saat liburan bersama keluarga maupun rombongan pelajar.





