Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Trimester Ketiga, Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda Siap Sambut Anak Pertama Laki-Laki

    11 Juli 2026

    Fashionologi 2026: Limbah Batik Mojokerto Jadi Streetwear Modern

    11 Juli 2026

    Perkuat Kesejahteraan Keluarga, DKI Tingkatkan RPTRA dan Ranperda

    11 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 11 Juli 2026
    Trending
    • Trimester Ketiga, Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda Siap Sambut Anak Pertama Laki-Laki
    • Fashionologi 2026: Limbah Batik Mojokerto Jadi Streetwear Modern
    • Perkuat Kesejahteraan Keluarga, DKI Tingkatkan RPTRA dan Ranperda
    • Roy Suryo Siap Gugatan Praperadilan Kedua, Kubu Jokowi: Mengapa Baru Sekarang Tanyakan Status Tersangka?
    • Kesalahan Penggunaan Sunscreen Semprot, Waspadai Risikonya!
    • Nasi Goreng Enak di Medan yang Harus Dicoba, Favorit Kuliner
    • Jadwal pemadaman listrik Kalsel, Rabu 8 Juli 2026: Martapura dan Gambut kegelapan beberapa kali
    • 5 Fakta Menarik Dordogne, Wilayah dengan Julukan 1001 Kastel di Prancis
    • 8 Tanda Kecerdasan Emosional Pria yang Menangis Saat Menonton Film
    • Air sebagai Alat Geopolitik: Perdamaian Israel-Yordania Terancam
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Fashionologi 2026: Limbah Batik Mojokerto Jadi Streetwear Modern

    Fashionologi 2026: Limbah Batik Mojokerto Jadi Streetwear Modern

    adm_imradm_imr11 Juli 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Inovasi Mahasiswa UC Surabaya dalam Fashionology 2026

    Fashionology 2026 menjadi ajang yang menampilkan karya-karya inovatif dari mahasiswa Program Studi Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Dalam pameran ini, sebanyak 56 karya tugas akhir ditampilkan dengan mengangkat berbagai tema seperti keberlanjutan, budaya, kesehatan mental, hingga isu sosial. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah karya Muhammad Atho’illah yang memadukan batik dengan gaya hip hop melalui teknik patchwork dan appliqué.

    Batik dan Gaya Hip Hop

    Atho’illah, mahasiswa asal Mojokerto, menggunakan limbah deadstock batik dari pengrajin lokal untuk diolah menjadi koleksi streetwear modern. Kain batik katun dan print yang tidak terjual dipadukan dengan material jaring menggunakan teknik patchwork dan appliqué. Hasilnya adalah jaket, celana denim berpotongan oversize, serta aksesori bergaya streetwear yang menarik perhatian generasi muda.

    Menurut Atho’illah, pemilihan material tersebut bertujuan untuk membantu pengrajin batik lokal sekaligus memperkenalkan batik kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern. Ia menjelaskan bahwa material yang digunakan bukanlah limbah kecil atau scrap, melainkan kain batik yang tidak terjual selama usaha pengrajin berlangsung.

    Menggabungkan Budaya Lokal dan Global

    Atho’illah sengaja memadukan budaya hip hop dengan wastra Nusantara karena ingin menunjukkan bahwa batik tetap dapat mengikuti perkembangan tren fesyen dunia. Hip hop, sebagai tren global yang berasal dari Amerika, dikombinasikan dengan elemen budaya lokal agar batik dan produk budaya Indonesia tetap relevan dengan tren fesyen saat ini.

    Pesan Sosial dalam Koleksi

    Selain mengangkat isu keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah tekstil, berbagai koleksi lain dalam Fashionology 2026 juga menyampaikan pesan sosial. Beberapa mahasiswa mengangkat tema kesehatan mental, akulturasi budaya, hingga inovasi material ramah lingkungan sebagai dasar penciptaan karya mereka.

    Proses Pembelajaran dan Kreativitas

    Ketua Program Studi Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra sekaligus Ketua Fashionology 2026, Yoanita Kartika Sari Tahalele, menjelaskan bahwa seluruh koleksi yang ditampilkan merupakan hasil proses pembelajaran mahasiswa selama empat tahun. “Fashionology 2026 adalah perayaan atas proses, ketekunan, dan transformasi para mahasiswa selama empat tahun belajar,” ujarnya.

    Menurut Yoanita, setiap karya lahir melalui proses riset, eksplorasi, dan kreativitas yang mendalam sehingga tidak hanya menghasilkan busana yang menarik, tetapi juga menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan melalui desain. “Di balik setiap koleksi terdapat riset, eksplorasi, kreativitas, dan keberanian untuk menawarkan solusi melalui desain. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional dengan percaya diri, membangun jejaring yang lebih luas, serta berkontribusi bagi perkembangan industri fashion Indonesia dan dunia,” tambahnya.

    Kolaborasi dengan UMKM dan Perguruan Tinggi Internasional

    Selain menampilkan karya tugas akhir, Fashionology 2026 juga menghadirkan hasil real client project yang dikerjakan 10 mahasiswa semester enam bersama UMKM Batik Reog Ponorogo. Program ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dengan pelaku industri kreatif untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.

    Tahun ini, Fashionology semakin berkelas internasional dengan melibatkan mahasiswa dari lima perguruan tinggi mitra, yakni Tsinghua University (China), Shih Chien University (Taiwan), Manchester Metropolitan University (Inggris), Swinburne University (Australia), serta Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (Malaysia). Kehadiran peserta internasional tersebut memperkuat posisi Fashionology sebagai wadah pertukaran gagasan dan inovasi mengenai masa depan industri fesyen yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, perubahan tren, dan tuntutan keberlanjutan.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jalur ke Kampung Inggris Pare Padat Saat Liburan, Polres Kediri Siagakan Petugas

    By adm_imr11 Juli 20261 Views

    Bukti RW Surabaya Terima Rp1,5 Juta dari Pendatang Tanpa Izin Lurah, Minta Maaf

    By adm_imr11 Juli 20261 Views

    SILPA APBD Surabaya Tembus Rp 516 Miliar, Eri Cahyadi Alokasikan untuk Program Awal Tahun

    By adm_imr10 Juli 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Trimester Ketiga, Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda Siap Sambut Anak Pertama Laki-Laki

    11 Juli 2026

    Fashionologi 2026: Limbah Batik Mojokerto Jadi Streetwear Modern

    11 Juli 2026

    Perkuat Kesejahteraan Keluarga, DKI Tingkatkan RPTRA dan Ranperda

    11 Juli 2026

    Roy Suryo Siap Gugatan Praperadilan Kedua, Kubu Jokowi: Mengapa Baru Sekarang Tanyakan Status Tersangka?

    11 Juli 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?