Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian dan Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Santosa 2
Tim gabungan masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi para korban kebakaran kapal KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenap pada Minggu (2/8/2026) pagi. Hingga Minggu malam, sebanyak 5 korban meninggal dunia.
Puluhan anggota keluarga penumpang KMP Mutiara Santosa 2 mendatangi area posko informasi untuk menantikan kabar terbaru mengenai nasib keluarga mereka. Wajah mereka dipenuhi rasa cemas dan haru. Mereka berharap segera mendapatkan kepastian akan nasib anggota keluarganya.
Devi adalah salah satu dari banyak keluarga yang mencari kabar sang suami, Deni Tristiawan. Deni bekerja sebagai sopir ekspedisi pengangkut material besi dan coil tujuan Makassar. Devi mengatakan sang suami masih sempat menghubunginya lewat sambungan telepon pada pagi hari. Sang suami juga mengirimkan foto kondisinya sedang duduk di dalam kapal saat itu.
“Foto terakhir suami posisinya sedang duduk di dalam kapal. Sekitar jam 7 pagi dia masih menghubungi saya, namun setelah itu langsung hilang kontak,” ungkap Devi menahan tangis. Devi baru mendapat informasi terkait kebakaran kapal itu sekitar pukul 11.30 WIB. “Jam 11.30 WIB saya baru tahu kabar kebakaran dari pemberitaan media, makanya saya langsung meluncur ke posko ini,” ujarnya.
Kesabaran Devi menanti kabar sang suami akhirnya berujung manis. Suaminya, Deni Tristiawan akhirnya kembali dalam keadaan selamat. Deni bersama penumpang lainnya yang selamat tiba di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2026) pukul 00.15 WIB. Setelah menempuh proses evakuasi dari tengah laut, para penumpang langsung disambut petugas gabungan untuk menjalani pendataan, pemeriksaan kesehatan, dan beristirahat.
Sebagian korban harus menggunakan kursi roda, sementara lainnya dipapah karena kondisi fisik yang belum pulih. Meski hanya dapat saling menyapa dari balik pintu kaca, Devi dan Deni tak mampu menahan air mata setelah memastikan kondisinya dalam keadaan selamat.
Fauzi Bingung Nama Sepupunya Tak Ada di Manifest
Sementara itu, Fauzi sengaja datang ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk memastikan keberadaan sepupunya, Riswanto, yang juga bertugas sebagai driver ekspedisi. Fauzi mengaku bingung karena hingga Minggu malam, nama saudaranya belum juga tercantum di dalam lembar manifest resmi yang dipegang oleh petugas maupun operator kapal.
“Sepupu saya membawa armada ekspedisi dari Surabaya menuju Makassar. Saya sudah setorkan semua berkas penunjang, mulai dari foto KTP, foto orangnya, foto truk, sampai STNK kendaraan. Tapi dari pagi sampai menjelang malam ini, namanya belum masuk daftar manifest pengakuan tim di posko,” keluh Fauzi. Komunikasi terakhir sepupunya tercatat melalui unggahan status aplikasi pesan singkat pada pukul 07.30 WIB yang memperlihatkan persiapan kapal sebelum bertolak. Setelah itu, nomor ponsel yang bersangkutan tidak lagi aktif.
Keluarga para penumpang sangat berharap otoritas pelayaran, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), serta Tim SAR Gabungan dapat segera memvalidasi dan memperbarui data seluruh penumpang yang dievakuasi agar memberikan kepastian bagi pihak keluarga yang terus menunggu.
Update Data Korban Meninggal & Selamat
Plt Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ardan, mengatakan berdasarkan dokumen manifes resmi, KM Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya–Makassar tersebut secara keseluruhan mengangkut sebanyak 271 orang. Jumlah tersebut mencakup:
- 232 orang penumpang
- 26 orang Anak Buah Kapal (ABK)
- 13 orang ABK tambahan
“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran, pendataan, dan pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan. Data ini masih bersifat dinamis dan terus kami perbarui sesuai perkembangan operasi SAR di lapangan,” ujar Ipda Ardan, Minggu (2/8/2026) malam.
Ipda Ardan menjelaskan, ratusan korban yang berhasil diselamatkan dan dievakuasi secara bertahap menggunakan kapal-kapal niaga maupun kapal tunda (tugboat) yang melintas di sekitar titik lokasi kebakaran. Berikut data resmi terkait manifes dan hasil evakuasi korban musibah terbakarnya KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura berdasarkan data Polresta Sumenep.
- KM Meratus Pematang Siantar: Mengevakuasi 109 orang selamat dan 2 korban meninggal dunia.
- TB Hasnur 26: Mengevakuasi 65 orang selamat dan 1 korban meninggal dunia.
- Transko Arafura: Mengevakuasi 17 orang selamat.
- KM Meratus Project 3: Mengevakuasi 13 orang selamat dan 1 korban meninggal dunia.
- Prakarsa Mas: Mengevakuasi 7 orang selamat.
- SC Aila 17: Mengevakuasi 7 orang selamat.
- Selaras Emas: Mengevakuasi 7 orang selamat.
- Aicon Daniel: Mengevakuasi 1 korban meninggal dunia.
Mengingat adanya selisih antara jumlah manifes awal (271 orang) dengan total korban yang telah dievakuasi hingga sore hari, fokus utama tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, dan TNI AL saat ini adalah memperluas radius penyisiran di perairan utara Pulau Sapudi dan sekitarnya.
Kesaksian Korban Selamat
Bambang, penumpang asal Tulungagung mengatakan kebakaran terjadi ketika sebagian besar penumpang baru memulai aktivitas pagi. “Saya baru bangun tidur dan sedang sarapan. Tiba-tiba terlihat asap dari bagian bawah kapal. Saya tidak tahu pasti sumber apinya, tetapi semua penumpang langsung panik dan berlari mencari tempat yang aman,” ujar Bambang. Menurutnya, awak kapal segera membagikan jaket pelampung kepada seluruh penumpang.
“Api berasal dari bagian belakang bawah kapal dan cepat membesar. Saya langsung menuju bagian depan untuk menyelamatkan diri karena api sudah merambat ke mana-mana,” katanya. Situasi yang semakin tidak terkendali memaksa seluruh penumpang melompat ke laut. “Semua akhirnya melompat ke laut. Saya terapung sekitar tiga jam sebelum diselamatkan kapal yang melintas. Saat itu kapal sudah miring dan hampir seluruh bagiannya terbakar. Alhamdulillah saya selamat,” tuturnya.
Kesaksian serupa disampaikan Ahmad, rekan Bambang yang berada dalam satu kamar selama perjalanan menuju Makassar. Ia mengaku terbangun setelah mendengar teriakan penumpang yang panik akibat kebakaran. “Pagi-pagi terdengar teriakan ada kebakaran. Saya baru bangun dan sedang sarapan. Awak kapal langsung mengarahkan kami untuk menyelamatkan diri. Saya dan Bambang sebenarnya sedang dalam perjalanan mengirim barang ke Makassar,” ucap Ahmad.
Meski berhasil selamat, Ahmad mengungkapkan masih ada satu rekannya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. “Sekitar pukul 13.30 kami dievakuasi oleh KM Meratus dan langsung mendapat pertolongan pertama. Namun, satu teman kami sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” katanya.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika petugas siaga Kantor SAR Surabaya menerima telepon dari Syahbandar Tanjung Perak Surabaya pada pukul 08.24 WIB, pada Minggu (2/8/2026) mengenai kapal yang terbakar di perairan utara Madura. Berselang satu menit, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) menghubungi Kantor SAR Surabaya dan melaporkan KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makassar mengalami kebakaran.
Perusahaan memperoleh informasi dari nakhoda bahwa api muncul ketika kapal berada di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Setelah menyampaikan laporan awal, nakhoda kapal tidak lagi dapat dihubungi. Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Selanjutnya, Pos SAR Sumenep berkomunikasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget pada pukul 09.00 WIB guna mempercepat pencarian.







