Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka
Mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 10 SMA berfokus pada berbagai jenis teks, termasuk teks negosiasi. Salah satu tugas yang diberikan adalah pada halaman 92, 93, dan 94 buku kurikulum merdeka. Tugas ini mengajak siswa untuk menganalisis anekdot-anekdot yang ada dan menentukan makna tersiratnya. Berikut penjelasan lengkapnya.
Tugas 1: Menganalisis Anekdot
Siswa diminta membaca anekdot-anekdot yang disediakan, lalu menentukan makna tersiratnya dengan menggunakan tabel. Berikut beberapa contoh:
- Judul Anekdot: Dosen yang juga Menjadi Pejabat
- Kritikan/Sindiran: Berisi sindiran kepada para pejabat yang takut kehilangan kursi jabatannya.
Makna Tersirat: Sesulit apapun kursi jabatan dipertahankan, suatu saat jabatan itu akan berakhir. Sehingga tidak perlu mempertahankan jabatan secara mati-matian.
Judul Anekdot: Cara Keledai Membaca Buku
- Kritikan/Sindiran: Berisi sindiran kepada sebagian besar orang yang membaca buku, namun hanya dibolak-balik halamannya saja, tanpa berusaha memahami artinya.
Makna Tersirat: Mengajak orang-orang untuk rajin membaca dan memahami apa isi dari buku yang dibaca.
Judul Anekdot: Mau Gaji Besar?
- Kritikan/Sindiran: Berisi sindiran untuk orang-orang yang ingin kaya tetapi enggan berusaha.
Makna Tersirat: Harus bekerja agar mendapatkan uang.
Judul Anekdot: Profesi Anak-anak Penjual Kue
- Kritikan/Sindiran: Berisi sindiran bahwa kebanyakan koruptor hidupnya sejahtera dan mewah.
- Makna Tersirat: Korupsi merupakan tindakan yang harus dihindari, meskipun jika dilakukan akan mengubah kehidupan menjadi mewah dan serba berkecukupan.
Pertanyaan Tambahan
Selain menganalisis anekdot, terdapat beberapa pertanyaan yang menguji pemahaman siswa tentang perbedaan dan persamaan antara dua teks. Berikut jawaban-jawaban yang bisa digunakan sebagai bahan evaluasi belajar:
- Perbedaan kedua teks berdasarkan bentuk dan jenisnya!
Teks satu berjenis teks deskripsi berbentuk penggambaran sebuah perusahaan, sedangkan teks kedua merupakan jenis teks negosiasi berbentuk surat penawaran.
Perbedaan berdasarkan tujuan penulisannya!
Teks satu bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai suatu perusahaan tertentu. Sementara teks kedua bertujuan menawarkan kerjasama pengadaan alat-alat kelengkapan kantor.
Apa maksud dari frase “harga kompetitif” dan “harga bersaing”?
Maksud dari kedua frase tersebut ialah bahwa harga ditawarkan dijamin lebih murah dibandingkan dengan penawaran perusahaan lain.
Perbedaan informasi tentang perusahaan dalam teks satu dan dua!
Teks satu mengandung informasi yang lengkap dan rinci mengenai perusahaan. Sedangkan teks dua tidak menjelaskan dengan lengkap dan rinci perihal perusahaan dan hanya berisi informasi penawaran kerjasama pengadaan alat-alat kelengkapan kantor.
Persamaan informasi tentang perusahaan dalam kedua teks!
Kedua teks berisi informasi tentang perusahaan yang sama dan bergerak dalam bidang pengadaan kelengkapan alat-alat kantor.
Apakah teks deskripsi perusahaan sudah cukup sesuai dan lengkap?
Teks tersebut sudah cukup sesuai dan lengkap karena sudah berisi berbagai informasi yang menggambarkan profil perusahaan tersebut.
Efektivitas kalimat dalam teks deskripsi!
Kalimat-kalimat dalam teks tersebut sudah cukup efektif, jelas, dan mudah dipahami. Alasannya karena tidak ada kata atau kalimat yang rancu, multitafsir, atau tidak efektif.
Bahasa dalam surat penawaran!
Bahasa yang digunakan dalam surat tersebut sudah cukup baik dan santun. Alasannya karena tidak ditemukan adanya kata-kata bermuatan negatif atau tidak sopan yang dapat menyinggung perasaan, melecehkan, dan menghina penerima surat.
Isi dan alasan dalam surat penawaran!
Isi dan alasan dalam surat penawaran tersebut sudah cukup tepat dan menarik karena telah mencakup informasi penting yang diperlukan.
Apakah surat penawaran termasuk teks negosiasi?
- Setuju, surat penawaran tersebut termasuk teks negosiasi. Alasannya karena di dalam surat tersebut terkandung unsur penawaran dan alasan-alasan penguat sebagai upaya negosiasi.
Catatan Penting
Pembahasan dan kunci jawaban ini hanya digunakan sebagai panduan belajar siswa. Siswa diharapkan untuk mengerjakan soal terlebih dahulu secara mandiri sebelum melihat kunci jawaban. Dengan demikian, proses belajar akan lebih efektif dan bermakna.






