Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hyrox: Olahraga Jerman yang Menggemparkan Dunia Kebugaran

    25 Agustus 2026

    DPRD Jember Soroti Pengeluaran Rp 4,1 Miliar untuk Cetak Stiker Bansos

    25 Agustus 2026

    Aturan Kripto Baru SEC, Apa Perubahan Terbaru?

    25 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 25 Agustus 2026
    Trending
    • Hyrox: Olahraga Jerman yang Menggemparkan Dunia Kebugaran
    • DPRD Jember Soroti Pengeluaran Rp 4,1 Miliar untuk Cetak Stiker Bansos
    • Aturan Kripto Baru SEC, Apa Perubahan Terbaru?
    • Praperadilan Roy Suryo Terus Berulang, Rismon Uji KUHAP ke MK
    • 10 Contoh Laporan Perjalanan Menarik ke Bengkulu dengan Kalimat Efektif dan Metafora
    • Jepang Perkenalkan Teknologi Pertanian Padi Berkelanjutan ke ASEAN
    • Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge 2026 Guncang Sidoarjo dengan 8 Kelas Kompetitif
    • Target Utama Intensitas Tinggi! Bernardo Tavares Siap Menggemparkan Persebaya Surabaya di Thailand
    • 35 Soal UH Bahasa Indonesia Kelas 3 SD Bab 1 Kawan Seiring 2026
    • 6 Teknik Pijat Batuk Anak untuk Meredakan Gejala, Perhatikan Titik Pijatan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»Jepang Perkenalkan Teknologi Pertanian Padi Berkelanjutan ke ASEAN

    Jepang Perkenalkan Teknologi Pertanian Padi Berkelanjutan ke ASEAN

    adm_imradm_imr25 Agustus 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Percepatan Pertanian Berkelanjutan di Jepang

    Jepang terus mempercekan pengembangan pertanian berkelanjutan untuk menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, kekurangan tenaga kerja, dan ketergantungan impor pangan. Salah satu daerah yang menjadi pusat inovasi adalah Prefektur Yamagata, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras utama di Jepang.

    Strategi MIDORI untuk Pertanian Ramah Lingkungan

    Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) telah menyusun Strategi MIDORI untuk sistem pangan berkelanjutan sejak Mei 2021. Tujuan strategi ini hingga tahun 2050 mencakup pencapaian nol emisi dalam sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk kimia.

    Selain itu, Jepang juga ingin membagikan teknologi dan inovasi yang dikembangkan melalui Strategi MIDORI kepada negara-negara ASEAN. Kedua belah pihak memiliki kondisi pertanian yang serupa, seperti iklim panas dan lembap serta banyaknya sawah yang dikelola oleh petani skala kecil dan menengah.

    Salah satu teknologi yang dipromosikan adalah alternate wetting and drying (AWD), yaitu teknik pengelolaan air dengan mengeringkan sawah secara berkala sebelum kembali mengalirkan air ke lahan. Teknik ini dikembangkan berdasarkan metode tradisional Jepang yang disebut nakaboshi.

    Penghematan Air dan Emisi Metana

    Dibandingkan dengan metode yang membiarkan sawah terus-menerus tergenang, AWD dapat menghemat penggunaan air sekaligus mengurangi emisi metana. Gas metana disebut memiliki dampak terhadap pemanasan global sekitar 28 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida. Pertanian padi menyumbang sekitar 23 persen dari emisi gas rumah kaca sektor pertanian di Asia.

    Kemitraan dengan Filipina dalam Pengurangan Emisi

    Jepang juga mendorong penerapan teknologi AWD melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM). Melalui skema tersebut, pemerintah dan perusahaan Jepang bekerja sama dengan negara mitra dengan menyediakan teknologi serta pembiayaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Jumlah pengurangan emisi kemudian dihitung berdasarkan kontribusi Jepang dan negara mitra.

    Saat ini, Jepang dan Filipina tengah mempersiapkan penerbitan kredit bersama sektor pertanian pertama di dunia yang menggunakan teknologi AWD melalui proyek AWD-JCM.

    Yamagata: Sentra Produksi Beras

    Prefektur Yamagata dikenal sebagai salah satu sentra produksi beras utama di Jepang. Wilayah ini memiliki Dataran Shonai yang tanahnya subur dan kondisi iklimnya mendukung kegiatan pertanian. Yamagata menghasilkan sekitar 5 persen dari keseluruhan produksi beras Jepang berdasarkan data tahun fiskal 2023.

    Di wilayah tersebut, berbagai upaya sedang dilakukan untuk mempertahankan pasokan pangan, mulai dari pengembangan varietas padi generasi baru yang tahan terhadap perubahan iklim, penggunaan teknologi pertanian pintar untuk mengurangi kebutuhan tenaga kerja, hingga penelitian foodtech.

    Paddy Rice Research Institute

    Salah satu pusat inovasinya adalah Paddy Rice Research Institute, bagian dari Yamagata Integrated Agricultural Research Center di Kota Tsuruoka. Lembaga penelitian yang berdiri sejak 1920 itu mengembangkan varietas baru yang disesuaikan dengan perubahan iklim dan kebutuhan budidaya berskala besar akibat kekurangan petani.

    Lembaga tersebut juga meneliti teknik budidaya untuk menjaga kestabilan rasa, kualitas dan hasil panen, serta metode pengendalian hama yang dapat mengurangi pemakaian pestisida.

    Varietas Yukimanten Tahan Suhu Tinggi

    Pada 2024, Pemerintah Prefektur Yamagata memulai gerakan untuk mendorong budidaya padi yang mampu beradaptasi dengan pemanasan global. Gerakan tersebut bertujuan mengembangkan teknik pertanian yang dapat menjamin pasokan beras berkualitas secara stabil. Paddy Rice Research Institute berpartisipasi dengan memberikan informasi dan pendampingan kepada petani mengenai metode budidaya yang sesuai.

    Saat ini lembaga tersebut sedang melakukan pengembangan dan uji coba budidaya varietas baru bernama Yukimanten. Varietas itu direncanakan mulai dipasarkan secara komersial pada 2027. Yukimanten memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi, rasa dan tekstur yang baik, warna butir yang putih, serta produktivitas tinggi. Varietas tersebut diharapkan menjadi salah satu pilihan utama dalam menghadapi perubahan iklim dan kekurangan tenaga kerja pertanian.




    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Cloudera dorong transformasi AI perusahaan dengan cloud fleksibel

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Lab Geofisika Untan Tampilkan Pemantauan Kualitas Udara Terintegrasi IQAir ke Semua Kecamatan

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Nagan Juara Inovasi di TTG Aceh 2026

    By adm_imr24 Agustus 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hyrox: Olahraga Jerman yang Menggemparkan Dunia Kebugaran

    25 Agustus 2026

    DPRD Jember Soroti Pengeluaran Rp 4,1 Miliar untuk Cetak Stiker Bansos

    25 Agustus 2026

    Aturan Kripto Baru SEC, Apa Perubahan Terbaru?

    25 Agustus 2026

    Praperadilan Roy Suryo Terus Berulang, Rismon Uji KUHAP ke MK

    25 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?