Anggaran Surabaya 2025 Capai Lebih dari Setengah Triliun Rupiah
Anggaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Tahun Anggaran 2025 mencatatkan jumlah yang fantastis, yakni menembus angka Rp516.897.189.550,29. Dana ini kini dialihkan sebagai modal awal operasional pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data Pemkot Surabaya, APBD Surabaya 2025 ditutup dengan SILPA sebesar Rp516,897 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa sumber, antara lain:
- SILPA tahun 2024 sebesar Rp234,441 miliar
- Penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp220,586 miliar
- Surplus APBD 2025 sebesar Rp84,090 miliar
Namun, nilai tersebut dikurangi pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal sebesar Rp10 miliar dan pembayaran cicilan pokok utang sebesar Rp12,220 miliar.
Sehingga, SILPA tahun anggaran 2025 tercatat mencapai Rp516,897 miliar.
Menjaga Stabilitas Pelayanan Publik
Menanggapi besarnya nominal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa dana jumbo tersebut bukan tanda kegagalan penyerapan anggaran, melainkan strategi pengelolaan kas yang sehat demi menjaga stabilitas pelayanan publik.
“SILPA itu memang harus ada. Sebab, pendapatan kita dari Pendapatan Asli Daerah, seperti pajak restoran dan pajak kendaraan bermotor, tidak mungkin semuanya sudah masuk pada bulan Januari. Maka, SILPA itu wajib ada,” kata Wali Kota dua periode itu.
Eri merinci bahwa sejak awal tahun, pemkot sudah dihadapkan pada pengeluaran besar yang tidak bisa ditunda. Mulai dari operasional rumah pompa, biaya listrik, air, dana BOPDA, hingga gaji pegawai.
“Buat bayar listrik, buat BOPDA, buat pembayaran air, kebutuhan rumah pompa, kebutuhan wajib gaji terutama. Maka SILPA itu harus ada dan dihitung besaran SILPA itu minimal sama dengan pengeluaran kebutuhan wajib selama satu bulan,” ujarnya.
Inovasi untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah
Tingginya akumulasi SILPA itu ditopang oleh surplus APBD 2025 sebesar Rp84,090 miliar, hasil dari optimalisasi pendapatan sektor pajak. Salah satu sumber yang terus diperkuat adalah penerimaan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui skema bagi hasil dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Realisasi pendapatan bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor pada 2025 mencapai Rp40,82 miliar. Selain itu, pendapatan bagi hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor terealisasi sebesar Rp32,43 miliar. Sementara pendapatan bagi hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor mencapai Rp220,04 miliar dari target Rp294,81 miliar.
Untuk meningkatkan penerimaan, Pemkot Surabaya membuat inovasi memperluas akses layanan pembayaran pajak. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan membuka layanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di kawasan Car Free Day Taman Bungkul pada akhir 2025.
“Masyarakat yang biasanya Senin sampai Sabtu bekerja, saat berolahraga dan rekreasi di CFD mereka bisa sekaligus melakukan pembayaran PBB maupun PKB. Kami jemput bola sehingga masyarakat tidak harus datang ke loket atau kantor,” kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, Rachmad Basari.
Target dan Realisasi Anggaran
Melalui kemudahan akses itu, Bapenda optimistis pendapatan daerah ke depan akan terus terkumpul maksimal untuk kepentingan pembangunan infrastruktur kota.
“Tentunya akan semakin meningkat. Semua pendapatan itu nantinya digunakan untuk pembangunan, meningkatkan infrastruktur, membantu masyarakat yang membutuhkan, dan menjalankan program-program Pemerintah Kota Surabaya,” kata Basari sebelumnya.
Secara keseluruhan, realisasi Pendapatan Daerah Kota Surabaya tahun 2025 menyentuh angka Rp10,63 triliun atau sekitar 91,19 persen dari target awal Rp11,66 triliun. Sementara itu, untuk pos realisasi belanja daerah terserap sebesar Rp10,55 triliun atau berada di angka 85,70 persen dari target pagu Rp12,31 triliun.
Rincian Anggaran APBD Surabaya 2025
Berikut rangkuman rincian anggaran APBD Surabaya 2025 sesuai informasi di atas:
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) TA 2025:
- SILPA tahun 2025: Rp516.897.189.550,29 (lebih dari setengah triliun rupiah)
Akumulasi Pembentuk SILPA 2025:
- SILPA tahun 2024: Rp234,441 miliar
- Penerimaan pinjaman daerah: Rp220,586 miliar
- Surplus APBD 2025: Rp84,090 miliar
Faktor Pengurang Anggaran:
- Pengeluaran penyertaan modal: Rp10 miliar
- Pembayaran cicilan pokok utang: Rp12,220 miliar
Realisasi Pendapatan Bagi Hasil Sektor Pajak 2025:
- Pajak Kendaraan Bermotor (PKB): Rp40,82 miliar
- Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB): Rp32,43 miliar
- Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB): Rp220,04 miliar (dari target Rp294,81 miliar)
Total Anggaran Kota Surabaya 2025:
- Realisasi Pendapatan Daerah: Rp10,63 triliun (91,19 persen dari target Rp11,66 triliun)
- Realisasi Belanja Daerah: Rp10,55 triliun (85,70 persen dari target Rp12,31 triliun)







