Tijjani Reijnders Membuka Kemenangan dengan Gol Perdana di Liga Arab Saudi
Tijjani Reijnders, gelandang asal Belanda yang baru saja bergabung dengan Al Qadisiyah, berhasil mencetak gol perdana dalam debutnya sebagai starter. Gol tersebut membawa timnya menang 2-0 atas Neom dalam pertandingan pekan ketiga Liga Arab Saudi. Ini menjadi awal yang menjanjikan bagi Reijnders setelah ia meninggalkan Manchester City.
Gol pada menit ke-29 ini menjadi bukti awal bahwa Reijnders mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru. Ia juga memberikan pesan sarkas melalui media sosial usai laga, dengan mengunggah tulisan “season two, episode one” yang dianggap sebagai respons terhadap kritik dan ejekan setelah ia memutuskan pindah ke Liga Arab Saudi.
Reijnders sebelumnya hanya bermain sebagai pengganti saat Al Qadisiyah kalah dari Al Ittihad. Namun, di laga melawan Neom, ia langsung memanfaatkan kesempatan tersebut. Golnya tidak hanya membuka jalan kemenangan, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa ia layak bermain secara reguler di klub barunya.
Pesan yang diunggah oleh Reijnders di akun Instagram resminya juga menarik perhatian. Ia merujuk pada perjalanan kariernya sejak meninggalkan Manchester City. Tulisan tersebut tampak seperti jawaban terhadap kritik yang muncul setelah kepindahannya ke Arab Saudi. Reijnders ingin menegaskan bahwa perjalanan kariernya tidak berhenti hanya karena masa baktinya di Manchester City berakhir setelah satu musim.
Sebelumnya, Reijnders pernah mengunggah pesan serupa setelah mencetak gol pertamanya bersama Manchester City. Saat itu, ia menulis “Season one, episode one.” Namun, perjalanan di Inggris setelah bermain di Italia bersama AC Milan ternyata tidak berlangsung selama yang diharapkan. Akhirnya, ia memilih untuk memulai petualangan baru di Al Qadisiyah.
Transfer yang Sempat Dipertanyakan
Keputusan Reijnders untuk bergabung dengan Al Qadisiyah memang sempat membuat banyak orang bertanya-tanya. Sebelum memilih Arab Saudi, beberapa klub Eropa seperti Atletico Madrid, Juventus, Galatasaray, Nottingham Forest, dan Newcastle United disebut tertarik menggunakan jasanya. Namun, harga yang diminta Manchester City menjadi salah satu kendala utama.
Ayah sekaligus perwakilan Reijnders, Martin Reijnders, mengungkapkan bahwa Manchester City tidak berniat melepas putranya dengan mudah. Klub Inggris tersebut hanya bersedia membuka pintu transfer jika harga yang diminta sesuai dengan harapan mereka. “City tidak ingin melepasnya. Baik direktur teknik maupun manajer baru telah memperjelas hal itu,” kata Martin.
Akhirnya, Al Qadisiyah berhasil memenuhi permintaan Manchester City. Klub Arab Saudi dikabarkan membayar sekitar 61 juta euro untuk mendapatkan Reijnders. Meski awalnya tawaran Al Qadisiyah ditolak dua kali, situasi berubah setelah peluang bergabung dengan klub Eropa semakin menipis.
Martin Reijnders juga mengakui bahwa keputusan pindah ke Timur Tengah tidak langsung diterima oleh sang pemain. Awalnya, Tijjani belum memikirkan kemungkinan bermain di kawasan tersebut. Namun, setelah semua opsi Eropa gagal, Al Qadisiyah kembali memberikan tawaran yang akhirnya diterima.
Karakter Permainan yang Cocok
Bergabung ke Al Qadisiyah, Reijnders mendapat peluang bermain secara reguler di posisi yang dinilai lebih sesuai dengan karakter permainannya. Disisi lain, faktor finansial juga tidak bisa dipisahkan dari keputusan tersebut. Reijnders disebut menandatangani kontrak selama empat musim dengan nilai pendapatan yang sangat besar.
Meski demikian, keluarganya menegaskan bahwa uang bukan satu-satunya alasan dan bukanlah yang utama. Pilihannya mengarah pada kesempatan untuk bermain lebih rutin dan merasa nyaman dengan perannya di dalam tim.
Debut Reijnders sebagai starter pun langsung menunjukkan alasan Al Qadisiyah berani mengeluarkan biaya besar. Kehadirannya bahkan membuat pelatih Brendan Rodgers melakukan perubahan dalam susunan pemain. Otavio, yang sebelumnya selalu menjadi starter dalam tiga pertandingan awal musim, tidak masuk pilihan utama saat menghadapi Neom.
Rodgers lebih memilih menurunkan delapan pemain asing sejak awal, termasuk Reijnders. Kepercayaan tersebut dibayar dengan gol penting. Reijnders membuka kemenangan sebelum Retegui menggandakan keunggulan dari titik penalti.
Hasil 2-0 juga memperpanjang dominasi Al Qadisiyah atas Neom. Ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Al Qadisiyah dalam tiga pertemuan mereka di Liga Arab Saudi, setelah musim lalu menang 3-1 dan 1-0.






