Peran Askrindo dalam Mendukung Pembangunan Nasional dan UMKM
PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan nasional dan aktivitas dunia usaha melalui layanan asuransi umum dan suretyship. Dalam upaya tersebut, Askrindo memberikan dukungan terhadap berbagai proyek strategis dan keamanan nasional dengan total nilai sebesar Rp261,9 triliun hingga Desember 2025.
Proyek Strategis dan Keamanan Nasional
Hingga akhir tahun 2025, Askrindo telah memberikan dukungan terhadap 512 proyek strategis dan keamanan nasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 proyek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan total nilai sekitar Rp143,2 triliun. Sementara 496 proyek lainnya adalah proyek di sektor keamanan nasional dengan nilai sekitar Rp118,7 triliun.
Beberapa contoh proyek yang didukung oleh Askrindo antara lain:
– Asuransi Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh
– Tol Ngawi-Kertosono-Kediri
– Tol Japek Selatan
– Aset Jasa Marga Bali Tol
– Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A
– Aset Medan-Binjai Tol
– Pembangunan perumahan di IKN
– Tol Serang-Panimbang
– Jaringan Sumber Air Pemali-Juana
– Pembangunan rumah sakit
– Tol Probolinggo-Banyuwangi
– Tol Jogja-Solo
– Tanjung Priok Port Tollways
– Tol Cisumdawu
– Kawasan Industri Terpadu Batang
Kapasitas Commercial Line Meningkat
Keterlibatan Askrindo dalam berbagai proyek tersebut turut memperkuat kapasitas Commercial Line perusahaan. Hingga akhir tahun 2025, kapasitas Commercial Line Askrindo mencapai Rp28,6 triliun, meningkat sekitar 42 persen dibandingkan posisi 2023 sebesar Rp20,1 triliun.
Peningkatan kapasitas ini sejalan dengan meningkatnya kepercayaan mitra perbankan terhadap Askrindo. Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap diimbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola.
Selama periode 2016-2025, Askrindo juga telah memberikan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun. Penjaminan tersebut mencakup proyek pemerintah pusat dan daerah melalui APBN/APBD, BUMN, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Tetap Terapkan Prinsip Kehati-hatian
Di tengah peluang bisnis tersebut, Askrindo tetap menempatkan prinsip kehati-hatian, penguatan underwriting, dan manajemen risiko dalam setiap keputusan bisnis. Setiap risiko yang akan diterima melalui proses analisis dan underwriting dengan mempertimbangkan profil risiko serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko tersebut.
Leonardo menjelaskan bahwa Askrindo tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo.
Penguatan proses underwriting menjadi salah satu fokus Askrindo sepanjang 2025, bersamaan dengan berbagai upaya perbaikan kualitas portofolio dan penguatan proses bisnis perusahaan.
Dukungan untuk UMKM melalui KUR
Selain mendukung proyek berskala besar, Askrindo juga menjalankan peran dalam pemberdayaan UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR. Melalui program tersebut, Askrindo memberikan perlindungan asuransi kredit dalam ekosistem pembiayaan UMKM yang mendukung akses pelaku usaha terhadap pembiayaan perbankan.
Leonardo menyampaikan bahwa UMKM merupakan bagian penting dari perekonomian nasional. Karena itu, keberadaan Askrindo tidak hanya terlihat dalam dukungan terhadap proyek-proyek strategis, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui Asuransi Program Pemerintah, khususnya KUR, yang mendukung akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Fundamental Keuangan
Berdasarkan Laporan Keuangan 2025 audited, per Desember 2025 Askrindo mencatat aset sebesar Rp22,23 triliun, ekuitas Rp8,68 triliun, dan laba setelah pajak atau EAT sebesar Rp1,04 triliun.
Leonardo mengatakan bahwa Askrindo akan terus memperkuat kapasitas perusahaan dengan tetap menjaga kualitas pengelolaan risiko dan tata kelola. Tujuan utama Askrindo adalah menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia. Baik melalui dukungan terhadap pembangunan, dunia usaha, maupun UMKM melalui Asuransi Program Pemerintah KUR. Semua ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan keberlanjutan perusahaan.







