Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Blok Masela
Bambang Wuryanto, anggota Komisi XII DPR Fraksi PDI Perjuangan, menyatakan keyakinannya bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Blok Masela akan mampu menggerakkan perekonomian di kawasan Timur Indonesia. Proyek hulu migas yang memiliki investasi sebesar 20,9 miliar dolar AS ini dinilai akan memberi efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama karena fasilitas pelabuhan dan kilang dibangun di darat (onshore).
“Apakah itu akan men-generate ekonomi di wilayah timur? Ya sudah pasti. Karena ini onshore, Pulau Nustual yang menjadi lokasi pelabuhan dan kilang, itu bisa jadi kota baru,” ujarnya.
Proyek Blok Masela juga diprediksi dapat menyerap sekitar 10.000 hingga 15.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi. Bambang optimistis bahwa tenaga kerja lokal dapat mengisi kebutuhan tersebut melalui pelatihan yang berkelanjutan. Ia menilai proyek ini setara dengan proyek Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, yang menjadi penghasil gas bumi terbesar di Indonesia dan menargetkan 85 persen pelibatan tenaga kerja lokal hingga tahun 2029.
“Pastikan bisa nanti dengan pelatihan. Tenaga kerja kita akan terserap di sana. Saya optimis untuk itu. Ini adalah proyek yang benar-benar hebat; sudah lama kita tidak punya proyek gas yang cukup hebat setelah Tangguh,” jelasnya.
Selain itu, Bambang juga mengapresiasi skema pengelolaan gas yang memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, di mana 40 persen produksi dari Blok Masela akan digunakan memenuhi kebutuhan energi domestik. “Di dalam POD (Plan of Development) clear bahwa 40 persen produksi dari Masela ini akan dijadikan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri,” tambahnya.
Komisi XII DPR kata Bambang, akan terus mengawasi pelaksanaan proyek Blok Masela melalui SKK Migas agar berjalan sesuai rencana kerja. “Nanti kita minta kepada SKK breakdown-nya, Work program and budget-nya kita mintakan. Pengawasannya lewat itu,” tutur dia.
Antisipasi Inflasi Daerah hingga Spekulasi Harga Tanah
Pengamat energi sekaligus dosen Universitas Darma Persada, Riki F Ibrahim, menilai dimulainya konstruksi fisik Blok Masela perlu dibarengi pengelolaan dampak sosial dan ekonomi di daerah. Pemerintah harus mengantisipasi berbagai risiko seperti inflasi daerah, spekulasi harga tanah, hingga menjaga harmonisasi antara tenaga kerja lokal dan pendatang.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dilakukan secara profesional. “Lalu sovereign wealth fund (dana kekayaan) daerah dengan membentuk dana abadi daerah agar hasil migas tidak habis untuk biaya operasional rutin, melainkan diinvestasikan pada sektor produktif seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur untuk jangka panjang,” katanya.
Selain itu, SKK Migas dan pemerintah pusat diharapkan dapat menjaga transparansi pelaksanaan proyek, termasuk kuota Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja lokal, dan program alih teknologi. “Dari kepastian regulasi, pengawalan tata kelola proyek secara konsisten agar jadwal on-stream tepat waktu tanpa kendala birokrasi,” pungkasnya.
Pembinaan Pelaku Usaha Lokal
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mulai mempersiapkan masyarakat agar dapat terlibat langsung dalam proyek tersebut. Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkosu mengatakan pemerintah daerah tengah melakukan pendataan dan pembinaan terhadap pelaku usaha lokal.
“Kita Pemerintah Daerah saat ini sedang melakukan inventarisasi terhadap usaha kecil dan menengah (UKM), kelompok tani, dan kelompok peternak. Untuk UKM yang tidak aktif, kita aktifkan kemudian kita lakukan pendampingan untuk menyiapkan mereka agar mampu berkontribusi pada proyek strategis nasional ini,” katanya.
Selain pembinaan UKM, pemerintah daerah juga menyiapkan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, serta membangun infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, dan gedung perkantoran. Brampi berharap pemerintah pusat terus bersinergi dengan pemerintah daerah agar manfaat proyek dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemerintah pusat dalam menerapkan program-program prioritas itu bisa berkolaborasi dengan pemda supaya bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan di daerah,” pungkasnya.
Tahap Konstruksi
Sebagai informasi, PSN Blok Masela berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek energi nasional ini telah dinantikan selama hampir 28 tahun dan kini memasuki tahapan konstruksi. Proyek ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton gas alam cair per tahun, hingga menghasilkan kondensat 35.000 barel per hari untuk dukungan kebutuhan energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto meminta pembangunan proyek ini tidak terlambat dan rampung dalam waktu singkat. “Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah, hari ini kita mulai pembangunannya. Dan pembangunan tidak boleh terhambat. Harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Prabowo saat berpidato secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/7/2026).







