Pentingnya Pemilihan Susu Formula untuk Bayi
ASI adalah sumber gizi utama bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupannya. Setelah si Kecil berusia enam bulan, ia dapat mengonsumsi Makanan Pendamping ASI atau yang dikenal dengan MPASI. Meski begitu, pemberian ASI tetap boleh diberikan hingga si Kecil berusia dua tahun atau lebih. Namun, tidak semua Mama bisa memberikan ASI kepada bayinya karena berbagai alasan medis atau kondisi lainnya. Dalam hal ini, susu formula menjadi alternatif yang bisa diberikan.
Pemberian susu formula sebaiknya dilakukan atas saran dari dokter anak. Jenis dan takaran susu formula disesuaikan dengan usia dan kondisi bayi. Takarannya juga harus sesuai dengan usia bayi. Jika Mama masih bingung tentang berapa takaran susu formula yang cukup untuk dikonsumsi si Kecil, berikut penjelasannya.
Cara Memilih Jenis Susu Formula untuk Bayi
Saat memilih jenis susu formula untuk si Kecil, sebaiknya Mama dan Papa berkonsultasi terlebih dahulu bersama dengan dokter anak. Dokter biasanya akan memberikan beberapa rekomendasi dan takarannya sesuai dengan usia, berat badan, serta kondisi si Kecil. Konsultasi ini dimaksudkan untuk meminimalisir risiko alergi. Umumnya alergi menunjukkan gejala seperti ruam pada kulit, diare, muntah, hingga sesak napas. Jika si Kecil sudah menunjukkan gejala alergi, maka segera hentikan pemberian susu formula dan periksakan kembali ke dokter.
Jika Mama sigap, maka penyebab alergi dan keluhan dapat dihentikan karena penanganan yang sesuai!
Takaran Susu untuk Bayi Berdasarkan Usia
Takaran Susu untuk Bayi Baru Lahir
Pada satu bulan awal kehidupannya, bayi yang baru lahir biasanya minum susu setiap dua sampai tiga jam sekali. Namun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi hanya boleh diberi susu saat ia terlihat lapar. Berikut ini takarannya:
- Bayi baru lahir: takaran susu per konsumsi sebanyak 30 – 60 mL, dengan jumlah konsumsi 8 – 12 kali per hari.
- Bayi 2 dan 3 minggu: takaran susu per konsumsi sebanyak 60 – 90 mL, dengan jumlah konsumsi 8 – 12 kali per hari.
Takaran Susu untuk Bayi 1-3 Bulan

Seiring bertambahnya usia bayi, jumlah konsumsi susunya juga akan beranjak sesuai dengan usianya. Hal ini karena kapasitas perut bayi juga bertambah seiring usianya. Berikut ini takarannya:
- Bayi 1 bulan: takaran susu per konsumsi sebanyak 90 – 120 mL, dengan jumlah konsumsi 8 – 10 kali per hari.
- Bayi 2 bulan: takaran susu per konsumsi sebanyak 90 – 150 mL, dengan jumlah konsumsi 6 – 8 kali per hari.
- Bayi 3 bulan: takaran susu per konsumsi sebanyak 120 – 150 mL, dengan jumlah konsumsi 6 – 8 kali per hari.
Takaran Susu untuk Bayi 4-6 Bulan

Pada usia enam bulan, biasanya bayi sudah mengonsumsi MPASI. Meski begitu, pemberian susu tetap harus dilanjutkan. Berikut ini takaran susu untuk bayi usia 4-6 bulan:
- Bayi 4 bulan: takaran susu per konsumsi sebanyak 120 – 180 mL, dengan jumlah konsumsi 6 – 8 kali per hari.
- Bayi 5 bulan: takaran susu per konsumsi sebanyak 180 – 240 mL, dengan jumlah konsumsi 6 – 8 kali per hari.
- Bayi 6 bulan: takaran susu per konsumsi sebanyak 200 – 240 mL, dengan jumlah konsumsi 4 – 6 kali per hari yang disela dengan jam makanan MPASInya.
Cara Membuat Susu Formula yang Benar

Setelah Mama mengetahui takarannya, berikut cara menyeduh susu formula yang benar untuk bayi:
- Siapkan peralatan dan susu formula bubuk.
- Bersihkan peralatan dan cuci tangan hingga bersih.
- Masak air hingga mendidih.
- Tuang susu bubuk sesuai dengan takaran.
- Kocok dan diamkan hingga suhunya turun.
- Susu siap diberikan pada bayi.
Nah, itu tadi ulasan terkait dengan takaran susu formula untuk bayi 0-3 bulan serta cara menyeduh susu formula untuk bayi. Pastikan Mama telah membaca petunjuk yang tertera pada kemasan susu si Kecil. Jika Mama membuat dan menyimpan susu formula dengan cara yang tidak tepat, maka susu berisiko terkontaminasi kuman dan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan bayi. Semoga membantu!







