Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Mulai Hari Ini, BEI Terapkan Notasi Baru pada Kode Saham, Ini Penjelasannya

    5 Agustus 2026

    John Herdman: Timnas Indonesia Datang sebagai Underdog Menghadapi Singapura

    5 Agustus 2026

    Pemain Bintang Malaysia Gagal Kalahkan Baker di Piala AFF 2026

    5 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 5 Agustus 2026
    Trending
    • Mulai Hari Ini, BEI Terapkan Notasi Baru pada Kode Saham, Ini Penjelasannya
    • John Herdman: Timnas Indonesia Datang sebagai Underdog Menghadapi Singapura
    • Pemain Bintang Malaysia Gagal Kalahkan Baker di Piala AFF 2026
    • Ruben Berusaha Buktikan Tuduhan Palsu Sarwendah tentang Penyakit dan Pinjaman
    • Medan dan Bali Jadi Kandidat Lokasi Semifinal Piala Presiden 2026: Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema
    • Cara Isi Ulang ShopeePay BCA dengan Kode dan Format Rekening Virtual
    • Dugaan Arisan Bodong di Merangin, Dana Rp6 Miliar dari Puluhan Orang
    • 40 soal fiqih kelas 7 MTs SMP semester serta kunci jawaban UTS UAS ulangan ujian terbaru 2026-2027
    • 6 tanda gigi bayi tidak normal dan cara mengatasinya!
    • Promo Indomaret Hari Ini, Diskon Roti Rp 3.000!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Nasional»Esai koran, masih dicari?

    Esai koran, masih dicari?

    adm_imradm_imr5 Agustus 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengalaman Menulis dan Kebiasaan Membaca di Kalangan Mahasiswa

    Sebuah pengalaman yang unik terjadi beberapa bulan lalu. Pada suatu pagi hari Sabtu, saya dan istri sedang berjalan kaki di tepi jalan. Tiba-tiba mata saya tertarik pada seorang ibu paruh baya yang sedang menggendong bayi. Dengan wajah bersinar, dia bertanya, “Pak Mujib ya?” Saya menjawab dengan senang hati. Kami berhenti sejenak untuk berbincang-bincang. Ia mengatakan bahwa ia menyukai tulisan saya di koran BPost. Saya merasa terkejut dan terharu. Si ibu ini adalah seorang penjaga warung kelontong biasa di pinggir jalan.

    Setelah berpamitan, saya bercerita pada isteri tentang pengalaman ini. Beberapa tahun silam, saya juga pernah mendengar cerita dari teman-teman di UIN Antasari. Saat itu, mereka sedang membeli kebutuhan kantor dan tukang parkir menyambut mereka. Setelah melihat mobil yang membawa nama kampus, tukang parkir itu bertanya, “Dari UIN Antasari ya?” Ia kemudian berkata, “Saya kenal rektormu.” “Ah, masa?” tanya mereka. “Iya, saya baca tulisannya tiap Senin,” jawabnya.

    Pengalaman ini sangat berbeda dengan apa yang saya alami ketika menanyakan hal serupa kepada mahasiswa di kampus saya sendiri. Saya pernah bertanya kepada sekitar 200 mahasiswa semester dua, “Siapa yang pernah membaca tulisan saya?” Ternyata, tidak ada satupun yang mengangkat tangan. Begitu pula ketika saya menjadi Direktur Pascasarjana, saya sering bertanya kepada mahasiswa S-2 dan S-3. Jawaban mereka hampir sama, mereka tidak pernah membaca tulisan saya!

    Perbedaan Generasi dan Teknologi Informasi

    Apa penyebabnya? Salah satu faktor utama adalah perbedaan generasi yang berkorelasi dengan pergeseran teknologi informasi, dari cetak ke elektronik-digital. Para pembaca seperti si ibu pedagang kelontong dan tukang parkir adalah generasi yang tumbuh saat media cetak masih sangat berpengaruh. Sementara para mahasiswa saya adalah generasi baru yang lahir dan tumbuh di era digital, yang lebih akrab dengan internet dan media sosial. Mereka diserbu oleh informasi yang melimpah melalui media sosial dan cenderung tidak tertarik membaca media cetak.

    Ponsel sebagai alat komunikasi tercanggih saat ini tidak hanya memengaruhi anak-anak muda Gen-Z, tetapi juga orang-orang yang lebih tua. Saya menduga, generasi tua pun kini mulai malas membaca media cetak. Mereka sibuk dengan media sosial saja, kapan pun dan di mana pun. Apalagi, media sosial dirancang agar bisa merebut perhatian orang. Ponsel dan aplikasinya sengaja dibuat agar kita benar-benar terikat padanya. Kita dibius dengan hasrat untuk mendapatkan validasi dan puja-puji, serta diganggu oleh aneka notifikasi yang nyaris tiada henti.

    Budaya Membaca yang Rendah

    Selain itu, kita bukanlah bangsa yang gemar membaca. Budaya komunikasi kita cenderung oral alias lisan ketimbang tulisan. Angka buta huruf memang sudah sangat kecil, tetapi minat dan kemampuan membaca masyarakat kita masih rendah. Survei PISA (Program for International Student Assessment) menunjukkan, anak-anak kita usia 15 tahun rata-rata hanya mampu memahami teks sederhana, bukan teks yang rumit dan abstrak. Kondisi ini membuat mereka mudah terperangkap dalam konten-konten media sosial yang ringan, dan malas membaca teks yang agak serius, apalagi yang ilmiah.

    Kecerdasan buatan (AI) memperburuk keadaan ini, antara lain karena AI dapat membuatkan karya tulis dengan cepat sesuai permintaan. Godaan AI ini tentu semakin sulit dilawan oleh orang yang malas membaca. Orang hanya akan bisa menulis dengan baik jika dia adalah pembaca yang baik. Jika dia malas membaca, lalu ada tuntutan untuk membuat karya tulis, maka otomatis bantuan AI akan menjadi andalannya. Karena jarang membaca, mungkin saja dia sendiri tidak paham dengan tulisan yang dibuatkan AI itu, dan cenderung tidak sadar jika dalam tulisan itu ada banyak kekeliruan.

    Peran Media dalam Membangun Minat Membaca

    Saya pun teringat dengan perbincangan saya bersama (alm.) Yusran Pare pada 2009 silam, yang kala itu menjabat Pemred BPost. Dialah yang meminta saya untuk rutin menulis di koran ini. Saat diskusi bersama beberapa orang wartawan senior sebelum esai perdana Jendela tayang, dia mengatakan bahwa berdasarkan survei, pembaca rubrik opini koran ini sangat sedikit. Dia berharap, esai saya dapat mendongkrak gairah orang untuk membaca dan membuka wawasan. Bagi Yusran, selain memberikan informasi kepada publik, koran juga harus mendidik dan mencerdaskan publik.

    Perkembangan Media dan Minat Membaca

    Lantas bagaimana sekarang? Apakah kolom, esai atau opini, sudah tak dihiraukan orang lagi? Tidak juga. Rubrik opini Kompas, yang juga ‘atasan’ BPost, masih banyak dibaca orang. Koran itu bahkan menerbitkan tiga sampai empat opini sehari. Selain itu, semua media, termasuk BPost, telah membuat versi cetak dan elektronik, termasuk menggunakan media sosial. Saya sendiri rutin mengirim versi elektronik esai saya di media sosial. Pembacanya juga lumayan. Andai media sosial BPost juga menampilkan ide-ide penulis esai dan opini, mungkin perhatian publik akan meningkat.

    Alhasil, saya sungguh berterimakasih telah diberi “privilege” menjadi penulis rutin di koran ini. Kolom atau esai, memang agak berbeda dengan opini biasa. Seperti kata Ignas Kleden (2025: 543-566), esai adalah perpaduan antara subjektivitas dan objektivitas. Ia adalah prosa sekaligus puisi. Dalam esai, pembaca tidak hanya menyimak pendapat penulis, tetapi juga mengenali pribadi penulisnya. Jika wartawan berusaha menyampaikan fakta objektif, ilmuwan menafsirkan fakta itu secara ilmiah, dan penyair menghayatinya secara subjektif, maka penulis esai menghubungkan semuanya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Ruben Berusaha Buktikan Tuduhan Palsu Sarwendah tentang Penyakit dan Pinjaman

    By adm_imr5 Agustus 20263 Views

    Pengusaha Konveksi Dilaporkan karena Unggahan Facebook, Zainudin Hadjarati Membantah Tuduhan

    By adm_imr5 Agustus 20262 Views

    Sarwendah Diduga Fitnah, Reaksi Ruben Onsu Muncul

    By adm_imr5 Agustus 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Mulai Hari Ini, BEI Terapkan Notasi Baru pada Kode Saham, Ini Penjelasannya

    5 Agustus 2026

    John Herdman: Timnas Indonesia Datang sebagai Underdog Menghadapi Singapura

    5 Agustus 2026

    Pemain Bintang Malaysia Gagal Kalahkan Baker di Piala AFF 2026

    5 Agustus 2026

    Ruben Berusaha Buktikan Tuduhan Palsu Sarwendah tentang Penyakit dan Pinjaman

    5 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?