Pemasangan dashcam pada mobil listrik atau electric vehicle (EV) memerlukan perhatian khusus agar tidak menimbulkan masalah pada sistem kelistrikan kendaraan. Kesalahan dalam pemasangan dapat berdampak pada kestabilan aki 12 volt (12V), bahkan bisa memengaruhi garansi pabrikan jika kabel bawaan kendaraan dipotong. Oleh karena itu, para pemilik mobil listrik disarankan untuk menggunakan metode instalasi yang aman dan tidak mengubah konfigurasi asli kendaraan.
Salah satu solusi yang dianjurkan adalah metode plug and play (PNP), yang memungkinkan penggunaan dashcam tanpa perlu melakukan modifikasi pada kabel bawaan. Metode ini menjadi fokus utama di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, mengingat meningkatnya permintaan akan dashcam sebagai alat pendukung keselamatan berkendara.
Perwakilan Hikvision Dashcam di GIIAS 2026, Safri Yeni, menjelaskan bahwa salah satu cara untuk menerapkan metode PNP adalah dengan menggunakan OBD Converter. Perangkat ini berfungsi sebagai jembatan antara sumber daya mobil dan dashcam tanpa perlu memotong kabel asli. Dengan demikian, risiko kerusakan pada sistem kelistrikan kendaraan dapat diminimalkan.
“OBD Converter digunakan sebagai alat penyambung arus listrik dari mobil ke perangkat dashcam tanpa melakukan modifikasi yang berpotensi menggugurkan garansi pabrikan,” ujarnya. Menurut Safri, OBD Converter dijual terpisah bagi konsumen yang ingin memasang dashcam secara aman, terutama untuk kendaraan listrik maupun mobil modern dengan sistem elektronik yang lebih kompleks.
Selain itu, OBD Converter juga memungkinkan fitur pemantauan kendaraan selama 24 jam tetap aktif tanpa bergantung pada baterai internal atau kapasitor pada dashcam. Hal ini sangat penting untuk penggunaan dashcam dalam mode parkir atau saat kendaraan sedang tidak digunakan.
Tips Aman Memasang Dashcam pada EV
Untuk memastikan dashcam berfungsi optimal tanpa mengganggu sistem kendaraan, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:
- Gunakan metode plug and play melalui port USB atau soket bawaan kendaraan sehingga tidak perlu memotong kabel orisinal.
- Jika ingin menggunakan hardwire kit untuk mengaktifkan fitur parking mode, sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem kelistrikan mobil listrik agar tidak membebani aki 12V.
- Pilih dashcam dengan konsumsi daya rendah atau memiliki fitur power saving mode agar tidak menguras daya saat kendaraan diparkir dalam waktu lama.
- Pastikan posisi kamera dipasang di belakang kaca spion tengah agar tidak mengganggu pandangan pengemudi maupun menutupi sensor Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
- Rapikan jalur kabel dengan menyelipkannya di bagian plafon dan pilar kendaraan menggunakan alat khusus. Hindari pemasangan kabel yang terlalu tegang atau melintasi area airbag dan pedal karena dapat mengganggu aspek keselamatan.
Dashcam Kian Dibutuhkan pada Kendaraan Modern
Dengan semakin banyaknya kendaraan yang dilengkapi teknologi bantuan pengemudi dan sistem elektronik canggih, penggunaan dashcam juga semakin diminati sebagai alat pendukung keamanan. Di GIIAS 2026, Hikvision memperkenalkan berbagai model dashcam yang dilengkapi fitur mutakhir seperti perekaman saat kendaraan diparkir, G-Sensor yang otomatis menyimpan rekaman ketika terjadi benturan, akses rekaman melalui aplikasi, serta kapasitas penyimpanan hingga 256 GB.
Salah satu produk unggulan yang ditampilkan adalah V300, sebuah dashcam tiga kamera yang mampu merekam area depan, kabin, dan belakang kendaraan secara bersamaan. Perangkat ini juga dilengkapi GPS serta dukungan konektivitas 4G untuk memantau lokasi kendaraan dan mengakses rekaman secara jarak jauh melalui aplikasi.
Sementara itu, C200S menjadi model yang paling diminati karena menawarkan kamera depan dan belakang dengan harga yang lebih terjangkau untuk kebutuhan penggunaan harian. Dengan fitur-fitur tersebut, dashcam semakin menjadi pilihan utama bagi pengguna kendaraan modern.






